PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan, Provinsi Riau merespons cepat keluhan masyarakat terkait banjir yang melanda Negeri Seiya Sekata ini yang telah terjadi sejak sepekan terakhir.
Banjir yang terjadi menyebabkan gangguan lalu lintas, khususnya di Jalan Lintas Timur Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, terutama bagi pengendara roda dua, yang berdampak signifikan pada aktivitas dan mobilitas warga.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Pelalawan bekerja sama dengan CSR PT Husni Tamrin (HT), menyediakan bantuan penyeberangan roda dua gratis di Simpang Kualo Dusun Kualo, Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, mulai Kamis (13/3/2025). Bantuan ini dihadirkan untuk meringankan beban masyarakat yang sedang menjalani bulan Ramadan di tengah bencana banjir.
Dalam upaya ini, Pemkab Pelalawan menyediakan dua unit truk besar yang difungsikan untuk mengangkut kendaraan roda dua melewati banjir. Dan pengeoperasian mobil gendong ini, Pemda juga berkoordinasi dengan Polres Pelalawan untuk memastikan keselamatan dan keamanan para pengendara selama proses penyeberangan.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin SH kepada Riaupos.co, saat meresmikan operasional dua unit truk trado penyeberangan gratis di Simpang Kualo, Dusun Kualo, Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kamis (13/3/2025).
Dikatakannya bahwa, saat ini ketinggian air di beberapa titik telah mencapai 55 cm, khususnya di Km 83. Membantu warga, dua mobil towing disediakan untuk menyeberangkan kendaraan roda dua dengan gratis. Towing ini merupakan bantuan dari Pemkab Pelalawan dan CSR PT Husni Tamrin (HT).
"Kami berharap bantuan towing gratis ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Semoga musibah ini segera berlalu dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal," terang Wabup.
Ditambahkannya, bantuan penyeberangan gratis ini diharapkan menjadi solusi sementara untuk mengatasi kesulitan warga, dengan harapan bahwa kondisi banjir akan segera surut dan penanganan lebih lanjut bisa dilakukan.
Carles Sianipar, salah seorang pengendara sepeda motor saat ditemui di lapangan, mengaku sangat senang. Pasalnya, banjir yang merendam badan Jalintim, khususnya di Km 83 ini, telah menambah beban pengeluaraan anggaran baginya untuk biaya penyeberangan mobil gendong di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit saat ini.
Dan tentunya dengan kehadiran dua unit mobil trado sebagai alat transportasi penyeberangan gratis di Jalintim ini, sangat membantu masyarakat pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
"Mobil gendong yang disiapkan Pemkab Pelalawan ini tentunya sangat membantu kita. Pasalnya, selama ini, warga pengguna jalan cukup banyak mengeluh harus mengeluarkan uang sebesar Rp100 ribu untuk menyeberang melintasi Jalintim Km 83 yang tidak dapat ditempuh kendaraan roda akibat direndam banjir dengan tinggi 55 cm," tutupnya.
Editor : Rinaldi