JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dapil Riau, Sewitri mendukung penuh wacana Provinsi Riau menjadi Daerah Istimewa.
Menurutnya, wacana ini bukan sekadar usulan politik saja, tetapi sebagai gema dari jantung kultural dan historis masyarakat Melayu yang mulai bersuara kembali.
Ia menyebut wacana Daerah Istimewa Riau bukan tiba-tiba tumbuh, tapi ibarat tunas yang lama terpendam dalam tanah sejarah, disirami oleh semangat kebangsaan dan keinginan untuk lebih berdaulat atas diri sendiri.
“Maka sebagai wakil daerah, saya menyambut baik gagasan ini, dengan catatan ia harus dibangun di atas dasar kebijaksanaan, bukan sekadar ambisi sesaat,” kata Sewitri kepada Riaupos.co di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Ia menuturkan, dukungan yang ia berikan bukan tanpa dasar atau hanya sebatas ego daerah semata. Tetapi Riau harus dilihat dari berbagai aspek di mana tanahnya mengalir minyak dan gas yang menopang bangsa, dari budayanya tumbuh sastra dan nilai yang menjadi akar kebangsaan.
“Kita harus menyelami lebih dalam apa esensi dari keistimewaan yang kita harapkan? Riau adalah bumi yang kaya, baik dari segi sumber daya maupun budaya,” ucapnya.
“Maka bila keistimewaan ini dimaknai sebagai upaya memberi ruang lebih luas bagi Riau untuk mengelola potensinya secara mandiri dan bermartabat, maka itu adalah langkah yang patut diperjuangkan,” tegas Wakil Ketua PPPU DPD RI ini.
Oleh sebab itu, mantan anggota DPRD Riau itu menyarankan langkah awal yang harus dilakukan adalah membangun ruang musyawarah antara seluruh pemangku kepentingan, tokoh adat, akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat akar rumput.
“Harus ada naskah akademik yang kuat, narasi historis yang utuh, serta dukungan politik yang luas. Kita tidak ingin keistimewaan ini hanya berhenti sebagai wacana, tapi menjelma menjadi pijakan kebijakan nyata,” jelasnya.
Ia menekankan, daerah ‘istimewa’ ini bukan semata tentang kebijakan yang berbeda, tapi tentang penghargaan terhadap identitas Riau yang memberikan kontribusi nyata terhadap bangsa Indonesia.
Riau sudah saatnya jadi daerah istimewa karena sejarahnya bukan sekadar catatan, tapi napas panjang peradaban berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sewitri menyebut, dari Kesultanan Siak hingga jejak-jejak sastra Melayu klasik, dari peran strategis di jalur perdagangan dunia hingga kontribusi nyata bagi APBN semua itu adalah alasan yang tak terbantahkan.
“Maka sudah selayaknya Riau berdiri dengan wibawa, bukan hanya sebagai daerah kaya, tetapi sebagai daerah yang dihormati,” jelasnya.
“Keistimewaan memberi ruang untuk menghidupkan kembali tata nilai Melayu, memperkuat pendidikan berbasis budaya, serta mengelola kekayaan alam dengan kearifan lokal. Bukan untuk memisahkan diri, tapi justru untuk memperkuat Indonesia dari pinggiran,” pungkasnya. (yus)
Editor : M. Erizal