PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) selesai melakukan pembangunan ulang infrastruktur Jembatan Parit Gading di Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Sebelumnya, jembatan ini sempat mengalami kerusakan parah dan sulit dilintasi.
Kepala Dinas PUPR PKPP Riau M Arief Setiawan melalui Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah IV Ludfi Hardi menjelaskan, Jembatan Parit Gading memiliki peran krusial sebagai akses utama masyarakat dari Kecamatan Enok menuju Tembilahan. Jembatan dengan panjang 20 meter dan lebar 5 meter ini menjadi tumpuan mobilitas sehari-hari warga.
"Perbaikan Jembatan Parit Gading meliputi penggantian menyeluruh pada rell ban jembatan, gelegar, lantai jembatan, serta tiang penyangga jembatan. Mengingat struktur awal jembatan masih berupa kayu, penggantian tiang juga menggunakan material kayu, khususnya pohon kelapa, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan konstruksi," katanya.
Saat ini, jembatan telah dapat dilalui kembali oleh berbagai jenis kendaraan, sehingga kembali memulihkan aksesibilitas yang sempat terganggu.
"Sejak Jumat (2/5/2025) lalu jembatannya sudah bisa dilalui lagi oleh masyarakat. Respon cepat ini juga merupakan perintah langsung dari pak gubernur Abdul Wahid," ujarnya.
Kondisi memprihatinkan Jembatan Parit Gading sebelumnya menjadi sorotan publik setelah Kepala Desa Simpang Tiga Enok, M Ilyas, menyampaikan keluhannya melalui sebuah video yang viral. Dalam video tersebut, terlihat jelas kerusakan parah pada jembatan, dengan bagian bawah yang lapuk dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
M Ilyas juga mengungkapkan bahwa sebelum adanya tindakan perbaikan resmi dari pemerintah, warga sempat berinisiatif melakukan penambalan seadanya pada bagian bawah jembatan secara swadaya sebagai upaya darurat. "Ini tidak bisa hanya diperbaiki tambal sulam, memang sudah seharusnya dibangun ulang," ungkap M Ilyas dalam videonya.
Editor : Rinaldi