PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Meningkatnya harga emas yang sempat Rp2 jutaan per gram berimbas kepada jual beli emas perhiasan. Hal tersebut terlihat di toko-toko emas yang berada di wilayah Sukaramai Trade Center (STC). Aktivitas jual beli tampak cukup sepi dan lengang, Rabu (23/4).
Masyarakat banyak yang mengurungkan niat membeli emas lantaran harganya yang melonjak tinggi. Salah seorang warga Pekanbaru bernama Suci mengaku masih menunggu momentum yang tepat untuk membeli emas.
“Sekarang masih wait and see. Mau beli harganya tinggi, tapi kalau nggak beli takutnya ke depan bisa lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Sebagai pecinta emas perhiasan, Suci mengaku memang sudah lama tidak membeli emas. Tepatnya sejak kenaikan yang terjadi secara besar-besaran. “Memang ada rencana beli untuk investasi, tapi masih mau lihat dulu ke depan seperti apa,” ungkapnya.
Lain Suci, lain pula Desy. Ia mengaku tetap membeli emas lantaran perlu untuk mas kawin pernikahan. “Ya tetap beli karena untuk mas kawin,” ujarnya saat ditemui di salah satu toko emas di STC.
Namun, rata-rata dari hasil wawancara Riau Pos dengan beberapa masyarakat, kebanyakan mereka masih menahan diri untuk membeli emas saat ini. Bahkan, beberapa ada yang memilih untuk menjual emas yang mereka punya lantaran tergiur buyback yang tinggi.
Sementara itu, dari sisi pedagang emas perhiasan di kawasan tersebut, mereka mengaku tingginya harga emas berimbas kepada penjualan yang menjadi lesu. Dikatakan oleh Rahmat, penjualan menurun cukup jauh. Bahkan momentum Ramadan dan Idulfitri juga tidak terlalu berpengaruh. “Baik yang jual ataupun beli sudah mulai berkurang. Karena emas yang mereka mau jual pun sudah tidak ada lagi,” ujarnya.
Harga emas perhiasan di Pekanbaru saat ini dibanderol sekitar Rp4,5 juta per emas atau per 2,5 gram untuk kadar 24 karat. Jika dihitung per gram, harga emas perhiasan 24 karat berada di angka Rp1,8 juta. Sedangkan harga emas kadar 22 karat dibanderol sekitar Rp1,4 juta per gramnya.
Rahmat memprediksi harga emas masih akan terus mengalami kenaikan. “Semoga bisa kembali normal dan perekonomian juga bisa kembali membaik,” harapnya.
Saat ini pihaknya juga melihat ada tren pembelian emas Antam di tengah masyarakat. “Sekarang sudah mulai banyak yang membeli emas Antam sebagai investasi. Tapi kami nggak punya banyak stok karena memang lebih fokus ke emas perhiasan,” ujarnya.
Emas Antam di Pegadaian dibanderol pada harga tertinggi tembus Rp2.125.000 per gram, Rabu (23/4). Harga ini tercatat menjadi yang termahal dibandingkan dengan emas jenis lainnya, seperti UBS dan Galeri24.
Tak Pengaruhi Aktivitas PETI
Di Telukkuantan, Kuantan Singingi (Kuansing) harga jual satu gram emas 16 karat mencapai Rp1.484.000 per gram dan Rp1,9 juta per gram untuk emas Antam di Toko Emas Diamond. Harga ini naik dibandingkan harga bulan lalu. Kenaikan harga emas itu, berpengaruh terhadap aktivitas penambagan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kuansing.
Aktivitas penambangan emas ilegal itu sudah belasan tahun terjadi. Meski harga emas naik atau turun, mereka tetap saja melakukan perusakan lingkungan. “Saya kita tidak ada hubungannya. Naik atau turun, para pelaku PETI tetap saja beraksi,” kata Kapolres Kuansing, AKBP Angga Febrian Herlambang SI SH, Rabu (23/4).(azr/dac)
Editor : Arif Oktafian