PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PEMERINTAH Provinsi Riau melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah memetakan daerah rawan kecelakaan di wilayah Riau saat mudik Idulfitri 2025. Setidaknya terdapat 29 titik daerah rawan kecelakaan berdasarkan hasil survei dan observasi di lapangan.
Puluhan titik tersebut terdapat di ruas jalan lintas barat, selatan, utara dan timur.
“Tim sudah melakukan survei di lapangan dan hasilnya terdapat 29 titik daerah rawan kecelakaan yang harus diwaspadai masyarakat saat mudik,” ujar Kepala Dishub Provinsi Riau, Andi Yanto.
Berdasarkan temuan tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat yang melakukan mudik untuk berhati-hati saat berkendara dengan selalu mematuhi rambu-rambu lalulintas.
“Ini bertujuan untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyaman masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama masa libur Idulfitri,” imbaunya.
Ada titik-titik rawan kecelakaan tersebut terdapat di Jalan Lintas Barat arah Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak enam titik, Jalan Lintas Selatan arah Telukkuantan ada lima 5 titik, Jalan Lintas Timur arah Jambi ada sembilan titik, dan di Jalan Lintas Utara arah Sumatera Utara (Sumut) juga terdapat sembilan titik. (Selengkapnya lihat grafis)
Siapkan Posko dan Siagakan Alat Berat
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau hingga saat ini masih terus menggesa perbaikan jalan-jalan yang akan menjadi jalur mudik di Riau, yang merupakan jalan nasional.
Perbaikan tersebut dilakukan dengan cara menutup lubang-lubang yang akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak Todingrara didampingi Kepala Seksi BPJN Riau Darmawi mengatakan, sejak bulan lalu sudah dilakukan perbaikan ruas jalan nasional yang ada di Riau, baik jalan lintas penghubung dan juga jalan nonlintas.
“Memang saat ini masih ada beberapa titik jalan nasional di Riau yang masih dikerjakan. Tapi secara umum dibandingkan bulan lalu progresnya sudah sangat signifikan,” katanya. “Jalan lintas di Telukkuantan masih ada pekerjaan perbaikan, namun sebatas menutup lubang-lubang. Kalau untuk perbaikan yang besar-besar sudah selesai,” tambahnya.
Sementara itu, untuk jalan lintas timur tepatnya di daerah Pelalawan, perbaikan juga sedang dilakukan. Namun khusus untuk daerah jalan lintas di Km 83 belum dilakukan karena masih terjadi banjir.
“Untuk titik lain sedang terus dikerjakan,” sebutnya.
Sedangkan untuk jalan lintas Riau-Sumatera Utara, juga sedang dikerjakan, terutama daerah Duri dan Dumai. Begitu juga jalan lintas Riau-Sumatera Barat via Bangkinang masih dilakukan penutupan beberapa lubang.
“Kami targetkan sebelum Idulfitri selesai semua. Atau minimal H-7 sudah akan selesai ,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pihaknya bersama instansi terkait juga mendirikan 10 posko dan satu posko induk di kantor BPJN.
“10 posko tersebut akan dilengkapi alat berat, personel, dan alat pelindung diri yang sewaktu-sewaktu jika ada kerusakan jalan bisa langsung ditangani dengan segera,” sebutnya.
Sementara itu, untuk jalur-jalur mudik alternatif yang merupakan jalan provinsi juga masih terus digesa perbaikannya.
Seperti yang dilakukan pada ruas Jalan Tapung-Talang Danto, Kabupaten Kampar.
“Ini sesuai instruksi Pak Gubernur dan Wakil Gubernur Riau,” ujar Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah V, Dinas PUPR-PKPP Riau, Basharuddin ST MT.
Selain itu, pihaknya juga sedang menyisir jalan provinsi di wilayah Kampar dan Kuansing yang mengalami kerusakan karena belakangan ini diguyur hujan.
“Kami bergerak terus menyisir lubang-lubang di jalan provinsi. Arahan pimpinan sebelum Idulfitri jalan provinsi harus fungsional,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid mengusulkan solusi pola sharing antara pemerintah dan perusahaan tambang serta perkebunan dalam upaya memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan parah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
“Saya tanya Kepala Dinas PU, kira-kira ada 10 kilometer yang rusak. Saya minta partisipasi dari para pengusaha karena Pemprov Riau saat ini mengalami defisit anggaran yang luar biasa. Tidak mungkin semua bisa kami tangani,” ujar Gubernur Abdul Wahid.
Wahid menegaskan solusi ini agar masyarakat tetap nyaman beraktivitas. Di satu sisi, perusahaan tetap dapat beroperasi dengan baik.
“Kita juga tidak mau ribut-ribut soal ini. Yang penting, dicarikan solusi terbaik sehingga lebih nyaman, masyarakat bisa beraktivitas, dan perusahaan juga tidak terganggu. Dengan begitu, tingkat kecelakaan di jalan ini bisa berkurang,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto, menyambut baik usulan ini.
“Ini memang salah satu usulan dari Gubernur Riau yang saya rasa sangat luar biasa dan belum pernah kita laksanakan. Kita berharap persoalan jalan ini bisa menemukan solusi terbaik,” ujarnya.
Diungkapkan, perlu ada kontribusi nyata dari perusahaan tambang dan perkebunan dalam perbaikan jalan.
“Kalau ada sekitar 10 kilometer, maka kebutuhan anggaran kita tentu lebih kurang Rp100 miliar untuk penyelesaian peningkatan jalannya,” tegasnya.
Namun, ia juga menekankan bahwa solusi jangka panjang yang paling ideal adalah membangun jalan khusus untuk angkutan pertambangan.
Jika kendaraan berat tetap melewati jalan umum, maka perbaikan jalan hanya akan bersifat sementara dan tidak bertahan lama.
Bagi pemudik yang melintas di sejumlah ruas jalan dengan status kabupaten, setidaknya perlu hati-hati dan waspada.
Karena sebagian besar ruas jalan dengan status jalan kabupaten di daerah itu mengalami rusak, baik rusak sedang maupun rusak berat.
Kondisi ruas jalan kabupaten rusak, diperparah oleh musim hujan yang terjadi selama Ramadan atau Maret ini. Selain itu, kondisi jalan yang mengalami rusak akibat struktur jalan sebagian besar masih sirtu.
“Ruas jalan kabupaten saat ini tidak dalam baik-baik saja,” ujarnya.
Di tempat terpisah, salah seorang warga Kabupaten Inhu yang berencana mudik tahun ini,
Sena Melan (42) tidak berharap banyak. Hanya, jalan yang dilalui dapat dilewati hingga dapat pulang kampung bertemu sanak saudara.
Sena Melan yang sehari-hari sebagai guru, berencana pulang ke kampung halamannya di Simandolak Kabupaten Kuansing.
“Jalan yang kami lewati yakni Jalan Lintas Tengah yang sebelumnya juga mengalami rusak. Makanya kami berharap, jalan yang kami lewati bisa dilalui,” ucapnya.
Polres Kampar Siapkan 10 Pos PAM
Jalan lintas Riau-Sumbar via Kabupaten Kampar siap dilintasi untuk arus mudik. Satlantas Polres Kampar bersama stakeholder memastikan jalan lintas Riau-Sumbar aman dilintasi untuk mudik tahun ini.
“Survei yang dilaksanakan bersama instansi terkait tidak menemukan kendala berarti di jalan. Kami koordinasi dan berkolaborasi kegiatan pengamanan arus mudik,” jelas Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kasatlantas Polres Kampar AKP Vino Lestari, Kamis (20/3).
Vino Lestari menambahkan, sudah mendirikan 10 Pos PAM. Yang terdiri 8 pos pengamanan dan 1 pos pelayanan dan 1 pos terpadu. Untuk pos pelayanan didirikan di SPBU Batu Bersurat Kecamatan XIII Koto Kampar. Untuk pos terpadu di lapangan Merdeka Kota Bangkinang.
Sedangkan untuk Pos PAM ada lima di tol yaitu di Gerbang Tol Bangkinang, Gerbang Tol Sungai Pinang, Gerbang Tol XIII Koto Kampar, rest area 37 A, dan rest area 37 B.
“Tiga pos PAM lainnya di Siak Hulu, Tapung, dan Tambang. Seluruh pos PAM sudah berdiri,” jelasnya.
Vino Lestari menambahkan, apabila ada kendala dalam perjalanan bisa menghubungi hotline Polres Kampar 110 ataupun pengaduan baik kepada Kapolres maupun kepada Satlantas di nomor yang akan diberikan.
’’Diperkirakan ada peningkatan volume kendaraan di titik gerbang masuk tol, ’’ jelasnya.
Untuk rekayasa lalu lintas, Kasatlantas menjelaskan, untuk sementara ini tidak dilakukan yang sifatnya pengalihan arus lalu lintas karena saat ini jalur existing bisa menampung kendaraan yang ada.
’’Lebih mengedepankan penempatan personel untuk membantu pengaturan lalu lintas di setiap lintasan arus mudik tersebut,’’ tegas Vino Lestari.
Untuk jalan utama arus mudik rawan bencara di daerah XIII Koto Kampar, ada potensi longsor dan potensi jalan amblas. Hasil survei ke lapangan kemarin masih kategori aman.
’’Bencana lainnya ada beberapa titik banjir tetapi tidak di jalur utama lintas mudik,’’ ungkap Vino Lestari.
Siagakan Alat Berat
Sementara itu, Dinas PUPR Kabupaten Kampar menyiagakan alat berat untuk membantu kelancaran arus lalu lintas di jalan lintas Riau-Sumbar.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kampar Afdal melalui Kabid Jalan dan Jembatan Arifudin Amga menjelaskan hanya menyiagakan alat berat untuk antisipasi terjadi bencana longsor di perbatasan Riau-Sumbar.
Sedangkan jalan-jalan kabupaten sebagai penghubung antar kecamatan di Kabupaten Kampar yang saat ini kondisi jalan ada baik, sedang, rusak ringan dan rusak berat. Jalan rusak berat di Kecamatan Kampar mencapai 40,50 km, Kecamatan XII Koto Kampar 32,60 km, Kecamatan Kampar Kiri 19,10 km, Kecamatan Kampar Kiri Hulu 15,97 km, Kecamatan Tapung 12,90 km, Kecamatan Bangkinang 29,85 km.
Hati-Hati, Sejumlah Jalan Lintas Kuansing Rusak
Kuantan Singingi (Kuansing) masuk jalur lintas tengah. Namun kondisinya tidak sedang baik-baik.
Sejumlah ruas jalan lintas dari Telukkuantan ke Pekanbaru atau sebaliknya, Teluk Kuantan ke Rengat atau sebaliknya dan Telukkuantan ke arah Sumatera Barat atau sebaliknya, terdapat kerusakan dengan kategori sedang.
Shelfy Asmalinda SH MH, salah seorang pengacara yang tinggal di Pekanbaru ikut merasakan dampak rusaknya jalan lintas Telukkuantan-Pekanbaru ini. Padahal, dia harus pulang pergi Pekanbaru-Telukkuantan atau sebaliknya.
“Jalan arah Teluk Kuantan-Pekanbaru sekarang banyak rusak. Untuk sampai ke Pekanbaru, harus ditempuh lima jam perjalanan. Dulu tidak, paling lama 3,5 jam,” ujarnya. Dia pun berharap, rute ini segera mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Riau.
Tidak saja Shelfy Asmalinda, para sopir travel bahkan Gubernur Riau Abdul Wahid saat melakukan kunjungan kerja dan safari Ramadan, Senin (17/3) meihat langsung kondisi jalan lintas ini.
“Sudah saya lihat langsung kondisi ruas jalan ke Kuansing ini. Rasanya bikin perut mual,” katanya.
Karena itu, Kapolres Kuansing AKBP Angga Febrian Herlambang SIK SH mengingatkan para pemudik dan pengendara harus selalu berhati-hati.
“Jalur ini ada beberapa titik yang tengah mengalami kerusakan kategori sedang,” ungkap Kapolres Kuansing Angga Febrian Herlambang, Rabu (19/3).
Lebih lanjut dikatakan AKBP Angga Febrian, jalan rusak sedang Telukkuantan-Pekanbaru ada di Desa Kebun Lado, Desa Petai, Sungai Paku.
Namun, kini jalan tersebut sudah direspons pihak BPJN Riau yang sampai saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.
Untuk rekayasa jalan yang rusak, Polres Kuansing saat ini melakukan pemasangan spanduk imbauan sebagai upaya antisipasi terjadinya laka lantas. Ruas jalan ini bersifat satu arah, namun tetap masih bisa dilalui kendaraan.
Menurut Kepala Dinas PUPR Kuansing, Zulkarnain ST MSi, ruas jalan lintas yang bakal dilewati para pengendara mudik ada yang berstatus jalan nasional dan ada yang berstatus jalan provinsi.
Kondisi saat ini, hasil survei yang dilakukan terdapat beberapa titik kerusakan yang harus diwaspadai.
“Perbaikan ruas jalan itu bukan kewenangan Kabupaten Kuansing. Tetapi jadi kewenangan provinsi dan nasional. Makanya kita selalu berkoordinasi titik kerusakan. Sebagian sudah ada yang dikerjakan hingga sampai penimbunan base,” ujar Zulkarnain.
Meski terjadi efisiensi anggaran cukup besar, Dinas PUPR Kuansing tetap berupaya melakukan perbaikan semaksimal mungkin agar masyarakat tetap bisa melaluinya.
“Dan kami berharap mengerti dan bisa bersabar. Sebab dengan anggaran yang terbatas, kita tidak tidak bisa berbuat banyak. Tapi perbaikan tetap dilakukan,” katanya.
“Untuk menuntaskan ruas jalan yang rusak itu butuh waktu 29 tahun dengan total anggaran dana Rp3,6 triliun. Makanya kita terus meminta dukungan pusat dan provinsi,” tambahnya.
35 Persen Jalan di Pelalawan Rusak
Intensitas curah hujan yang meningkat sejak sebulan terakhir menimbulkan banjir dan telah memberikan dampak buruk terhadap infrastruktur jalan di Pelalawan.
Banyak titik badan jalan mengalami kerusakan dengan kondisi berlubang yang cukup dalam.
Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), setidaknya saat ini 35 persen badan jalan mengalami kerusakan. Baik rusak berat, sedang hingga rusak ringan.
“Hingga saat ini, bisa dikatakan kondisi jalan di Kabupaten Pelalawan 35 persen dalam kondisi mengalami kerusakan berat, sedang hingga ringan,” terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Pelalawan, Irham Misbar ST melalui Kabid Bina Marga Malanton Lumban kepada Riau Pos, Kamis (20/3).
Diungkapkan Malanton, meski demikian bukan berarti tak ada perbaikan untuk jalan yang dalam kondisi rusak, baik ringan, sedang, maupun berat. Pemkab terus berkomitmen untuk mengejar percepatan pembangunan infrasturktur.
”Kalau untuk memperbaiki semua jalan yang rusak, anggarannya pasti sangat besar. Tapi karena kami terkendala keterbatasan anggaran, maka perbaikan jalan rusak ini akan kami lakukan secara bertahap sesuai dengan kesanggupan keuangan daerah,”paparnya.
Dijelaskan Malanton, jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Pelalawan mencapai 1.238,218 km.
“Dengan anggaran yang ada, kerusakan jalan tersebut pelan-pelan akan berkurang sesuai dengan komitmen kami. Dimana tahun 2026 mendatang, kami fokuskan untuk penanganan jalan rusak berat. Yakni pengaspalan jalan dan rigid beton yang tersebar di 12 Kecamatan di Pelalawan,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri SIK didampingi Kasi Humas, AKP Edy Harianto SH menjelaskan kondisi jalan rusak ini berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Jadi, ada sejumlah titik yang perlu diwaspadai para pengguna jalan arus mudik saat melintasi di wilayah hukum Kabupaten Pelalawan, karena masuk dalam peta rawan laka lantas,” paparnya.
“D ititik jalan yang masuk peta rawan laka lantas ini, cukup banyak ditemukan jalan rusak dengan lubang yang cukup dalam. Dan saat ini, kita bersama petugas gabungan baik dari Pemkab, Pemprov dan Pempus, saat ini tengah berusaha untuk menutup lubang tersebut,’’ ujarnya.
‘’In sya Allah, jika kondisi Jalintim khususnya Km 83 yang masih tergenang banjir nantinya surut total, maka jalan rusak tersebut akan dilakukan perbaikan. Intinya, sebelum hari raya Idulfitri, perbaikan jalan rusak ini akan segera dirampungkan,” ungkapnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi jalan dan kondisi perjalanan arus mudik nantinya secara terperinci, dipersilakan untuk mengunjungi 4 Pos Pam dan 1 pos pelayanan (Pos Yan).
“Pos pengamanan di simpang Maredan Kecamatan Bandar Seikijang, Km 55 Pangkalankerinci, pos pengamanan Pangkalan Kuras dan Pos Pengamanan Ukui serta 1 pos pelayanan yang berada di Pusat Perbelanjaan Ramayana Kota Pangkalankerinci,” ujarnya.
Jalan Provinsi di Rohul Diupayakan Fungsional
Sejumlah ruas jalan provinsi yang ada di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akan menjadi salah satu jalur lintas mudik. Baik itu jalan lintas provinsi dari arah Sumatera Utara (Sumut) menuju Pasirpengaraian ke arah Simpang Rantau Berangin-Bangkinang menuju Sumatera Barat (Sumbar) maupun sebaliknya.
Termasuk ruas jalan Ujungbatu Rokan Batas Rao Pasaman Sumbar yang sudah menjadi jalur alternatif dilewati oleh masyarakat maupun pengguna jalan.
Pantauan Riau Pos, lalu lintas masih berjalan lancar dan relatif normal.
Hingga Kamis (20/3), belum terlihat terjadinya peningkatan mobilitas kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat dari Pasirpengaraian menuju arah Sumut dan Sumbar. Plt Kadis PUPR Rohul H Zulfiki ST menyatakan, Pemkab Rohul bekerja sama dengan Dinas PUPRPKPP Riau berkomitmen memberikan pelayanan dan rasa aman bagi masyarakat yang bepergian mudik.
‘’Sebagian besar ruas jalan provinsi di Kabupaten Rohul yang menjadi jalur utama bagi para pemudik sedang ditangani oleh Dinas PUPRPKPP Riau. Karena jalur mudik yang dilalui kendaraan bermotor pada umum merupakan ruas jalan provinsi. Sedangkan penanganan titik ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan, kini tahap perbaikan oleh Dinas PUPR Rohul,’’ jelasnya.
Zulfikri menyebutkan, Dinas PUPRPKP Riau berkomitmen jalan provinsi yang menjadi jalur mudik, baik jalur Pasirpengaraian menuju Batas Sumut, ruas Jalan Dalu-Dalu menuju Mahato Km 11. Selanjutnya Rantau Berangin-Pasirpengaraian, Ujungnatu Rokan batas Sumut diupayakan maksimal bisa fungsional.
‘’Berdasarkan hasil survei Dinas PUPRPKP Riau, kerusakan ruas jalan provinsi di Rohul mencapai 46 ribu meter persegi. Namun dengan keterbatasan keuangan Provinsi Riau, tidak bisa seluruhnya tertangani perbaikan titik jalan yang rusak. Tapi provinsi berjanji jalur mudik Idulfitri bisa fungsional, dapat dilewati oleh masyarakat yang pergi mudik,’’ jelasnya.
Kapolres Rohul AKBP Budi Setiyono SIK MH melalui Kasatlantas AKP Lily Sulfiani SIK menyatakan jalur arus mudik di wilayah Kabupaten Rohul masih berjalan normal, belum ada menunjukkan peningkatan mobilitas kendaraan bermotor yang melintasi ruas jalan provinsi, baik menuju arah Sumut maupun Sumbar.
‘’Kami dari Satlantas Polres Rohul dan Polsek jajaran akan melakukan rekayasa arus lalulintas, dengan melaksanakan patroli dan pengaturan terhadap pengendara yang melewati jalan rusak. Apabila jalan tidak dapat dilewati, maka kita memasang imbauan berupa sepanduk dan akan membuat jalur contraflow,’’ jelas mantan Kasatlantas Siak itu.
Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah VI Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau Rio Andriadi Putra ST saat dikonfirmasi Riau Pos, Kamis (20/3) menyatakan, penanganan titik jalan rusak di ruas jalan provinsi di Kabupaten Rohul yang menjadi jalur mudik Idulfitri 1446 H, saat ini masih terus dilakukan hingga H-3.
Sementara itu, panjang ruas jalan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mencapai 1.961,526 kilometer, yang dikategorikan merupakan kewenangan kabupaten.
Dilihat dari kondisi jalan, persentase jalan dengan kondisi rusak berat sebesar 69,59 persen, rusak sebesar 5,41 persen, baik sebesar 14,66 persen, dan dengan kondisi sedang sebesar 10,35 persen.
Sementara menyikapi fenomena arus mudik dan balik yang biasanya terjadi saban tahun, ditandai dengan lonjakan angka pengguna lalu lintas agar waspada dengan keselamatan.
“Hasil survei menunjukkan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H minus 3 atau 28 Maret 2025,” ujar Kepala Dishub Rokan Hilir (Rohil) Budi Fitriadi SSos, Jumat (21/3).
Sedangkan puncak arus balik terang Budi, diprediksi terjadi pada H plus 5 atau 6 April 2025, dengan potensi terjadi lonjakan jumlah pergerakan masyarakat. Ia mengingatkan mematuhi rambu lalu lintas dan marka jalan.
“Tak hanya itu, bagi yang melaksanakan perjalanan menggunakan jalan tol agar diperhatikan saldo kartu tol atau e-toll nya cukup guna menghindari antrean panjang,” kata Budi.
Jalan Bagus di Siak Sepanjang 1.201,523 Km
Kabupaten Siak, tetap akan melakukan peningkatan dan perbaikan jalan. Peningkatan jalan atau rekonstruksi pada 2025 ini sepanjang 16,86 Km dan pemeliharaan jalan yang dilakukan secara berkala sepanjang 6,75 Km.
Demikian dikatakan Plt Kadis PU Tarukim Kabupaten Siak Junaidi SE MM.
Disebutkan Junaidi, Kabupaten Siak memiliki jalan baik sepanjang 1.201,523 Km, sementara yang sedang 271,854 Km. Jalan yang rusak ringan 332,767 Km, dan rusak berat, dijelaskan Junaidi sepanjang 1.074,046 Km. Ke depan secara berkala akan dibenahi, tidak mesti menjelang Idulfitri.
Disebutkan Junaidi, dengan akses jalan yang baik, akan memudahkan dan membuka peluang masuknya investasi.
“Masyarakat sebagai pengguna jalan akan sangat dimudahkan. Kami ingin selalu memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” kata Junaidi.
Lebih jauh dikatakan Junaidi, pada 2024 ada 121,1 kilometer jalan di delapan kecamatan dibereskan atau diperbaiki Pemkab Siak. Sementara untuk 2025 ini, belum dimulai karena masih dalam proses dan kondisi sedang efisiensi.
Sementara Kabid Binamarga Dinas PU Tarukim Arif Aditya mengatakan, delapan kecamatan itu adalah, Mempura, Dayun, Siak, Koto Gasib, Bungaraya, Pusako, Sungai Apit dan Sabak Auh.
“Adapun jalan yang sudah kami perbaiki, Mempura-Gasib sepanjang 25 Km, Siak-Bungaraya 11 Km,” terang arif.
Selain itu, disebutkan Arif, Bungaraya-Sabak Auh 25,5 Km, Mempura-Dayun 17, 7 Km, Teluk Masjid Parit I/II 9,3 Km.
Sementara untuk Mempura-Pusako sampai Teluk Masjid ada empat titik, 10,8 tambah 9 Km, tambah 9,8 Km, tambah 3 Km sampai Teluk Masjid.
“Tapi perbaikan inikan pada 2024, sementara untuk 2025 belum ya. Meski demikian kami harapkan masyarakat dapat memakluminya, karena sampai sejauh ini jalanan Siak masih baik,” ucap Arif. Salah satu penyebab jalan cepat hancur dikatakan Arif, kendaraan bertonase berlebihan. Arif meminta kerja sama masyarakat dan OPD terkait.
Sementara itu, Dumai sebagai kota transit memiliki beberapa ruas jalan yang menjadi lintasan kendaraan.
Jalan lintas mudik yang berada di kota Dumai tersebut umumnya jalan nasional dan provinsi.
Jalan nasional yang sudah sering menjadi lintasan arus mudik tersebut yakni Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Wan Amir dan Jalan Gatot Subroto.
Sedangkan kondisi jalan nasional yang sedang mengalami kerusakan yakni di Jalan Soekarno-Hatta.
Kerusakan ruas badan Jalan Soekarno-Hatta yakni di depan jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Rusaknya ruas jalan tersebut selain menghambat kelancaran arus lalu lintas, juga dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
‘’Kita mengharapkan agar kerusakan jalan di depan jalan tol Dumai itu segera ditindaklanjuti,’’ kata Wali Kota Dumai, H Paisal.
Kerusakan lainnya di Jalan Soekarno-Hatta, yakni berada di sepanjang jalan dimulai dari Simpang Bundaran Jaya Mukti hingga sampai ke Jembatan Bukit Jin.
‘’Diharapkan masyarakat yang melintas untuk dapat berhati-hati,’’ kata Paisal.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, Said Effendi menjelaskan daerah rawan, baik terhadap macet dan lakalantas berada di Jalan Lintas Dumai–Rokan Hilir, di depan jalan Tol Dumai–Pekanbaru, dan Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Raya Dumai–Pekanbaru.
Satlantas Polres Dumai sudah melakukan sosialisasi dengan memasang spanduk imbauan keselamatan di sejumlah tempat-tempat keramaian.
”Ini adalah bentuk sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada lagi. Karena jelang mudik biasanya mobilitas kendaraan sangat meningkat,’’ kata Kasatlantas Polres Dumai AKP Elva Zilla.
179 Titik Jalan Berlubang Di Pekanbaru Diperbaiki
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus kebut perbaikan jalan menjelang mudik. Sampai saat ini, sudah ada 179 titik yang dilakukan perbaikan dengan tambal sulam. Perbaikan jalan ini untuk kelancaran arus mudik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah mengatakan pekerjaan perbaikan jalan sedang dilakukan secara bertahap.
“Sampai hari ini baru 179 titik yang kita tambal sulam dan masih dilakukan secara bertahap terus,” ujar Edu panggilan akrabnya.
Terbaru Dinas PUPR Pekanbaru mendata ada lebih dari seribu titik jalan berlubang di Kota Bertuah. Jalan berlubang ini yang secara bertahap dikebut perbaikannya.
“Tapi survei tambahan ada 1.674 titik jalan berlubang,” tambahnya.(sol/kas/kom/dac/amn/epp/fad/mng/sah/ ilo/das)
Editor : Arif Oktafian