Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Seorang Warga Meranti Bingung Namanya Masuk Daftar Korban Bus ALS yang Terguling di Padangpanjang

Wira Saputra • Rabu, 7 Mei 2025 | 00:53 WIB
Bus ALS alami lakalantas terbalik dekat Terminal Busur Padangpanjang, Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 08.15 WIB.
Bus ALS alami lakalantas terbalik dekat Terminal Busur Padangpanjang, Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 08.15 WIB.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Nurul, salah seorang warga Kabupaten Kepulauan Meranti, kaget tak kepalang ketika namanya masuk dalam daftar korban kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS), di Bukit Surungan, Kota Padangpanjang.

Irfan suami Nurul mengaku sempat kebingungan usai menerima kabar bahwa nama istrinya masuk dalam daftar korban kecelakaan maut pada Selasa (6/5/2025) pagi tersebut.

Padahal menurut Irfan, ia dan Nurul dalam kondisi baik-baik saja. Karena pada waktu yang sama mereka sedang menjalani rutinitas sebagai pekerja di salah satu kilang sagu Pulau Tiga.

"Benar, salah seorang nama korban yang dilansir adalah nama istri saya. Tapi istri saya baik baik saja. Saya bersama istri saat ini sedang bekerja kilang sagu di Pulau Tiga," ujarnya melalui panggilan telpon genggam, Selasa (6/5/2025) malam.

Sebelum dihubungi wartawan, ia berulang kali dihubungi pihak keluarga besar di Selatpanjang, Kepulauan Meranti. Tidak hanya keluarga, melalui panggilan telpon genggam ia juga dihubungi oleh kepala desa domisili tempat ia tinggal.

"Tidak hanya keluarga yang khawatir, kepala desa juga berulang kali menelpon saya. Karena khawatir mereka memastikan betul kondisi kami di sini," ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Banglas Barat, Asnawi Nazar SPi membeberkan sempat didatangi oleh oleh jajaran Jasa Raharja yang juga ingin mencari alamat keluarga korban kecelakaan tersebut.

Ketika itu ia tak menampik bahwa identitas korban tersebut adalah warga desanya. Namun ia membantah jika nama yang dilansir berada di lokasi kejadian perkara.

"Tadi pihak Jasa Raharja juga datangi saya, menanyakan hal yang sama. Benar nama Nurul Mayasari usia 30 tahun itu adalah warga saya. Tapi dia saat ini dalam keadaan baik-baik saja. Ikut bersama suaminya bekerja di Pulau Tiga," ungkapnya.

Bahkan untuk memastikan kondisi Nurul, ia telah berulang kali mendatangi rumah keluarga besar warganya tersebut. Selain mendatangi rumah keluarga Nurul, Asnawi juga telah menghubungi Irfan melalui panggil telpon genggam. "Melalui panggilan telpon genggam. Video juga. Artinya nama warga saya yang disebut-sebut sebagai korban dalam kondisi baik, dan tidak ada di tempat kejadian perkara," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satlantas Polres Padangpanjang telah merilis data lengkap mengenai identitas awak bus dan para penumpang yang terlibat dalam kecelakaan tunggal tersebut.

Informasi ini menjadi krusial untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut bagi para korban. Dari 12 orang itu, dua orang di antaranya warga Provinsi Riau. Yakni Nurul Mayasari (30) dan Sri Rejeki (38). Nurul Mayasari beralamat di Kelurahan Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Sedangkan Sri Rejeki beralamat di Kelurahan Bencahlesung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Editor : Rinaldi
#Baik Baik Saja #korban bus als #warga meranti #bus als