PEKANBARU (RIAU POS.CO) -- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Erisman Yahya memberikan teguran keras kepada dua SMA swasta yang tidak mengindahkan imbauan gubernur, yang masih tetap melaksanakan perpisahan di hotel.
Dua SMA swasta tersebut masih menggelar acara perpisahan di hotel. Padahal sudah jelas, Gubernur Riau sudah mengeluarkan imbauan dan surat edaran (SE) kepada SMA/SMK sederajat, baik itu swasta maupun negeri untuk tidak menggelar acara perpisahan di hotel.
"Kami sudah menegur dua sekolah swasta di Pekanbaru yang tetap menggelar perpisahan di hotel bersama siswanya tersebut," ujar Erisman Yahya, Kamis (24/4/2025).
Ia menjelaskan, imbauan gubernur sudah jelas dituangkan didalam SE tersebut dan sudah disampaikan kepada masing-masing SMA/SMK sederajat, baik itu swasta maupun negeri.
Salah satunya poin di dalam SE tersebut adalah, pihak sekolah untuk tidak melakukan acara perpisahan di hotel. Tetapi dilaksanakan di sekolah dengan sederhana saja. "Tetapi masih ada saja sekolah yang tak mengindahkan imbauan gubernur tersebut. Padahal imbauan tersebut bertujuan agar tidak membebani orang tua/wali murid. Dan acara perpisahan dapat dilakukan secara sederhana di sekolah," katanya.
Dia tidak menjelaskan secara detil, sekolah apa saja yang mendapatkan teguran tersebut, namun dirinya menegaskan teguran ini bersifat tertulis dan keras.
"Kami menegaskan jika masih tetap melanggar instruksi dari Pak Gubernur yang sebelumnya sudah diedarkan, maka bisa jadi nanti sanksi terberatnya pencabutan izin operasional sekolah," tegas Erisman.
Kedua sekolah swasta itu sudah menggelar perpisahan di hotel dan tidak mengacuhkan instruksi gubernur yang meminta semua sekolah, baik itu negeri dan swasta agar tidak menggelar acara perpisahan di hotel, jika pun tetap menggelar perpisahan, agar digelar sederhana di sekolah tanpa membebani wali murid dan siswa.
Di dalam imbauan dan SE tersebut juga termasuk kegiatan studi banding juga ada instruksi gubernur, hanya diperbolehkan berkunjung dalam provinsi yang bersifat wisata edukasi.
Editor : Rinaldi