PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Proses pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun Ajaran 2025-2026 dimulai, Selasa (24/6) hari ini. Para calon murid baru sudah bisa melakukan pemilihan sekolah yang akan dituju. Namun, mereka diimbau melihat jalur yang berpeluang besar untuk lulus atau diterima.
Diketahui, SPMB tahun ini ada empat jalur. Pertama, jalur domisili dengan kuota 30 persen. Kedua, jalur prestasi lebih besar lagi yakni 35 persen. Ketiga, jalur afirmasi untuk siswa kurang mampu/disabilitas yakni 30 persen. Terakhir, jalur mutasi 5 persen.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Erisman Yahya mengatakan, sebelum melakukan proses pendaftaran, para calon murid baru sudah diminta untuk mengikuti tahapan prapendaftaran yakni aktivasi akun, input data, dan unggah dokumen.
“Setelah tahapan itu, pada 24–29 Juni adalah proses pendaftaran dan pemilihan sekolah. Pendaftaran dapat mengakses laman https://pmb.riau.go.id,” kata Erisman kepada Riau Pos, Senin (23/6).
Erisman mengingatkan para calon siswa maupun orang tua untuk dapat melihat peluang yang lebih besar untuk lulus di jalur mana—apakah itu domisili, prestasi, afirmasi, atau mutasi. “Itu kan yang tahu siswa maupun orang tua siswa,’’ ujarnya.
Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Riau ini memberikan gambaran. Misalnya, calon murid baru tersebut ingin masuk sekolah A yang kebetulan masuk domisili, tentu peluang masuknya cukup besar. “Apalagi ditambah nilainya bagus tentu peluangnya lebih besar lagi,” jelasnya.
Ditambahkan Erisman, sebaliknya jika calon murid baru tersebut ingin masuk sekolah B namun tidak masuk dalam jalur domisili, maka lihat jalur apa yang bisa digunakan. Tentu jalur prestasi, baik itu prestasi akademik maupun nonakademik. “Coba lihat nilai anaknya, memungkinkan tidak masuk sekolah B dengan jalur prestasi,” ujarnya.
“Karena itu perlu kami ingatkan, murid dan orang tua bisa melihat potensi jalur mana yang berpeluang diterima dan lulus. Jadi jangan khawatir karena kuota kita mencukupi sebenarnya. Asalkan orang tua maupun siswa tidak memaksakan diri untuk masuk sekolah A namun tidak memenuhi jalurnya. Itu yang jadi masalah, anak ingin masuk sekolah tertentu namun tidak masuk jalurnya,” tambahnya.
Dijelaskan Erisman, pada rentang waktu 24–30 Juni ada tahapan verifikasi berkas oleh pihak sekolah. Pada 1 Juli, seleksi dan rekonsiliasi data pendaftaran. Pada 2 Juli pukul 10.00 WIB, pengumuman hasil penetapan siswa baru. Selanjutnya, 2–5 Juli, daftar ulang bagi siswa yang diterima.
Pihaknya juga menegaskan pentingnya integritas dan pelayanan maksimal dari pihak sekolah selama proses SPMB berlangsung. “Kami tidak mentolerir adanya pungutan liar, diskriminasi, maupun manipulasi data. Semua harus berjalan dengan prinsip keadilan dan kejujuran. Ini penting demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan kita,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk proaktif menggali informasi, baik melalui sekolah maupun kanal resmi milik Dinas Pendidikan Provinsi Riau. “Jangan sungkan bertanya dan mencari informasi yang benar. Semua detail mengenai PMB bisa diakses melalui sekolah atau situs resmi kami,” imbaunya.
Peserta Didik Baru di Tebingtinggi Telantar
Puluhan peserta didik baru yang tersebar pada beberapa kecamatan di Kepulauan Meranti gagal menuju sekolah yang mereka inginkan. Mereka mengaku telantar. Padahal SPMB 2025 tingkat SMP di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah ditutup.
Seperti yang dialami Hartono. “Anak saya gagal mendaftar masuk SMPN 1 Kecamatan Tebingtinggi. Mendaftar di sekolah lain sudah penuh dan telah tutup. Dan masih telantar,” beber Syamsi, orang tua Hartono kepada Riau Pos, Senin (23/6).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kepulauan Meranti, Tunjiarto MPd, mengaku telah menjalin komunikasi ke pengawas sekolah di kecamatan terkait, termasuk Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Riau. “Caranya penambahan kuota. Sudah kami koordinasikan,” ujarnya.
Editor : Rindra Yasin