PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (Unri) Prof Jimmi Copriady MSi mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Riau periode 2025-2030.
Pantikan Ketua ADI Riau tersebut dilakukan langsung oleh Ketua ADI Pusat Prof Ir Mohammed Ali Berawi M Eng SC PhD di Gedung Daerah Srindit Provinsi Riau Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (24/6) malam. Bertemakan ‘’Sinergitas ADI Bersama Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Riau Maju dan Bermarwah’’. Hadir, Dewan Pembina Prof Isjoni, Rektor Unilak Prof Junaidi, Prof M Nur Mustafa, Kadisdik Riau Erisman Yahya.
Dalam kesempatan itu, Ketua ADI Pusat Prof Ir Mohammed Ali Berawi M Eng SC PhD mengatakan, dosen memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. ‘’Kita memiliki tanggungjawab yang penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tanpa kontribusi intelektual mewujudkan Indonesia akan menjadi wacana,’’ ujarnya.
Ia mengingatkan DPW ADI Provinsi Riau harus berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah. ADI Riau harus ikut hadir memberikan pemikiran sebagai bukti peduli bukan sekadar hanya mengkritik.
Sementara itu, Ketua DPW ADI Provinsi Riau Prof Dr Jimmi Copriadi MSi menyebutkan, pihaknya siap memberikan dukungan penuh terhadap program strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terkhusus Program Satu Rumah Satu Sarjana. Ini sejalan dengan misi ADI memperluas pendidikan tinggi merata di seluruh Riau.
Dikatakan Jimmi Copriady, program tersebut menjadi pondasi untuk pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Provinsi Riau yang unggul dan berdaya saing. Dukungan terhadap Pemerintah Daerah sebagai tanggungjawab moral akademisi mewujudkan kemajuan.
Kepengurusan baru DPW ADI Riau yang melibatkan banyak dosen muda dan senior dari berbagai kampus di Provinsi Riau siap berperan sebagai penggerak kemajuan pendidikan tinggi. ‘’Kami akan terus menggaungkan peran dosen, memberikan sumbangsih serta gagasan terhadap persoalan daerah dengan tidak melupakan tugas utama sebagai pengajar, peneliti dan pengabdian kepada masyarakat,’’ paparnya.(nto/c)
Editor : Rindra Yasin