PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Banjir di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan kembali surut, Senin (17/3). Tinggi genangan air kini di kisaran 30-32 sentimeter (cm). Lalu lintas pun dibuka dua arah. Kendaraan roda dua dan roda empat berbodi kecil pun sudah diizinkan melintas.
Diketahui, hampir sepekan terakhir, jalan antarprovinsi ini diberlakukan sistem buka tutup dengan satu arah. “Alhamdulillah, genangan air di badan jalan lintas Sumatera kembali turun dan hanya tinggal sekitar 30-32 cm,’’ ujar Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri SIK kepada Riau Pos, Senin (17/3).
‘’Untuk itu, hari ini (kemain, red) pukul 13.00 WIB, kami bersama petugas gabungan memutuskan untuk membuka jalan dua jalur atau dua arah. Hingga saat ini arus lalu lintas semua jenis kendaraan baik roda empat dan juga roda dua, bergerak lancar,” tambahnya.
Mantan Kapolres Intan Jaya, Papua ini menjelaskan, meski lalu lintas berjalan dengan lancar, jalannya kendaraan tetap melambat karena gelombang air saat kendaraan melintas menjadi tinggi. Selain itu, juga dampak banyak lubang akibat kontur jalan yang tak mampu menahan tonase kendaraan.
Untuk itu, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan telah melakukan koordinasi dengan tim Balai Jalan Kementerian PUPR yang akan segera melakukan perbaikan. “Jika air semakin surut, maka seluruh lubang di jalan bisa secepatnya diperbaiki secara maksimal sehingga arus lalu lintas akan kembali berjalan dengan normal,”ujarnya.
Afrizal terus mengimbau pengendara meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Km 83 ini. “Kami bersama petugas gabungan masih tetap berjaga sepanjang lokasi banjir untuk memberikan arahan dan petunjuk kepada pengendara serta membantu mengevakuasi kendaraan yang terperosok di tengah genangan air,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pelalawan Zulfan mengatakan, berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air Sungai Kampar di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, diketahui level debit air Sungai Kampar turun 7 cm dari sehari sebelumnya 336 cm di atas batas normal menjadi 329 cm, Senin (17/3).
‘’Km 83, Jalan Pemda yang menghubungkan Desa Lubuk Ogung Kecamatan Bandar Sungai Kijang menuju Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam juga telah dibuka untuk semua jenis kendaraan bermotor,’’ ujarnya.
Begitu juga dengan banjir yang merendam badan Jalan Sultan Syarif Hasyim, Kecamatan Pangkalankerinci menuju Kantor Bupati Pelalawan telah mengalami penyurutan. “Jalan Koridor RAPP dari Pangkalankerinci menuju Langgam telah bisa dilintasi kendaraan roda empat dengan tinggi permukaan air mencapai 25 hingga 37 cm,’’ ujarnya.
“Akses jalan di dua desa di Kecamatan Pangkalankerinci, tepatnya di Desa Rantau Baru dan Kuala Terusan juga telah mulai bisa dilewati kendaraan roda empat dan sepeda motor. Masyarakat tidak lagi terisolir. Pasalnya, akses jalan telah dapat dilintasi alat transportasi darat,” tambahnya.
Hanya saja, mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini menjelaskan, genangan air di Jalan Pemda Langgam dan Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam masih cukup tinggi, yakni sekitar 35-46 cm. Sehingga jalan ini masih belum dapat dilintasi kendaraan roda dua, meski kendaraan roda empat telah bisa melintasi jalan ini.
Begitu juga dengan ponton penyeberangan milik PT RAPP yang hingga saat ini masih belum beraktivitas. “Akibat banjir ini, jalan menuju Kelurahan Langgam hanya bisa ditempuh via Jalintim Desa Lubuk Ogung. Namun demikian, roda dua masih disarankan tidak melintas di Jalan Pemda dari Koridor RAPP menuju Langgam ini,” tuturnya.
Mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan mengatakan, penurunan tinggi permukaan air disebabkan curah hujan yang menurun signifikan sejak tiga hari terakhir, ditambah penutupan pintu air waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar secara total. Pihaknya optimistis, banjir akan segera surut total dalam beberapa hari ke depan.
Pihaknya telah mendata warga yang terdampak banjir di Pelalawan sebanyak 3.509 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan ribuan masyarakat korban bencana banjir tersebut tersebar di empat kecamatan yang berada di bantaran Sungai Kampar. Yakni Kecamatan Langgam, Pangkalankerinci, Bandar Sungai Kijang, dan Pelalawan.
Dari ribuan korban terdampak banjir ini, sebagian ada yang menginap di rumah kerabat mereka yang tidak terdampak banjir. Ada juga mengungsi di posko banjir yang telah didirikan sebanyak 82 KK. Secara rinci di Km 8 Koridor RAPP sebanyak 30 KK dari warga Pangkalan Kerinci Barat, di Jalan Koridor RAPP Km 9 sebanyak 12 KK dari warga Rantau Baru Kecamatan Pangkalankerinci, dan di Perumahan Mutiara Kerinci Indah SP 6 Desa Makmur Kecamatan Pangkalankerinci sebanyak 40 KK.
“Sejauh ini, cukup banyak para pengungsi yang telah kembali ke kediamannya. Hanya tinggal belasan warga saja yang masih bertahan di posko pengungsian yang didirikan tim gabungan pemkab dan Polres Pelalawan,” bebernya.
Pihaknya berharap tidak ada pembukaan pintu pelimpahan air waduk PLTA Koto Panjang, Kampar beberapa hari ke depan agar banjir di Pelalawan surut total. Begitu juga dengan intensitas curah hujan yang diharapkan tidak kembali meninggi. “Dengan demikian, kita berharap sebelum arus mudik, jalan tidak banjir lagi supaya lalu lintas lancar menjelang Hari Raya Idulfitri,” tuturnya.
Jalan Provinsi Simpang Kumu Rohul-Sumut Surut
Tak hanya di Pelalawan, banjir yang menggenangi ruas jalan provinsi Pasirpengaraian, Rokan Hulu menuju Batas Sumatera Utara, tepatnya di Dusun Kumu, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir juga surut, Senin (17/3). Sebelumnya, arus lalu lintas pada pukul 08.00 hingga pukul 09.00 WIB sempat terjadi antrean kendaraan bermotor.
Seorang warga Dusun Kumu Desa Rambah Aldi saat diwawancara Riau Pos, Senin (17/3) mengatakan, banjir hanya singgah lalu disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi sejak Kamis (16/3) malam. ‘’Kendaraan roda dua baru bisa melintasi ruas jalan provinsi simpang kumu sekitar pukul 09.00 WIB,’’ ujarnya.
Kalaksa BPBD Rohul H Ridarmanto MIp melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Boy Arta SIp saat dikonfirmasi, membenarkan banjir sudah surut dan 131 rumah penduduk yang terdampak banjir, sore sudah surut dan kering.’’Banjir hanya singgah lalu akibat tingginya curah hujan terjadi sejak Ahad (16/3) malam hingga Senin (17/3) dini hari,’’ ujarnya.
Boy menegaskan, dari musibah bencana alam banjir yang terjadi di Desa Rambah, tidak ada korban jiwa maupun rumah yang rusak akibat diterjang derasnya air Sungai Batang Kayu. Hanya saja ratusan kepala keluar yang rumahnya terdampak banjir mengalami kerugian material.(amn/epp)
Editor : Arif Oktafian