JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Gelombang pertama keberangkatan jemaah calon haji (JCH) bakal dimulai pada 2 Mei 2025. Direktorat Layanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag) terus menggenjot proses penerbitan visa. Sementara itu, hingga Kamis (17/4), sudah 5.368 JCH Riau melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).
Terkait visa, hingga Rabu (16/4), secara nasional sudah 32.000 visa JCH berhasil diterbitkan. Sedangkan permohonan visa yang diajukan melalui sistem e-Hajj telah menyentuh lebih dari 80.000 dokumen atau setara 45 persen dari total target.
”Yang sudah terbit visanya 32.000. Kita terus kejar agar semua selesai tepat waktu,” ujar Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhammad Zain di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Untuk memastikan proses berjalan cepat dan tepat waktu, Kemenag mengerahkan 82 petugas yang bekerja dalam dua sif selama 24 jam penuh. Sif pertama bekerja pukul 08.00-20.00 WIB, dilanjutkan sif kedua pada pukul 20.00–08.00 WIB. ”Kami kerja nonstop demi memastikan jemaah bisa berangkat sesuai jadwal,” tegas Zain.
Menurut Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 H yang telah diterbitkan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, JCH dijadwalkan masuk asrama haji pada 1 Mei 2025. Sehari kemudian atau 2 Mei 2025, jemaah mulai diberangkatkan ke Tanah Suci secara bertahap dari embarkasi masing-masing.
Dari sisi data, Zain menyampaikan, kuota jemaah haji reguler tahun ini sebanyak 203.000 orang dan sudah terpenuhi melalui proses pelunasan. Bersamaan dengan itu, dokumen-dokumen pendukung dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag di seluruh Indonesia juga hampir 99 persen rampung.
Meski administrasi pelunasan berjalan lancar, Zain tetap mengingatkan adanya potensi pembatalan karena faktor kesehatan. Karena itu, pihaknya juga menyiapkan mekanisme penggantian cepat, baik melalui pendamping maupun keluarga, selama masih dalam batas waktu yang memungkinkan. ”Proses terakhir yang sangat krusial memang visa. Tapi, tim kami siap dan sudah sangat terlatih,” ujarnya.
Dengan sistem kerja nonstop dan kolaborasi antarkementerian serta otoritas Saudi, pelaksanaan haji tahun ini diharapkan berjalan lancar dan tertib. Jemaah diminta terus mempersiapkan diri, baik secara fisik, mental, maupun administratif, menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Jemaah Pekanbaru Kloter Pertama Riau
Jadwal pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahap II berakhir, Kamis (17/4) dan diperpanjang hingga 25 April. Hingga (17/4), terdata 5.368 JCH Riau yang telah melakukan pelunasan.
Dari jumlah ini, 4.187 jemaah sesuai melakukan pelunasan saat tahap I dan sisanya 265 jemaah di tahap II (jemaah yang mengalami kegagalan sistem, pendampingan lansia, penggabungan mahram dan pendamping penyandang disablitas) serta 916 jemaah cadangan.
Kuota JCH Riau untuk musim haji 1446 H/2025 mencapai 5.047 orang. Kuota tersebut terdiri dari 4.751 jemaah reguler, 252 jemaah lansia, serta 36 petugas haji daerah yang akan mendampingi jamaah selama pelaksanaan ibadah haji dan petugas KBIHU 5 orang.
JCH asal Kota Pekanbaru dipastikan Kelompok Terbang (Kloter) 1 Provinsi Riau yang akan diberangkatkan lebih dahulu menuju asrama haji Embarkasi Batam. “Jemaah masuk asrama haji Batam pada 3 Mei mendatang,” ujar Kabid Haji Kemenag Provinsi Riau, Defizon Kamis (17/4).
Defizon menambahkan, selanjutnya diikuti Kloter 2 Riau atau Kloter 4 Embarkasi Batam. Kedua kloter penuh ini masing-masing terdapat sebanyak 445 jemaah. “Kloter 3 dan 4 Batam ini jemaah kloter penuh asal jemaah Kota Pekanbaru,” tambahnya.
Saat ini kegiatan manasik haji sudah dilaksanakan di sejumlah Kantor Kemenag kabupaten/kota di Riau. Di Pekanbaru digelar Sabtu (19/4) mendatang. Setiap jemaah diminta hadir manasik haji agar menjadi jemaah mandiri saat melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci Mekkah.
Keberangkatan 339 JCH Inhu Dibagi Dua Kloter
JCH Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun 2025 sebanyak 339 orang yang berasal dari sejumlah kecamatan di Inhu, kecuali Kecamatan Rakit Kulim. “JCH Kabupaten Inhu berpotensi bertambah dari jumlah saat ini yakni 339 orang. Karena hingga 25 April mendatang masih ada tahap pelunasan,” ujar Kakan Kemenag Inhu, Dr Darwison MA melalui Kasi Haji, Abdul Razak, Kamis (17/4).
Sesuai jadwal yang telah disusun sebutnya, keberangkatan JCH dibagi dalam dua kloter karena JCH asal Inhu tidak mencukupi untuk satu penerbangan. Satu kali penerbangan hanya 442 orang sehingga keberangkatan JCH Inhu tergabung dengan jemaah dari kabupaten/ kota di Riau lainnya.
Abdul Razak menjelaskan, keberangkatan pertama sebanyak 131 JCH tergabung dalam Kloter 8 pada 7 Mei 2025 menuju Embarkasi Batam. Keberangkatan kedua menuju Embarkasi Batam sebanyak 208 orang pada 9 Mei 2025.
JCH ini sudah menjalani manasik haji tingkat kecamatan selama delapan hari yakni mulai tanggal 12 April lalu. “Jadwal manasik haji tingkat kabupaten dijadwalkan pada 20 hingga 23 April,” sambungnya.
Lebih jauh disampaikannya, rute keberangkatan menuju Embarkasi Batam masih dalam tahap pembahasan. Karena ada beberapa alternatif, yakni melalui Pekanbaru dan melalui Tembilahan serta melalui Bandara Japura.
Namun demikian, keberangkatan menuju Embarkasi Batam diserahkan kepada keinginan JCH. “Kemarin kami juga sudah ekspose jadwal dan tahapan kepada bupati,” terangnya.
Dalam pada itu, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto menegaskan, Pemkab Inhu akan mencari jalur transportasi terbaik, bisa melalui jalur laut, darat ke Pekanbaru, maupun udara. Selain itu, Pemkab Inhu memastikan ketepatan waktu keberangkatan.
“Pemkab mengupayakan agar jemaah bisa diberangkatkan sesuai jadwal yang paling efisien. Kemudian, Pemkab Inhu juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Inhil untuk memastikan kemudahan akses pelabuhan di Tembilahan untuk jalur laut menuju Batam,” sebut Bupati.
JCH Inhu Manasik Secara Zoom di Bukit Kapur
Pelaksanaan manasik haji secara nasional akan dilaksanakan 19 April 2025 di semua kecamatan di Dumai. Untuk wilayah Kota Dumai, pelaksanaan manasik haji secara zoom nasional dipusatkan di wilayah Kecamatan Bukit Kapur.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Kasi Urusan Haji dan Umrah Sudarmanto kepada awak media, Kamis (17/4) di Dumai. ”Untuk kegiatan manasik haji secara zoom itu, kita dari Dumai gabung saja yang dipusatkan di Kecamatan Bukit Kapur,” kata Sudarmanto.
Usai manasik haji secara zoom nasional ini, lanjut Sudarmanto, kegiatan serupa turut dilakukan untuk tingkat Kota Dumai. ”Hanya saja, pelaksanaan manasik haji untuk tingkat Kota Dumai, kita masih mengatur waktu yang tepat untuk kegiatannya,” kata Sudarmanto.
Sementara, JCH Kota Dumai tahun ini sebanyak 264 orang. Sedangkan yang masuk cadangan sebanyak 60 orang. Dan yang belum melunasi hanya tinggal 10 orang. Jelang pemberangkatan, tambah Sudarmanto, Kantor Kemenag Dumai terus melakukan persiapan.
Biaya Domestik Ditanggung Pemkab Kuansing
Kabar gembira bagi JCH Kuantan Singingi (Kuansing) tahun ini. Semua biaya perjalanan haji domestik ditanggung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing. Mulai dari pemberangkatan dari Telukkuantan menggunakan transportasi darat menuju Pekanbaru, lanjut ke Embarkasi Haji Batam. Kemudian kepulangan dari Debarkasi Batam menuju Telukkuantan.
“Hasil konfirmasi yang kami terima, perjalanan domestik ditanggung Pemkab Kuansing. Jemaah tidak lagi mengeluarkan biaya untuk itu (perjalanan domestik),” ungkap Plh Kemenag Kuansing, Bakhtiar Saleh, Kamis (17/4).
Dijelaskannya, JCH Kuansing berangkat pada 9 Mei 2025 dari Telukkuantan menuju Pekanbaru dan menginap satu malam di Hotel Aryaduta Pekanbaru. Lalu 10 Mei 2025 melanjutkan perjalanan ke Embarkasi Batam yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 15.00 WIB.
Kemudian pada 11 Mei 2025, semua JCH Kuansing yang tergabung dalam Kloter 10 bersama jemaah Kabupaten Inhu, terbang langsung ke Kota Madinah untuk melakukan beberapa rangkaian ibadah. JCH Kuansing akan didampingi satu pembimbing ibadah asal Desa Koto Baru Kuansing dan satu tenaga kesehatan dari Sentajo Raya.
Saat ini, semua JCH tengah mengikuti rangkaian manasik haji kecamatan hingga 28 April 2025. Manasik haji tingkat kecamatan dibagi dalam tiga rayon. Dan nanti pada 29 April 2025 akan mengikuti manasik haji tingkat kabupaten di Kantor Kemenag Kuansing.
Terkait koper jemaah, kata Bakhtiar Saleh, sudah sampai seluruhnya, yakni sebanyak 232 koper. “Karena yang baru pasti berangkat itu sebanyak 232 orang. Sisa 28 orang masih menunggu,”ujar Bakhtiar Saleh.
Bakhtiar Saleh mengatakan, sebetulnya sebelum diberangkatkan ke Embarkasi Batam, JCH Kuansing berjumlah 261 orang yang terdiri dari JCH reguler 198 orang, pendamping lansia dan mahram 15 orang, cadangan 47 orang.
Dari 47 orang cadangan ini, sebanyak 19 orang sudah dipastikan berangkat. Tinggal 28 orang yang masih menunggu. “Jadi jumlah keseluruhan yang sudah pasti berangkat 232 orang, dan menunggu 28 orang,” jelasnya.
Kampar Rapat Persiapan Manasik Kabupaten
Pemkab Kampar bersama Kantor Kemenag melaksanakan rapat pembekalan manasik haji dan pelaksanaan pemberangkatan JCH di Kantor Bupati Kampar, Rabu (16/4). Manasik haji tingkat kabupaten akan berlangsung 22 April-23 April 2025 di Islamic Center Bangkinang Kota dan Halaman Mahligai Bungsu.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kampar Misharti dan dihadiri forkopimda serta perangkat daerah terkait. Wakil Bupati Kampar Misharti menegaskan, pentingnya pemahaman manasik haji agar para jemaah dapat melaksanakan ibadah secara tertib, sah, dan penuh keikhlasan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan mematuhi arahan petugas. “Manasik ini adalah bekal penting dalam menjalankan ibadah haji. Pemkab Kampar akan terus berupaya memberikan pelayanan dan pendampingan terbaik agar para jemaah dapat beribadah dengan aman, tertib, dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat,” ujar Misharti.
JCH Kampar tahun ini mencapai 598 orang, dengan 42 orang sebagai jemaah cadangan. Keberangkatan dijadwalkan dimulai pada 5 Mei 2025, yang akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal kloter dari Kemenag RI.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kampar Fuadi Ahmad melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Zulfaimar mengatakan sudah rapat bersama Wabup Misharti untuk keberangkatan. “Pada 22 April akan dilaksanakan manasik umrah. Pagi seluruh jemaah masuk ke dalam Masjid Islamic Center sudah dengan pakaian ihram. Keluar dari Masjid Islamic Center berjalan kaki menuju Mahligai Bungsu untuk praktik tawaf dan sa’i,” jelas Zulfaimar.
Zulfaimar menambahkan, pada 23 April praktik ibadah haji. Paginya jemaah berkumpul di Mahligai Bungsu seolah-olah di Padang Arafah, tempat melaksanakan wukuf. Selain pembekalan ibadah, rapat juga membahas berbagai aspek teknis seperti pembagian kloter, pengaturan transportasi, pendampingan kesehatan, hingga pengamanan selama proses pemberangkatan.(ilo/kas/sah/dac/kom/dim/oni/jpg)
Editor : Rindra Yasin