Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pelunasan Biaya Haji Resmi Ditutup, Tangis Keluarga Iringi Pelepasan JCH Pekanbaru

Redaksi • Minggu, 4 Mei 2025 | 15:14 WIB
Jemaah Calon Haji (JCH) kelompok terbang   kloter 3 BTH  berpamitan dengan pihak keluarga sebelum berangkat di Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Jalan Arifin Achmad Pekanbaru, Sabtu (3/5/2025). ft : EVAN GUNANZAR/RIAU POS
Jemaah Calon Haji (JCH) kelompok terbang kloter 3 BTH berpamitan dengan pihak keluarga sebelum berangkat di Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Jalan Arifin Achmad Pekanbaru, Sabtu (3/5/2025). ft : EVAN GUNANZAR/RIAU POS

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) reguler ditutup pada Jumat (2/5) petang. Catatan Kementerian Agama (Kemenag), jumlah jemaah haji reguler yang melunasi biaya haji mencapai 213.860 orang. Jumlah ini di atas kuota reguler yang ditetapkan 203.320 orang.

Jumlah jemaah yang melunasi lebih besar karena termasuk kuota cadangan. Mereka akan mengisi kuota yang kosong alias tidak melunasi atau mengajukan pembatalan.

Penetapan kuota cadangan sebagai mitigasi supaya serapan kuota haji bisa maksimal. Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhammad Zain mengatakan, yang melunasi terdiri atas 183.197 jemaah berhak lunas tahap I dan II.

Kemudian, ada 28.459 jemaah lunas dengan status cadangan. Lalu, ada 1.520 petugas haji daerah (PHD) dan 684 pembimbing ibadah pada kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU).

”Dari 203.320 kuota reguler, ada 183.197 jemaah reguler berhak melunasi sesuai urutan porsi yang melakukan pelunasan. Sisanya akan diisi oleh jemaah lunas cadangan sesuai sebaran provinsi masing-masing,” terangnya, Sabtu (3/5).

Tahun ini Indonesia mendapat 221 ribu kuota haji. Terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Kuota haji reguler terbagi atas 190.897 jemaah haji reguler yang berhak lunas sesuai urutan porsi.

Lalu 10.166 jemaah haji reguler prioritas lanjut usia, 685 pembimbing ibadah pada KBIHU, dan 1.572 orang PHD.


Baca Juga: Kapal Karam di Selamat Melaka, Lima Korban Ditemukan Selamat Setelah Hanyut 10 Km

Zain lantas menjelaskan perkembangan penerbitan visa haji reguler. Sampai Jumat (2/5) malam, ada lebih dari 187 ribu visa haji reguler yang sudah terbit.

”Alhamdulillah, saya cek pagi ini (3/5) visa yang sudah terbit mencapai 187.773 jemaah. Kita masih terus kebut untuk proses pemvisaan ini sehingga diharapkan bisa segera selesai,” katanya.

Permintaan visa yang diajukan Kemenag sebenarnya sudah mencapai 192.551 nama. Kemenag masih menunggu approval dari otoritas Arab Saudi sembari memproses pengajuan sisanya.

”Kita harap penerbitan visa berjalan lancar dan bisa selesai sesuai target,” katanya.

Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag telah menerbitkan rencana perjalanan haji (RPH) 1446 H.

 

Jemaah haji Indonesia yang berangkat pada gelombang pertama diberangkatkan ke Madinah sejak 2 Mei sampai 16 Mei 2025. Sedangkan jemaah haji gelombang kedua akan diberangkatkan ke Jeddah pada 17 Mei sampai 31 Mei 2025.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abidin Fikri mendesak Kementerian Agama (Kemenag) mengambil langkah tegas untuk menertibkan penyelenggara haji dan umrah yang nakal.

Desakan ini disampaikan menyusul maraknya laporan pemberangkatan jemaah haji menggunakan visa selain visa resmi haji.

Abidin menegaskan, praktik tersebut tidak hanya melanggar Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Haji, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan dan kepastian hukum para jemaah di Tanah Suci.

”Tindakan ini bisa menyebabkan jemaah telantar, dideportasi, atau bahkan menghadapi masalah hukum di Arab Saudi,” ujar Abidin.

Dia meminta Kemenag melakukan pengawasan ketat terhadap biro perjalanan haji dan umrah, termasuk verifikasi dokumen perjalanan yang digunakan oleh para calon jemaah.

Selain itu, Abidin mendesak agar travel yang terbukti melanggar dikenai sanksi tegas, mulai sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional.

Abidin juga mendorong Kemenag meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilih travel resmi dan memastikan penggunaan visa haji yang sah.

Koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dinilai penting guna mencegah masuknya jemaah Indonesia dengan visa nonhaji. ”Kami mengimbau masyarakat untuk memeriksa keabsahan travel haji dan umrah melalui situs resmi Kemenag dan memastikan seluruh dokumen perjalanan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Mulai Bagikan Kartu Nusuk

Pemerintah Arab Saudi melalui syarikah resmi mulai mendistribusikan Kartu Nusuk, identitas digital yang wajib dibawa seluruh calon jemaah haji.

Distribusi perdana dilakukan pada Jumat (2/5) pukul 20.00 waktu Arab Saudi atau sekitar pukul 00.00 WIB Sabtu dini hari di Hotel Abrajtabah, Jalan Abu Bakar As Siddiq, Madinah. Lantaran kloter pertama berasal dari embarkasi Jakarta (JKG 1), jemaah dari kloter ini menjadi yang pertama menerima kartu nusuk.

Kepala Daerah Kerja Madinah M Luthfi Makki menegaskan, kartu nusuk harus segera diterima dan diinput maksimal dalam waktu 1 x 24 jam sejak jemaah tiba di Arab Saudi.

”Kartu ini wajib dibawa. Jangan sampai hilang. Proses penggantiannya panjang dan harus melalui sistem e-Hajj serta konfirmasi ke syarikah,” ujarnya.

 

Kartu nusuk bukan sekadar tanda pengenal. Kartu ini menjadi pintu masuk menuju seluruh layanan haji.

Mulai transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga akses ke kawasan utama ibadah seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Tanpa kartu ini, jemaah tidak bisa ikut puncak ibadah haji.

Berbentuk kartu PVC berwarna putih dengan aksen cokelat, kartu ini memiliki panjang sekitar tiga kali lipat dari KTP biasa. Di dalamnya tercetak nama, foto, nomor visa, jenis visa, barcode, QR code, hingga nama hotel dan nomor kamar.

Bila jemaah tersesat, cukup tunjukkan kartu ini ke petugas Saudi, maka sistem digital akan langsung menampilkan informasi lokasi tinggalnya.

”Kartu ini semacam paspor digital selama ibadah haji. Semua layanan terhubung dengan kartu ini. Ini sistem kontrol sekaligus perlindungan terhadap jemaah,” ujar Makki.

 

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad juga menjelaskan bahwa pada haji 2025, kartu ini tidak lagi dibagikan kolektif oleh petugas haji Indonesia, melainkan langsung oleh syarikah di hotel tempat jemaah menginap.

”Setelah sampai di hotel, kartu langsung dibagikan oleh syarikah. Jemaah dipotret saat menerima kartu sebagai dokumentasi,” jelasnya.

Kementerian Agama RI juga menegaskan bahwa sistem Nusuk menjadi instrumen penting untuk menertibkan pelaksanaan haji. Pada musim haji 2024 lalu, ribuan jemaah ilegal harus dievakuasi karena tidak terdaftar resmi.

Dengan kartu ini, hanya mereka yang terdaftar resmi dan memiliki visa haji yang dapat mengikuti prosesi ibadah.

Hingga Jumat malam, kartu nusuk telah tiba di Madinah dan siap didistribusikan bertahap ke seluruh jemaah Indonesia sesuai jadwal kedatangan kloter.

Para petugas haji diminta memastikan bahwa tidak ada jemaah yang luput dari pendataan dan dokumentasi serta mendampingi proses pemindaian barcode dan aktivasi identitas digital tersebut.

”Ini bukan sekadar formalitas. Tanpa Kartu Nusuk, jemaah tidak bisa masuk ke area Armuzna. Maka tolong dijaga baik-baik,” tutur Makki.

 

Tangis Keluarga Iringi Pelepasan JCH Pekanbaru

Pelepasan jemaah calon haji (JCH) Kelompok Terbang (Kloter) 3 Embarkasi Batam (BTH) di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru diwarnai rasa haru dan isak tangis dari sanak saudara serta keluarga.

Jemaah asal Kota Pekanbaru ini merupakan kelompok pertama dari Provinsi Riau yang memasuki Asrama Haji Embarkasi Batam pada Sabtu (3/5).

Pantauan Riau Pos menunjukkan, sejak pagi hari para jemaah dan keluarga telah tiba di area pekarangan kantor Kemenag Kota Pekanbaru di Jalan Rambutan. Di lokasi titik penjemputan tersebut sudah berkumpul ratusan jemaah lainnya.

Para jemaah tampak mengenakan pakaian batik haji berwarna dominan ungu. Corak batik haji tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang didominasi warna biru.

Tak lama kemudian, para jemaah bersiap untuk memasuki bus yang telah terparkir di halaman kantor Kemenag Pekanbaru sejak dua jam sebelumnya.

Suasana haru terasa saat para jemaah saling berpelukan dengan keluarga yang akan ditinggalkan menuju Tanah Suci Mekkah. Bahkan, banyak jemaah maupun keluarga yang menangis ketika jemaah mulai memasuki bus.

“Jaga kesehatan ya, Pak, Bu,” ujar Ari, salah seorang anggota keluarga jemaah sambil memeluk sesaat sebelum orang tua mereka masuk ke dalam bus yang akan mengantar ke Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

“Semoga selalu sehat dan dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji,” timpal Wirda, keluarga jemaah lainnya.

Setidaknya lima bus disiapkan untuk mengantar jemaah menuju Bandara SSK II Pekanbaru. Keluarga jemaah yang lain pun tampak terharu dan menangis sambil melambaikan tangan saat bus-bus mulai bergerak meninggalkan kantor Kemenag menuju bandara.

Penanggung Jawab Panitia Penyelenggara Haji (PPH) Kota Pekanbaru, Abdul Wahid, memantau langsung proses pemberangkatan jemaah Kota Pekanbaru mulai dari titik kumpul di kantor Kemenag Pekanbaru hingga Asrama Haji Batam.

Pada kloter ini, terdapat jemaah yang menggunakan kursi roda. Secara umum, kondisi kesehatan jemaah dalam keadaan baik.

“Di Kloter 3 ini ada 15 jemaah yang menggunakan kursi roda dan satu orang menggunakan tongkat,” jelasnya.

Sesuai rencana perjalanan haji (RPH), kelompok terbang (kloter) pertama jemaah calon haji (JCH) Provinsi Riau mulai diberangkatkan pada 3 Mei dari daerah menuju Arab Saudi pada 4 Mei 2025.

 

438 Jemaah Haji Riau Kloter 03 Mulai Masuk Asrama Haji Batam

Sebanyak 438 orang JCH asal Provinsi Riau yang tergabung dalam Kloter 03 Embarkasi Batam (BTH 03) mulai memasuki Asrama Haji Batam pada Sabtu (3/5) pagi. Ratusan jemaah tersebut seluruhnya berasal dari Kota Pekanbaru.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Riau, H Defizon, menjelaskan bahwa para jemaah diterbangkan dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menuju Batam menggunakan maskapai Lion Air dalam beberapa kali penerbangan.

“Setibanya di Bandara Batam, para jemaah langsung diantar menuju Asrama Haji Batam untuk mengikuti serangkaian proses, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian living cost, hingga menerima dokumen keberangkatan,” terang Defizon.

Berdasarkan jadwal, penerbangan pertama akan memberangkatkan 10 orang jemaah. Mereka dijadwalkan berkumpul di Kemenag Pekanbaru pukul 06.00 WIB, berangkat ke bandara pukul 06.35 WIB menggunakan satu unit bus, dan lepas landas pukul 08.00 WIB.

Selanjutnya, penerbangan kedua mengangkut 214 orang jemaah. Mereka berkumpul pukul 06.00 WIB, berangkat ke bandara pukul 06.40 WIB dengan lima unit bus, dan terbang pukul 09.20 WIB.

Sementara itu, sisa 214 jemaah lainnya diterbangkan pada penerbangan ketiga. Mereka dijadwalkan menuju bandara pukul 09.45 WIB dengan lima unit bus, dan lepas landas pukul 12.35 WIB.

Defizon menambahkan, sesuai standar operasional prosedur (SOP) keberangkatan haji, seluruh jemaah wajib memasuki asrama satu hari sebelum jadwal keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah.

“Karena besok jemaah Kloter 03 akan diterbangkan ke Arab Saudi, maka hari ini seluruhnya masuk asrama. Di sana akan dilakukan berbagai proses seperti pemeriksaan kesehatan terakhir, pembagian biaya hidup, hingga penyerahan dokumen keberangkatan,” jelasnya.

Sebagai informasi, sesuai jadwal keberangkatan dan pemulangan jemaah haji Provinsi Riau Embarkasi Batam tahun 1446 H / 2025 M, jemaah haji Riau tergabung dalam 13 kloter, yang diberangkatkan dalam dua gelombang, 11 kloter pada gelombang pertama dan 2 kloter pada gelombang kedua.

“Dari total 13 kloter, sebanyak 11 di antaranya merupakan kloter penuh. Sedangkan 2 kloter lainnya bergabung bersama jemaah dari Provinsi Jambi dan Provinsi Kepulauan Riau,” pungkas Defizon.(wan/lyn/oni/jpg/muh)

Editor : Bayu Saputra
#biaya haji #Kabar jemaah haji riau #Berita seputar jemaah haji riau #Informasi seputar haji #jch riau #jemaah haji pekanbaru #Pelunasan Biaya Haji Resmi Ditutup #JCH 2025 #haji #tangis haru #jemaah haji riau #pelunasan biaya haji reguler