Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Macet Parah Akibat Arus Balik Disertai Banjir

Redaksi • Selasa, 8 April 2025 | 09:24 WIB
Pengendara roda dua dan roda empat terjebak macet parah di Jalan HR Soebrantas hingga flyover persimpangan Pasar Pagi Arengka menuju arah barat, Pekanbaru, Senin (7/4/2025).
Pengendara roda dua dan roda empat terjebak macet parah di Jalan HR Soebrantas hingga flyover persimpangan Pasar Pagi Arengka menuju arah barat, Pekanbaru, Senin (7/4/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kepadatan arus balik terjadi di pintu masuk Kota Pekanbaru, Senin (7/4) malam. Kemacetan panjang terjadi di dua jalur, mulai dari Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang Rimbo Panjang Kampar hingga ke Jalan HR Soebrantas Pekanbaru, tepatnya di flyover Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru. Kemacetan terjadi mulai sore hingga pukul 22.00 WIB.

Kondisi ini terjadi diduga bukan hanya karena meningkatnya kendaraan yang datang dari arah Sumatera Barat menuju Pekanbaru, tapi juga dikarenakan banjir menggenangi beberapa titik sepanjang jalan tersebut. Seperti di simpang Tobek Godang (HR Soebrantas-SM Amin), di depan simpang Jalan Delima, di depan RM Bareh Solok dan di bawah flyover Pasar Pagi Arengka (persimpangan HR Soebrantas-Soekarno Hatta).

Lalu lintas pun padat merayap. Kendaraan roda empat maupun truk yang melintas hanya bisa bergerak pelan. Para pengendara yang tampak tidak sabar agar dapat segera melewati kemacetan di sepanjang Jalan HR Soebrantas tersebut. Terutama di depan Riau Garden yang menjadi sumber titik macet parah.

Kapolsek Binawidya Pekanbaru Kompol Ihut Manjola Tua SH MH melalui informasi dari salah seorang personelnya Dodi Kurniawan yang bertugas mengurai kemacetan di persimpangan Tobak Godang (HR Soebrantas-SM Amin) mengatakan, hujan deras yang menyebabkan banjir dan mengakibatkan terjadinya macet parah.

‘’Genangan air di beberapa titik mengakibatkan terjadi macet parah dan lalu lintas jadi padat merayap di sepanjang Jalan HR Soebrantas. Selain itu, meningkatnya jumlah kendaraan arus balik dari arah Sumbar juga menjadi salah satu faktor,’’ ujarnya kepada Riau Pos, Senin (7/4) malam.

Joko, salah seorang warga Jalan Pinang, Kecamatan Marpoyan Damai, saat melintas di Jalan HR Soebrantas terjebak macet dari sore hingga malam hari. “Macetnya berjam-jam. Sampai malam hari. Pokoknya macet itu disebabkan oleh banjir yang terjadi di beberapa titik di jalan HR Soebrantas. Mulai dari Pasar Pagi Arengka sampai SM Amin,” ujarnya.

Joko mengatakan, sempat mencoba mencari jalan alternative atau jalan tikus untuk menghindari kemecatan di sepanjang jalan HR Soebrantas, tapi juga terjebak macet. “Saya juga lewat jalan alternatif seperti Jalan Melur menuju ke Jalan Suka Karya, tetapi ternyata juga macet,” katanya.

Pengendara roda dua di Jalan HR Soebrantas lainnya bernama Rizal, mengatakan, beberapa lokasi di Jalan HR Soebrantas memang menjadi langganan banjir ketika hujan deras. Tampak air meluap dari drainase karena drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan sehingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu.

“Ini sudah menjadi pemandangan yang biasa di Kota Pekanbaru, permasalahan banjir yang tidak kunjung bisa teratasi. Kami berharap agar pemerintah bisa segera menyelesaikan permasalahan banjir terutama di Jalan HR Soebrantas ini,” harapnya.

Sementara itu, genangan banjir di depan simpang Jalan Delima cukup dalam. Bahkan para pengendara harus berjalan perlahan-lahan. Pengendara sepeda motor juga tidak berani menambah laju kendaraan. “Banjir dalam sekali, takut juga, kayak lautan,” sebut Edi pengendara yang melintas.

Genangan banjir juga terjadi di sekitaran Pasar Pagi Arengka atau di bawah flyover. Di sini banjir juga sudah seperti lautan. Sebagian pengendara sepeda motor banyak yang berhenti dan tidak berani menerabas banjir. ‘’Banjir lagi banjir lagi, sudah jadi langganan. Saya tak berani menerabas banjir, tunggu sebentar lagi juga surut,” sebut Wendi, pengendara sepeda motor yang ditemui Riau Pos di lokasi.

Tak hanya di HR Soebrantas, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di Jalan Arifin Achmad. Genangan banjir ini mencapai kedalaman hingga 30-40 sentimeter (cm). Bahkan sejumlah pengendara sepeda motor tidak berani menerabas banjir.

Pengendara sepeda motor yang mencoba menerobos terpaksa menerima konsekuensi sepeda motor mereka mati tiba-tiba karena air masuk melalui lubang knalpot. “Masuk air kayaknya, tiba-tiba mati tak bisa di-stater lagi,” ujar Irwan pengendara di Jalan Arifin Ahmad.

Arus lalu lintas pun terganggu karena laju kendaraan hanya dapat berjalan melambat. “Setiap hujan pasti banjir, hujan tadi (kemarin, red) deras sekali, sebentar saja sudah menggenang airnya di jalan ini,” tambah Dani pengendara lainnya yang melintas.

Jalan Srikandi, Kecamatan Binawidya juga digenangi air. Pantauan Riau Pos, buruknya sistem drainase membuat air tidak mengalir dengan baik dan meluap ke badan jalan. Genangan air cukup dalam mencapai 80 cm. Namun, beberapa pengendara roda dua tampak nekad melintas.

Rahmat, pengendara roda dua yang melintas di jalan tersebut mengatakan, memang Jalan Srikandi menjadi langganan banjir apabila hujan. “Nanti surutnya baru beberapa jam kemudian. Selain itu macet pun tak terhindarkan. Banjir tidak hanya melanda Jalan Srikandi, saya lewat di Jalan Soekarno-Hatta ujung juga banjir dan ketinggian air mencapai 50 sentimeter,” kata Rahmat.

Ia berharap masalah-masalah perkotaan seperti genangan dan macet bisa cepat diselesaikan oleh pemerintah. “Kalau kita lihat kan pasti permasalahan di sistem drainase yang buruk. Bahkan ada di beberapa ruas jalan di depan ruko atau toko itu tidak ada drainase, atau drainase tersumbat. Bahkan ada drainase yang ditutup dan disemenisasi untuk dijadikan jembatan,” katanya.

Selain itu, di Jalan Melati, Ahmad Dahlan, Teratai menjelang Pasar Kodim, serta Jalan Balam juga banjir. Namun genangan cepat surut karena hujan tidak terlalu deras. Seorang pengelola kedai kopi Zulfikri mengatakan, banjir yang terjadi awal pekan tidak separah sehari sebelumnya.

Hujan menurutnya juga tidak berlangsung lama.’’Hujan tidak terlalu lebat, tidak sampai satu jam, tapi tetap saja banjir kalau di wilayah Sukajadi ini,’’ sebut pria yang akrab disapa Zul ini.

Selain itu, genangan juga terlihat di Jalan Rajawali, di sekitar kuburan. Selain itu Jalan Melur, di depan Hotel Sukajadi juga banjir. Kondisi menurut seorang pengendara, Aldino Putra juga terkena dampak seperti biasanya. ‘’Di sana (Hotel Sukajadi, red) itu selalu tergenang. Itu sudah langganan banjir. Kalau hujan, biasa saya tidak lewat sana,’’ ujar pemuda yang mengaku tinggal di sekitar Pasar Kodim ini.

Dermaga Ro-Ro Air Putih Bengkalis Lancar

Arus balik di penyeberangan Ro-Ro Air Putih Bengkalis tidak ada peningkatkan dan malah terpantau lancar dan aman, Senin (7/4). Meski saat pagi sampai siang sempat terjadi lonjakan penumpang dan antrean, namun tak separah saat H+3 dan H+4 lalu, di mana antrean mengular hingga ke perbatasan Desa Sungai Alam.

Bahkan sore sekitar pukul 17.30 WIB kemarin, kendaraan roda dua maupun empat sudah memasuki ruang antrean di Dermaga Ro-Ro dan nyaris semua kendaraan sudah diseberangkan. Tak hanya itu penyeberangan Ro-Ro dari Dermaga Sungai Selari-Pakning juga terpantau sangat lancar dan tidak ada lagi antrean panjang.

Jadi, prediksi akan terjadi puncak kemacetan pada arus balik menjelang berakhirnya masa libur panjang ternyata tidak terjadi. “Alhamdulillah lancar penyeberangannya. Juga tak perlu antrean lama untuk menyeberangi Selat Bengkalis dengan menggunakan kapal Ro-Ro,” ujar Andi, salah seorang penumpang Ro-Ro tujuan Dumai.

Ia menyebutkan, sistem booking tiket dan genap ganjil memang ada kekurangan dan kelemahan. Namun kebijakan itu cukup lumayan jika dibandingkan tahun lalu. Hanya saja petugas Dishub Bengkalis kurang sosialisasi terkait penerapan sistem tersebut.

“Kita mengharapkan ada sosialisasi yang masif dilakukan petugas. Memang di sisi lain masih minimnya armada kapal Ro-Ro jadi salah satu penyebab sehingga pergerakan penumpangnya juga lama,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Muhammad Adi Pranoto mengatakan, antrean yang terjadi sebelumnya disebabkan banyak masyarakat pengguna jasa penyeberangan menuntut mendapat tiket yang telah habis terjual secara online.”Kita tetap mengakomodir dengan menjual tiket sisa kuota booking secara offline, ada berjumlah 62 tiket,” ujarnya.

1.360 Datang dari Tanjung Buton

Puncak arus balik di Pelabuhan Tanjung Buton, Mengkapan Siak terjadi, Senin (7/4), sebanyak 1.360 orang turun atau datang dan 1.579 yang berangkat. Sehari sebelumnya, Ahad (6/4), jumlah penumpang datang 1.163, dan penumpang berangkat 1.408 orang.

Kapolsek Sungai Apit AKP Rinaldi mengatakan, rata-rata kapal yang bersandar dan berangkat 17 sampai 20 kapal, tujuan Selatpanjang dan sekitarnya, serta beberapa ada yang ke Kepulauan Riau (Kepri). “Adapun kapasitas kapal mulai dari 35 penumpang sampai 258 penumpang,” jelas Kapolsek Rinaldi.

Tak hanya di pelabuhan, Polres Siak juga memberikan empati kepada masyarakat dan para pemudik arus balik yang terdampak banjir di Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton, tepatnya di Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak.

Banjir lebih setengah meter ini sudah dua bulan terjadi dan menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama pengguna jalan lintas ini. Kanal di jalur ini perlu dibersihkan sehingga air tidak lagi menggenang di jalan nasional ini.

Demikian dikatakan Kasatlantas Polres Siak AKP Kaliman SH MM, bersama Kabagops Kompol Didi Antoni SH MH. Menurut Kasatlantas Kaliman, sejak Ahad (6/4) sampai Senin (7/4), pihaknya berjibaku membantu warga dan pemudik yang melintasi jalan itu menuju Pelabuhan Tanjung Buton dan wilayah sekitarnya seperti Mengkapan, Rawa Mekar Jaya, dan Penyengat.

“Melalui Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025, personel Polres Siak kami kerahkan membantu mengevakuasi kendaraan, mengatur lalu lintas hingga memberikan bantuan fisik langsung kepada pengendara yang kesulitan melewati genangan air. Beberapa titik yang paling terdampak, termasuk Simpang Doral menjadi fokus kami,” ujarnya.

Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri terhadap keselamatan masyarakat, khususnya para pemudik yang sedang melakukan perjalanan balik. “Kami berkomitmen memberikan pengamanan maksimal di tengah situasi cuaca ekstrem ini. Keselamatan dan kelancaran arus balik menjadi prioritas kami,” katanya.

Dengan intensitas hujan yang diperkirakan masih tinggi dalam beberapa pekan ke depan, masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada. Kaliman menegaskan akan menyiagakan personelnya setiap hari di lokasi genangan itu, sampai air benar-benar surut dan aktivitas kembali berjalan lancar.(ilo/dof/end/ksm/mng/das)

Editor : Arif Oktafian
#macet banjir pekanbaru #macet pekanbaru #flyover pasar pagi arengka #arus balik lebaran #macet arus balik