Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Setelah Pemusnahan Harusnya Sterilisasi Total

jpg • Selasa, 13 Mei 2025 | 10:27 WIB
Petugas RSUD Pameungpeuk memeriksa korban tragedi ledakan pemusnahan amunisi kedaluarsa di Desa Sagara, Cibalong, Gaurt, Jawa Barat.
Petugas RSUD Pameungpeuk memeriksa korban tragedi ledakan pemusnahan amunisi kedaluarsa di Desa Sagara, Cibalong, Gaurt, Jawa Barat.


Insiden pemusnahan amunisi afkir yang menelan korban jiwa 13 orang dari militer dan sipil di Garut menimbulkan tanda tanya. Bagaimana kedisiplinan dan kepatuhan menjalankan prosedur operasional standar (SOP) pemusnahan amunisi tidak layak pakai? Berikut wawancara dengan pakar militer dari Institute for Security and Strategic Studies Khairul Fahmi.

Dari pandangan Anda, kenapa kejadian memilukan di Garut bisa terjadi?

Secara normatif, pemusnahan amu­nisi tidak layak pakai (ATLP) merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk menjaga keselamatan jangka panjang. Sebab, amunisi yang sudah kedaluwarsa bisa sangat tidak stabil. Namun, prosedur ini seharusnya dijalankan dengan pengamanan ketat sesuai SOP militer, termasuk pemilihan lokasi yang jauh dari permukiman, pengendalian penuh atas zona steril, dan evakuasi semua pihak yang tidak berkepentingan dari area sekitar. Mengingat kalau salah satu elemen ini tidak dilaksanakan secara konsisten, risiko kegagalan teknis dan jatuhnya korban meningkat drastis.

Ada video beredar yang menunjukkan warga berada di sekitar lokasi ledakan.

Memang jika melihat video-video yang beredar, tampaknya ada kelemahan signifikan dalam pengamanan area. Yang terlihat dengan masih adanya pergerakan warga sipil di sekitar lokasi. Ini tentu menimbulkan pertanyaan serius terkait kepatuhan terhadap prosedur pengamanan. Jadi, ya, kita melihat potensi adanya unsur kelalaian dalam pelaksanaan teknis di lapangan. Namun, kita tentunya perlu menghormati dan menunggu hasil investigasi resmi dari TNI dan pihak berwenang untuk mengetahui secara pasti apa penyebab dan faktor-faktor yang terlibat dalam tragedi ini. Evaluasi menyeluruh sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Soal warga sipil yang berada di lokasi ini, informasinya mereka mengambil logam bekas ledakan. Ternyata ada ledakan susulan amunisi.

Dalam SOP, setelah pemusnahan amunisi, lokasi harus menjalani prosedur sterilisasi total. Tim teknis wajib memastikan tidak ada bahan peledak aktif yang tersisa, termasuk detonator, amunisi gagal ledak, atau serpihan berbahaya lainnya. Jika warga sipil bisa masuk dan bahkan sempat mengumpulkan logam sisa, itu menunjukkan bahwa tahapan sterilisasi, pengamanan perimeter, atau evakuasi sepertinya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Dari video yang beredar, warga sekitar malah terkesan tancap gas mendekati lokasi bekas ledakan. Itulah problem di negeri ini. Sesuai kronologi resmi TNI-AD, ledakan yang menyebabkan personel TNI-AD dan warga tewas berasal dari detonator.

Secara teknis, detonator memang bisa meledak, bahkan termasuk komponen yang paling sensitif dalam sistem peledak. Detonator berfungsi sebagai pemicu utama ledakan yang menghasilkan ledakan awal yang kemudian mengaktivasi bahan peledak utama (main charge). Karena sifatnya yang sangat reaktif terhadap panas, gesekan, atau tekanan, prosedur penanganan dan pemusnahan detonator justru biasanya dilakukan dengan ekstrahati-hati. Jika benar ledakan awal terjadi di lubang tempat peledakan detonator, besar kemungkinan telah terjadi premature detonation, yaitu ledakan tak terduga sebelum seluruh tahapan prosedur selesai. Hal ini penyebabnya beragam. Bisa kesalahan teknis, ketidaksesuaian waktu dan jarak saat penanaman bahan peledak, atau bahkan cacat fisik pada detonator itu sendiri. Karena itu, sebaiknya tidak berspekulasi dan menunggu hasil investigasi resmi untuk memastikan penyebab pastinya. (idr/ttg/jpg)

Editor : Rindra Yasin
#pemusnahan amunisi afkir #amunisi tak layak pakai #Ledakan amunisi di Garut