BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Arus balik Idulfitri 2025 di jalan lintas Riau-Sumatera Barat (Sumbar) via jalan Tol XIII Koto Kampar-Sungai Pinang terpantau ramai, Ahad (6/4). Walaupun terjadi peningkatan volume kendaraan, jalan lintas Riau-Sumbar ini masih terkendali dan lancar.
‘’Kendaraan di Gerbang Tol XIII Koto Kampar menuju Gerbang Tol Sungai Pinang terpantau ramai, tapi lancar,’’ jelas Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kasatlantas Polres Kampar AKP Vino Lestari, Ahad (6/4).
Vino Lestari menambahkan, di exit Gerbang Tol Sungai Pinang juga terpantau kendaraan cukup ramai antre. ’’Kami kembali mengingatkan kepada pengendara arus balik kalau lelah atau mengantuk untuk beristirahat di rest area. Utamakan keselamatan daripada kecepatan,’’ imbaunya.
Sementara itu, puncak arus balik dari Sumbar melewati Rimbo Panjang menuju Kota Pekanbaru masih terjadi kepadatan. Kendaraan, baik itu roda dua maupun roda empat terlihat ramai memadati Simpang Garuda Sakti. Kendaraan terlihat silih berganti memasuki Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pekanbaru, Yuliarso mengatakan arus balik kendaraan dari arah Sumatera Barat menuju Kota Pekanbaru sudah mulai terlihat sejak, Jumat (4/4). “Ada peningkatan kendaraan pada arus balik dalam tiga hari ini sehingga terjadi kepadatan kendaraan di Simpang Garuda Sakti menuju Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, tim gabungan pengamanan Idulfitri 1446 H telah menyiapkan empat posko pemantauan arus balik. Salah satunya di Simpang Jalan Garuda Sakti. Personel yang berada di posko tersebut siap memonitor arus lalu lintas untuk memastikan keamanan dan memberikan pelayanan yang baik. “Ada empat pos bersama-sama untuk memonitor arus lalu lintas dan memberikan pelayanan kepada pemudik selama arus balik,” ujarnya.
Para pemudik tampak memadati Terminal Tipe A Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru, Ahad (6/4). Wasatpel Terminal Tipe A BRPS Pekanbaru, Bambang Armanto mengatakan, puncak arus balik terjadi sejak Sabtu (5/4) dan Ahad (6/4).
‘’Berdasarkan data, pada Sabtu (5/4) tercatat, jumlah kedatangan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mencapai 76 unit dengan total penumpang sebanyak 1.211 orang. Sementara untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) terdapat 66 unit dengan 871 penumpang. Kemudian untuk keberangkatan, sebanyak 73 unit bus dan jumlah penumpang sebanyak 1.490 orang,’’ ujarnya.
Arus balik kendaraan yang melintasi Kabupaten Kuansing terlihat lancar. Tidak ada penumpukan maupun kemacetan, baik yang datang dari arah Sumatera Barat, Inhu maupun dari arah Pekanbaru menuju Kabupaten Kuansing. Begitu juga dari arah sebaliknya, dari Telukkuantan ke Sumatera Barat melewati Kiliran Jao, Telukkuantan Rengat Inhu dan Telukkuantan ke Pekanbaru.
Dari pantauan jajaran Polres Kuansing, hingga Ahad (6/4), arus lalu lintas terpantau sedang lancar. “Pantauan kami di ruas jalan lintas Lubuk Jambi ke Sumatera Barat sedang lancar. Begitu juga rute lain,” papar Kapolres Kuansing AKBP Angga Febrian Herlambang SIK SH melalui Kasat Lantas AKP A Ramadhan.
Dijelaskan Kasatlantas A Ramadhan, dia bersama beberapa orang personel melakukan peninjauan ruas jalan lintas Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik sambil melakukan pengaturan lalu lintas. Meski demikian, dia mengimbau pengendara tetap fokus berkendaraan, mematuhi rambu-rambu jalan raya dan menjaga jarak antarkendaraan serta mengatur kecepatan laju kendaraan.
Kondisi jalan lintas provinsi di wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) juga masih terpantau normal dan lancar. Belum ada lonjakan signifikan kendaraan yang kembali dari kampung halaman baik dari arah Sumatera Utara (Sumut) maupun Sumbar atau menuju kota yang ada di Riau.
Namun jajaran Polres Rohul bersama personel gabungan dari 4 titik pos pelayanan dan pos pengamanan (PAM) Idulfitri 2025 tetap menggelar kegiatan pengamanan dan pengaturan lalu lintas secara intensif di berbagai titik strategis yang rawan kemacetan di Rohul. Kapolres Rohul AKBP Budi Setiyono SIK MH melalui Kasubsi Penmas IPDA S Jonrefli SAP menyebutkan, kondisi arus lalu lintas masih tergolong landai.
“Sampai saat ini arus balik di sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Lintas Riau-Sumatera Barat masih berjalan lancar. Belum ada kepadatan berarti, namun kami tetap siaga untuk antisipasi puncak arus balik,” ujar IPDA S Jonrefli, Ahad (6/4).
Diakuinya, pengaturan arus balik ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan lalu lintas. Jon Refli menyebutkan, petugas gabungan yang ditempatkan selama 24 jam. Mereka selalu siaga dan turun ke jalan mengatur arus lalu lintas bilamana terjadi antrean kendaraan bermotor dan mengurai kemacetan.
Ditegaskannya, adanya antrean panjang kendaraan disebabkan kerusakan jalan dan jembatan yakni Jembatan Kumu Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir dengan kondisi lebar jembatan yang sempit. Kemudian antrean panjang kendaraan di Jembatan Sungai Rokan di Desa Suka Damai Kecamatan Ujungbatu akibat diberlakukan buka tutup dengan satu arah karena kondisi jembatan yang miring dan rusak.
‘’Petugas gabungan di Pospam Jembatan Sungai Rokan Ujungbatu selalu aktif dalam memberikan pelayanan informasi dan pengaturan arus lalulintas bagi pengendara bermotor yang harus antrean melintasi jembatan baik dari dua arah,’’ tegasnya.
Jonrefli mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik dan kendaraan serta tidak memaksakan perjalanan jika lelah. ‘’Dukung kinerja kepolisian dengan tertib berlalu lintas dan menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing sangat diharapkan,’’ ujarnya.
Di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Pelalawan, arus lalu lintas kembali mengalami peningkatan signifikan. Ahad (6/4), kendaraan yang melintas sudah mencapai angka 2.011. Namun, arus lalu lintas di jalan lintas Provinsi tersebut masih tetap berjalan lancar tanpa adanya kemacetan.
“Ya, kalau diprediksi peningkatannya sekitar 30 persen dari hari biasa atau sebanyak 2.011 kendaraan yang melintasi jalintim. Rinciannya yakni 620 kendaraan roda dua, 1.371 kendaraan roda empat, dan 20 kendaraan bus penumpang,” terang Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri SIK melalui Kapolsek Ukui AKP Rudi Hardiyono SH kepada Riau Pos, Ahad (6/4).
Dikatakan Rudi, peningkatan volume kendaraan tersebut terjadi sejak Sabtu (5/4) lalu. Mayoritas peningkatan kendaraan terjadi pada sore hingga malam hari. “ Sabtu (5/4) lalu sebanyak 900 kendaraan. Sedangkan Ahad (6/4) ini, tercatat sebanyak 1.111 kendaraan,” ujarnya.
Pihaknya bersama Satlantas dan personel gabungan telah disiagakan di titik yang masuk daerah rawan macet, rawan langgar, dan rawan kecelakaan (laka). “Selain itu, ratusan personil gabungan juga masih tetap siaga berjaga di empat pospam dan satu posyan yang tersebar di Jalan Lintas Timur, khususnya di wilayah Kecamatan Ukui,” tuturnya.
Di Rokan Hilir (Rohil), Satlantas Polres Rohil melaksanakan kegiatan patroli di titik perbatasan Rohil-Bengkalis-Dumai dan perbatasan Riau-Sumut, Sabtu (5/4). “Diharapkan kegiatan tersebut dapat memberikan rasa aman, nyaman kepada masyarakat penguna jalan dan arus lalu lintas berjalan lancar,” ujar Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni SIK MSi melalui Kasatlantas Polres Rohil AKP Luthfi Indra Praja STrK SIK.
Selain itu terangnya, keberadaan personel diharapkan bisa menjalankan tugas dengan baik dan akan memberikan dampak dengan menurunnya angka dan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. “Kami turut mengingatkan kepada masyarakat, apabila membawa kendaraan harus melengkapi surat-surat kendaraan, seperti SIM dan STNK serta memakai Helm SNI,” ujarnya.
Sementara itu, arus balik di Pelabuhan Ro-Ro Air Putih Bengkalis sudah mulai lengang, Ahad (6/4). Bahkan antrean sepeda motor yang biasanya sampai ke SPBU Air Putih, sudah tak terlihat lagi, sampai sore pukul 17.45 WIB.
Dari pantauan di lapangan, sejak pagi kendaraan roda dua masuk ke jalur antrean sudah sampai ke ruang tunggu. Bahkan antrean mobil di jalur tunggu di dermaga sampai sore terlihat hanya beberapa mobil yang menunggu. Mobil yang antre di bagian jalur terakhir tinggal dua baris karena mobil tersebut menunggu Ro-Ro yang masih dalam perjalanan dari Dermaga Sungau Selari Pakning.
Kepala UPT Penyeberangan Dishub Bengkalis Rasmiati menyebutkan, pihaknya terus memantau pergerakan arus balik yang berjalan cukup lancar. “Ya, sampai saat ini lancar dan tidak ada lagi antrean kendaraan yang panjang seperti dua hari lalu. Jadi kita belum memperkirakan puncaknya kapan karena besok (hari ini, red) hari terakhir libur bagi ASN,” ujarnya.
Di Pelabuhan Domestik dan Internasional, Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kepulauan Meranti mulai diwarnai penumpukan calon penumpang, Ahad (6/4) siang. Pantauan Riau Pos, juga terdapat penumpang tak kebagian tiket tujuan Tanjung Buton, Bengkalis.
Tidak hanya pada titik tujuan tersebut, kondisi yang serupa turut dirasakan calon penumpang tujuan Tanjung Balai Karimun hingga Batam Kepulauan Riau. Dalam mengurai pergerakan penumpang, petugas gabungan memberlakukan empat antrean pintu masuk dermaga.
Situasi penumpang cukup padat di pintu ketiga menuju trestel domestik. Meskipun tampak berdesakan, situasi masih terpantau aman dan terkendali oleh jajaran petugas gabungan dari KSOP, Pelindo, kepolisian, dan petugas Dishub Kepulauan Meranti.
Potensi peningkatan arus penumpang ini juga diakui oleh Kepala KSOP Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo melalui Petugas Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan Ade Kurniawan. Prediksi puncak arus balik Ahad (6/4) sudah disampaikan jauh hari oleh pihaknya.
Meskipun demikian ia belum bisa membeberkan rinci peningkatan arus karena pendataan rampung dilansir usai pergerakan armada selesai. Namun dari rangkuman pendataan mulai dari H-15 hingga H+3 terjadi peningkatan arus di Pelabuhan Tanjung Harapan jika dibandingkan dengan data tahun lalu.
Setidaknya saat ini sudah tercatat 64.533 orang terdiri dari 38.716 penumpang yang turun, dan 25.817 orang penumpang yang naik. Sementara tahun lalu pada rentang waktu yang sama penununpang turun dan naik hanya 61.983 orang saja. “Dengan demikian dapat dipastikan bedasarkan perbandingan arus penumpang tahun ini naik 4,1 persen,” ujarnya.
Di Pelabuhan Tanjung Buton, Ahad (6/4), penumpang yang datang sebanyak 1.163 dan penumpang berangkat 1.408 orang. Demikian dikatakan Kapolsek Sungai Apit AKP Rinaldi yang setiap hari memantau arus mudik dan arus balik di Pelabuhan Tanjung Buton, Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Siak.
Rata-rata kapal yang sandar dan berangkat 17 sampai 20 kapal, tujuan Selatpanjang dan sekitarnya, serta beberapa ada ke Kepulauan Riau (Kepri). “Adapun kapasitas kapal mulai dari 35 penumpang sampai 258 penumpang,” jelas Kapolsek Rinaldi.
Rinjaldi mengatakan, setiap hari pergerakan penumpang berubah-ubah, namun sejak sebelum Idulfitri sampai setelah Idulfitri aktivitas penumpang yang turun dan naik fluktuatif. “Puncak puncak arus balik, Sabtu (5/4) dan Ahad (6/4),” jelas Kapolsek Rinaldi.
Kapolsek Rinaldi juga menjelaskan sejauh ini situasi Pelabuhan Tanjung Buton dalam keadaan aman dan terkendali. Apalagi ada pos pelayanan terpadu yang melibatkan personel Polres, Polsek, Koramil, Dishub, Satpol PP, dan tenaga medis.
Baca Juga: Overkapasitas Lapas dan Rutan di Riau Capai 279 Persen, Alami Penurunan
SSK II Layani 11.754 Penumpang
Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru melayani 11.754 penumpang di momentum puncak arus balik, Sabtu (5/4). General Manager PT Angkasa Pura Indonesia, Radityo Ari Purwoko mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari dan 72 penerbangan.
Ia menjelaskan, selama 16 hari atau 21 Maret 2025 sampai 5 April 2025, maka Bandara SSK II Pekanbaru telah melayani sebanyak 169.891 penumpang dan 1.108 penerbangan. “Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 lalu, maka jumlah penumpang mengalami pertumbuhan sebesar 5,9 persen, sedangkan jumlah pesawat mengalami penurunan atau minus 10,4 persen,” terangnya, Ahad (6/4).
Oki sapaan akrabnya mengatakan bahwa kegiatan operasional Bandara SSK II Pekanbaru sejauh ini berjalan aman dan lancar dengan ontime performance atau OTP sebesar 82 persen dan ini lebih baik dibandingkan rata-rata OTP nasional yaitu 74 persen.
“Sampai saat ini hanya terjadi satu keterlambatan penerbangan yaitu penerbangan Airasia tujuan Kuala Lumpur pada 31 Maret 2025 yang mengalami technical reason, sehingga harus kembali ke apron yang mengakibatkan terjadinya keterlambatan 60 menit. Hal ini dilakukan demi keselamatan penumpang,” paparnya.
Pada sisa periode Posko Angkutan Idulfitri Tahun 2025 sampai dengan 11 April 2025 nanti, Oki berharap semua kegiatan operasional penerbangan dapat berjalan aman dan lancar tanpa ada kendala yang berarti.(kom/dof/dac/epp/amn/fad/ksm/wir/mng/azr)
Editor : Arif Oktafian