PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ribuan jemaah calon haji (JCH) Riau sudah diberangkatkan menuju Madinah. Tercatat, sembilan kelompok terbang (kloter) dengan total 3.999 JCH, termasuk petugas haji sudah diberangkatkan melalui Embarkasi Haji Batam sejak 6 Mei lalu. Namun, ada tiga JCH yang tertunda berangkat ke Tanah Suci dan masih tertahan di Batam karena sakit.
Kepala Bidang (Kabid) Haji Kementerian Agama (Kemenag) Riau Defizon mengatakan JCH yang tertunda berangkat tersebut hingga kemarin masih mendapatkan perawatan kesehatan rumah sakit. “Tiga jemaah dirawat di Batam. Satu orang jemaah asal Pekanbaru, satu dari Indragiri Hilir, dan satu dari Kuantan Singingi,“ ujarnya, Senin (12/5).
8 JCH Meninggal di Madinah
Secara nasional, hingga kini sudah delapan JCH yang meninggal di Madinah. Mayoritas disebabkan gangguan jantung dan pembuluh darah. Dari delapan JCH yang berpulang, dua orang bahkan belum sempat menginjakkan kaki di hotel. Mereka meninggal di dalam pesawat.
Salah satunya adalah Daimah Binti Suwaryo (65) asal Banjarnegara, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Kloter 4 SOC. Dia meninggal pada 3 Mei karena syock kardiogenik atau suatu kondisi saat jantung mendadak tidak mampu memompa darah yang cukup ke tubuh.
Beberapa hari kemudian, pada 8 Mei, peristiwa serupa terjadi pada Nur Fadilah Binti M Toyib (45) dari Kloter 20 SUB. Ia juga wafat di atas pesawat akibat gangguan jantung.
Dari catatan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), jenis penyakit yang menyebabkan kematian para jemaah beragam. Namun, sebagian besar berkaitan dengan gangguan jantung dan pembuluh darah.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis Muhammad Hanafi memastikan, JCH yang wafat sebelum sempat menyelesaikan ibadahnya, tetap mendapatkan hak untuk dihajikan. ”Mereka yang meninggal sejak keluar dari rumah, menuju asrama haji, di asrama haji, sampai tiba di sini, itu akan dibadalkan,” ujarnya saat ditemui di Makkah.
Muchlis mengatakan, meski peristiwa duka tak bisa dihindari, para petugas akan terus berusaha memberikan perlindungan dan layanan terbaik bagi JCH. Khususnya, bagi lansia dan memiliki penyakit penyerta.
Sementara itu, sembari menunggu diberangkatkan ke Makkah, JCH Riau yang tergabung dalam Kloter 3 BTH mendapat jadwal ziarah ke Raudah. Ketua Kloter BTH 3 Zulfa Hendri mengatakan, saat ziarah jemaah dibagi dua kelompok yakni laki-laki dan wanita.
“Alhamdulillah kita di berikesempatan untuk melakukan ziarah ke Raudah. Ziarah kita bagi dalam dua kelompok, laki-laki dan wanita. Untuk laki-laki melakukan ziarah pukul 16.20 WAS dan wanita pada 00.00 WAS sudah berada di lobi hotel untuk diberangkatkan ke Masjid Nabawi, “ ujarnya.
Sementara itu, keberangkatan jemaah yang tergabung dalam Kloter 4 BTH ke Makkah dalam proses. Tiga jam sebelum keberangkatan, mereka sudah harus berada di lobi hotel. Jemaah harus memastikan menggunakan visa haji.
“Jemaah kita ingatkan dan meyakinkan diri bahwa benar menggunakan visa haji. Kita juga anjurkan ketika meninggalkan Madinah untuk memakai ihram dan memasang niat umrah dari Bir Ali. Setibanya di Makkah setelah beristirahat sejenak dilanjutkan untuk melaksanakan umrah dengan memanfaatkan 5 bus sektor 5,” sebutnya.
Jemaah yang melakukan tawaf juga sudah diingatkan tidak melawan arus putaran demi keamanan dan menghindari accident. Jika jemaah terpisah dari rombongan diimbau melanjutkan perjalanan sambil mengangkat tangan dan dapat menuju titik kumpul di makam Ibrahim.
‘’Jika ada barang yang jatuh jangan diambil karena berisiko dengan kondisi Kota Makkah yang berbeda dengan Kota Madinah. Jemaah juga kita diminta untuk tidak membawa barang-barang berharga selama di Makkah. Jemaah harus selalu menjaga kesehatan dan waktu ibadah di Masjidilharam,’’ ujarnya.
Sementara itu, JCH asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ziarah ke Kompleks Makam Baqi, Senin (12/5). Di Baqi, pemakaman utama di Madinah, dimakamkan ribuan sahabat Nabi Muhammad SAW, termasuk keluarga dan istri-istrinya.
Demikian disampaikan Petugas Pembimbing Ibadah Haji Inhil Guspiandi saat melakaksanakan ziarah di makam para syuhada ini. “Alhamdulillah, jemaah dalam kondisi sehat dan sangat bersemangat mengikuti ziarah pagi ini (kemarin, red),” kata H Guspiandi.
Ziarah ke Makam Baqi lanjut Guspiandi menjadi bagian penting dalam pembinaan ibadah jemaah selama di Madinah. Selain memperkuat nilai-nilai spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana mengenal lebih dekat sejarah perjuangan Islam di masa Rasulullah SAW.
Dia juga mengatakan sebelum berangkat ke Makam Baqi, jemaah haji juga melaksanakan arbain, yaitu salat wajib berjemaah selama 40 waktu di Masjid Nabawi. “Rangkaian demi rangkaian sudah mulai kami laksanakan. Semoga kami selalu diberikan kesehatan agar dapat melaksanakan ibadah dan menjadi haji mabrur,” ujarnya.
Sementara itu, JCH Kuansing yang berangkat Ahad (11/5) pukul 15.00 WIB dari Embarkasi Haji Batam, telah tiba di Madinah pukul 01.00 waktu Arab Saudi dengan selamat. Mereka langsung melaksanakan arbain dan Salat Subuh berjemaah di Masjid Nabawi.
“Alhamdulillah, dinihari tadi (12/5) sampai di Kota Madinah dengan selamat. In sya Allah jemaah dalam keadaan sehat semua,”ujar Kabag Kesra Setda Kuansing Tasrum yang ikut menunaikan ibadah haji tahun ini.
Senada disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kuansing H Suhelmon. ‘’Di Madinah, selama delapan hari, semua jemaah Kuansing akan melaksanakan ibadah arbain dan ibadah lainnya. Melakukan kunjungan raudah ke makam Rasulullah SAW dan beberapa tempat ziarah lainnya,’’ ujarnya.
Lalu dari Madinah bertolak ke Makkah. JCH melaksanakan rangkaian puncak ibadah haji pada 9-12 Zulhijah. “Kita berdoa semua jemaah Kuansing bisa melaksanakan rangkaian ibadah dengan baik dan dalam kondisi yang sehat,” kata Suhelmon.
Kloter 12 Bertolak ke Batam
Sebanyak 167 JCH asal Kabupaten Bengkalis yang tergabung dalam Kloter 12 BTH secara resmi dilepas keberangkatannya menuju Embarkasi Haji Batam di Masjid Besar Arafah Duri, Senin (12/5). Mereka berasal dari Kecamatan Mandau, Pinggir, Bathin Solapan, dan Talang Muandau.
Pelepasan JCH perdana asal Kabupaten Bengkalis dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bengkalis H Toharuddin. “Semoga seluruh jemaah diberi kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan, JCH Bengkalis ini akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Siak dan Kota Dumai di Embarkasi Haji Batam. ‘’Jaga kekompakan, perkuat persaudaraan, dan saling membantu dalam suasana penuh kebersamaan dan berakhlakul karimah sesama jemaah,” harapnya.
Selain itu, Toharuddin menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah menyiapkan seluruh kebutuhan keberangkatan jemaah, termasuk transportasi, akomodasi, konsumsi dan pengawalan tanpa membebani jemaah. “Ini merupakan komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu Allah,” jelasnya.
Ia juga meminta doa dari JCH agar mendoakan Kabupaten Bengkalis menjadi negeri yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur serta para pemimpin daerah diberi kekuatan dan amanah dalam mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang bermarwah, maju, dan sejahtera.
JCH Dumai yang tergabung di kloter 12 juga diberangkatkan menuju Batam, Senin (12/5). Direncanakan, sebanyak 269 JCH Dumai ini diterbangkan dari Batam menuju ke Madinah, Selasa (13/5) sekitar pukul 17.45 WIB.
Pelepasan JCH Dumai ke Batam secara dilakukan Wali Kota Dumai H Paisal di Pendopo Jalan Putri Tujuh, Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur. ‘’Kita harapkan agar JCH Dumai dapat menjaga kesehatan dengan baik terutama sedang berada di Tanah Suci nanti,’’ kata Paisal, Senin (12/5).
Paisal juga berpesan, JCH Dumai menjaga kekompakan dan solidaritas antarjemaah serta membantu satu sama lain jika diperlukan. ‘’Jangan lupa, selalu bawa identitas dan dokumen penting. Patuhi aturan dan ketentuan yang berlaku di Tanah Suci,’’ kata Paisal.
JCH Dumai juga diimbau mematuhi petunjuk dan arahan yang diberikan oleh petugas haji. ‘’Jangan lupa manfaatkan waktu sebaik mungkin dan perbanyak doa serta zikir selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji,’’ kata Paisal.
Keberangkatan JCH Dumai ke Batam didampingi Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto. ‘’Saya mendampingi JCH Dumai ini sampai ke Batam. Alhamdulillah, JCH kita sudah sampai dan langsung dibawa menuju ke asrama haji,’’ katanya kepada awak media, Senin (12/5).
Direncanakan, Selasa (13/5), JCH Dumai akan menjalani pemeriksaan x- ray. ‘‘Semoga JCH kita diberikan kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji serta kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur,’’ kata Sugiyarto.
Dari 333 JCH Siak, 5 Kepala Dinas
Sebanyak 333 asal Kabupaten Siak diberangkatkan menuju Madinah, Ahad (11/5) pagi. Dari 333 JCH ada lima kepala dinas yang berangkat haji. Mereka adalah Kepala BKPSDMD Zulfikri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dr Tri Handro Pramono SHutT MM, Kepala Kesbangpol Syamsurizal SE MSi, Kepala Dispora Syafrizal SSos, dan Kepala Satpol PP Winda Syafril SSos.
“Kami doakan proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci berjalan lancar. Kami juga mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan kekompakan selama beribadah,” kata Wakil Bupati Husni Merza.
Senada diungkapkan Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Fauzi Asni. “Pemerintah Kabupaten Siak turut mendoakan agar seluruh jemaah tiba di Tanah Suci dengan selamat dan dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar dan sehat, serta kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur,” ujarnya.
Sistem Syarikah
Kebijakan baru syarikah berpotensi memicu rombongan yang tergabung dalam satu kelompok terbang (kloter), terpisah saat menginap di hotel. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, ada pasangan suami istri yang berhaji terpisah hotelnya. ”Tahun ini Kemenag bekerja sama dengan delapan syarikah,” kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Muchlis Hanafi dari Makkah, kemarin.
Kemenag menyebut, kloter yang terdiri dari beberapa syarikah sebagai kloter campuran. Kloter campuran muncul akibat keterlambatan visa, perubahan manifes, dan sinkronisasi data. Sehingga membuat satu kloter terdiri atas jemaah dari lebih dari satu syarikah.
Meskipun demikian, panitia haji memastikan bahwa JCH tetap mendapatkan hak layanannya secara penuh. ”Penempatan hotel di Madinah tetap mengacu pada susunan kloter demi kenyamanan jemaah. Meski ini menjadi tantangan bagi syarikah dalam pemberian layanan,” ujar Muchlis.(ilo/dac/ksm/*2/sah/mng/dim/wan/aph/jpg)
Editor : Rindra Yasin