Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Truk Sumbu Tiga Sudah Dilarang Beroperasi, Penumpang Meningkat di Terminal BRPS

Redaksi • Selasa, 25 Maret 2025 | 09:04 WIB
Seorang calon penumpang  menarik koper bawaan saat melintas di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki Pekanbaru, Senin (24/3/2025).
Seorang calon penumpang menarik koper bawaan saat melintas di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki Pekanbaru, Senin (24/3/2025).

PEKANBARU DAN PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Menjelang arus mudik Idulfitri 2025, kendaraan angkutan barang atau truk dengan sumbu tiga atau lebih dibatasi operasionalnya mulai Senin (24/3). Pembatasan berlaku hingga 8 April 2025 di ruas jalan tol dan non-tol.

Kasatlantas Polresta Pekanbaru AKP I Made Juni Artawan menjelaskan bahwa pemberlakuan ini berdasarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) tiga menteri untuk mengatur operasional angkutan barang selama periode Idulfitri 2025.

SKB ini melibatkan tiga instansi, yakni Kementerian Perhubungan, Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Pengaturan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan, keamanan, serta kelancaran lalu lintas selama arus mudik dan balik.

“Pembatasan operasional ken­daraan sumbu tiga diberlakukan di jalan tol dan jalan arteri selama pelaksanaan Ops Ketupat Lancang Kuning 2025 guna memberikan kelancaran arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1446 H,” ujar AKP Made Juni, Senin (24/3).

Dijelaskannya, ada beberapa tipe ken­daraan yang di­ba­tasi waktu operasional dalam kebijakan ini, yakni kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih, kendaraan dengan kereta tempelan, kendaraan dengan kereta gandeng, dan kendaraan pengangkut bahan material.

Namun, kendaraan yang mengangkut barang-barang vital seperti BBM/BBG, pupuk, dan barang kebutuhan pokok akan dikecualikan dari pembatasan tersebut. Mereka tetap dapat beroperasi dengan syarat dilengkapi surat muatan yang sesuai. “Semoga pelarangan ini dapat memberikan kelancaran bagi pemudik dengan selamat dan nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan, pihaknya akan membuka sembilan ruas jalan tol khusus untuk mendukung arus mudik. Sembilan ruas ini secara total memanjang sekitar 192,85 km yang terdiri atas 18 tempat peristirahatan. ”Sembilan ruas jalan tol khusus ini terdiri atas empat ruas tol operasional tanpa tarif dan lima ruas tol fungsional,” tuturnya.

Dia memerinci empat ruas tol operasional tanpa tarif tersebut terdiri atas Tol Binjai–Langsa ruas Tanjung Pura–Pangkalan Brandan, Tol Pekanbaru–Padang ruas Padang–Sicincin, Tol Solo–Yogyakarta–NYIA ruas Klaten Prambanan, dan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat ruas Kuala Tanjung–Indrapura.

Sementara itu, lima ruas tol fungsional lainnya mencakup Tol Sigli–Banda Aceh ruas Padang Tiji–Seulimeum, Tol Japek II Selatan ruas Bojongmangu–Sadang, Tol Probolinggo–Banyuwangi ruas Gending–Paiton, Tol Palembang–Betung ruas Rengas–Pangkalan Balai, dan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA ruas Prambanan–Tamanmartani.

Selain membuka sembilan ruas jalan tol khusus, dia juga telah berdiskusi dengan badan usaha jalan tol (BUJT) terkait beberapa hal. Mulai peningkatan standar pelayanan minimal (SPM) hingga penerapan diskon tarif tol 20 persen. ”Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami juga bekerja sama dengan BUJT telah memberlakukan tarif tol 20 persen pada 17 ruas tol di seluruh Indonesia,” jelasnya. Nantinya diskon tarif tol ini akan diberlakukan untuk seluruh golongan kendaraan.

Adapun 17 ruas tol yang akan mendapatkan diskon Lebaran ini adalah Tangerang–Merak, Jakarta–Cikampek, MBZ, Cikampek–Palimanan, Palimanan–Kanci, Kanci–Pejagan, Pejagan–Pemalang, Pemalang–Batang, Batang–Semarang, dan Semarang ABC di Pulau Jawa.

Untuk Sumatera, ruas tol yang menerapkan diskon meliputi ruas tol Indrapura–Kisaran, Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat Segmen Tebing Tinggi–Sinaksak, Pekanbaru–Dumai, Indralaya–Prabumulih, Kayuagung–Palembang, Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayuagung, dan Bakauheni–Terbanggi Besar.

Jalur Mudik Lintas Barat Siap Dilintasi 

Pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau hingga saat ini masih terus mengerjakan perbaikan jalan di ruas jalan lintas Riau-Sumatera Barat (Sumbar) atau lintas barat, tepatnya di Kabupaten Kampar. Namun perbaikan yang dilakukan hanya tinggal menambal lubang-lubang dan retakan jalan.

Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak Todingrara melalui PPK 1.4 Afdirman Jufri mengatakan, perbaikan pada ruas jalan ini sudah dilakukan sejak awal bulan lalu. “Kami masih terus melakukan perbaikan di ruas jalan lintas Riau-Sumbar terutama yang ada di Kabupaten Kampar. Perbaikan dilakukan dengan cara menambal lubang-lubang dan retakan jalan,” katanya. 

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini perbaikan yang dilakukan sudah hampir selesai, karena itu ruas jalan ini sudah siap dilintasi untuk mendukung kelancaran arus mudik masyarakat. “Perbaikannya sudah hampir selesai, tinggal menutup retakan jalan. Secara umum jalan lintas ini sudah siap dilintasi,” sebutnya.

Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas saat mudik, pihaknya juga mendirikan posko yang berada di exit tol Pekanbaru- XIII Koto Kampar. Posko ini juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat. “Di sana (posko) ada petugas dan alat berat yang sewaktu-waktu dapat digunakan jika ada kendala kerusakan jalan. Kami juga menyediakan tempat untuk masyarakat bisa beristirahat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Wakil Bupati Husni Tamrin bersama Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak Todingrara meninjau perbaikan jalan sementara di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Senin (24/3).

Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak Todingrara, menyampaikan jalan lintas Timur Pekanbaru menuju Jambi yang terkena banjir telah surut dan perbaikan jalan sementara telah dilakukan. “Kami akan segera menutup jalan yang rusak dan melakukan perbaikan darurat untuk mengantisipasi arus mudik,” terangnya, Senin (24/3).

Ia juga menyampaikan bahwa perbaikan jalan sementara ini hanya bersifat darurat dan akan dilakukan perbaikan permanen di kemudian hari. “Diharapkan bahwa perbaikan jalan sementara ini dapat membantu memperlancar arus mudik dan meningkatkan kenyamanan bagi para pemudik,” tuturnya.

Diungkapkannya bahwa, BPJN Riau telah menempatkan 12 titik posko siaga bencana dan posko mudik di sepanjang jalan nasional Riau.

“Posko-posko ini akan terintegrasi dengan teman-teman dari pemda dan dirlantas untuk memastikan kelancaran arus mudik.” kata kepala BPJN Riau ini.

Sementara itu, Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin menjelaskan, Pemkab Pelalawan telah menyiapkan alat berat untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga akibat jalan berlubang banjir di Jalan Lintas Timur. “Kami berharap bahwa perbaikan jalan sementara ini dapat membantu memperlancar arus mudik dan meningkatkan kenyamanan bagi para pemudik,” ujarnya.

Aktivitas Penumpang Meningkat di Terminal BRPS

Ribuan pemudik sudah berangkat dari Terminal Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru menuju sejumlah daerah seperti ke Pulau Jawa dan lainnya. Wasatpel Terminal Tipe A BRPS Pekanbaru Bambang Armanto mengatakan, aktivitas penumpang sudah mulai meningkat, tetapi belum signifikan.

Kenaikan baru mencapai 5 persen jika dibandingkan dengan hari biasanya. “Kalau jumlah data hari ini (kemarin, red) kami belum dapat, tetapi kalau jumlah data kemarin, Ahad (23/3) sudah 80 unit keberangkatan dengan jumlah penumpang 1.738 orang tujuan Sumatera Utara dan Pulau Jawa,” ujarnya, Senin (24/3).

Lanjutnya, artinya ini sudah ada peningkatan dan pihaknya memprediksi arus puncak mudik ke Pulau Jawa itu terjadi pada 25-27 Maret. Sementara untuk ke Pulau Sumatera puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 27-29 Maret.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk ketersediaan tiket-tiket regular, berdasarkan informasi yang diterima sudah hampir habis terjual. “Berdasarkan hasil rapat, kami pantau dan kami tanya sudah hampir penuh. Mungkin nanti akan ada armada tambahan,” jelasnya. Kemudian, untuk harga tiket kelas ekonomi tetap. Tidak ada terjadi kenaikan antara tarif batas atas dan tarif batas bawah. Tetapi nanti untuk kelas eksekutif AC kenaikan tarif sekitar 20-25 persen. “Kalau untuk kelas ekonomi tidak ada kenaikan tarif,” ujarnya.(dof/sol/amn/das)

Editor : Arif Oktafian
#truk sumbu tiga #terminal brps #kelancaran lalu lintas #arus mudik lebaran #dilarang beroperasi