Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Persiapan Pemberian Gelar Adat Gubri Dimatangkan

Soleh Saputra • Jumat, 4 Juli 2025 | 11:35 WIB
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, Datuk Seri Marjohan Yusuf .
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, Datuk Seri Marjohan Yusuf .

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Panitia penabalan gelar adat Datuk Seri Setia Amanah kepada Gubernur Riau, Abdul Wahid terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Balai Adat LAMR (Lembaga Adat Melayu Riau) Jalan Diponegoro Pekanbaru, Sabtu (5/7) besok.

Sekretaris Panitia Datuk Firman Edy mengatakan, seluruh prosesi penabalan dibahas secara detail. Setiap tahapan acara ditinjau agar pelaksanaan berlangsung khidmat dan tertib sesuai adat istiadat Melayu. “Semua hal yang berkaitan dengan penabalan Datuk Seri Setia Amanah kita bahas dalam rapat,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain merancang prosesi utama, panitia juga memperhatikan aspek teknis dan detail terkecil demi kelancaran acara secara keseluruhan. Sebelumnya, panitia juga telah melaksanakan gladi kotor sebagai bagian dari simulasi pelaksanaan acara.

“In sya Allah agar pelaksanaan penabalan datuk seri setia amanah ini lancar, maka kita masih akan melakukan satu kali lagi gladi kotor dan gladi resik di malam menjelang penabalan pagi pagi harinya,” ujarnya.

Wagubri: Saya Belum Banyak Berbuat  

Sementara itu, Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus LAMR yang akan memberikan gelar adat kepadanya. Hanya saja, mantan Penjabat (Pj) Gubernur Riau itu mengaku belum pantas mendapatkan penghargaan yang tinggi tersebut. 

Kondisi itu dikarenakan usai dilantik Presiden Prabowo beberapa waktu lalu, SF Hariyanto mengaku belum banyak bisa berbuat untuk kemajuan Riau. Hal ini karena adanya keterbatasan kewenangan dalam menularkan program serta inovasi di Bumi Melayu Lancang Kuning. 

“Pertama-tama saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak LAM yang berencana akan memberikan gelar adat kepada saya. Secara pribadi saya sangat terharu, cuma saya berpikir sepertinya belum pantas karena belum terlihat kontribusi berarti dari pemerintahan untuk masyarakat Riau,” terangnya.

Ia tidak menapik semangat yang tinggi dan tanggung jawab untuk memberikan buah pemikiran dan kerja keras dalam mengabdi untuk masyarakat Riau. Kendati demikian, hal itu belum terlihat konkrit saat ini sehingga mantan Inspektur Investigasi Kementerian PUPR Itu merasa belum layak diberikan penghargaan tersebut. 

“Semuanya kan tentu berproses. Kinerja dapat terlihat setelah beberapa waktu bertugas. Yang jelas saat ini saya merasa belum banyak berbuat, jadi belumlah untuk saat ini. Tapi terima kasih banyak kepada pengurus LAM Riau yang telah berniat baik tersebut,” papar Hariyanto.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR Datuk Seri Marjohan Yusuf menegaskan, belum ditabalkannya gelar adat kepada Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto bukan karena adanya persoalan tertentu, melainkan murni persoalan waktu.

Penjelasan ini disampaikan menyusul munculnya pertanyaan dari sejumlah warga terkait tidak adanya penabalan gelar adat kepada SF Hariyanto saat Gubernur Riau Abdul Wahid resmi menerima gelar adat “Datuk Seri Setia Amanah” dari LAMR.

“Sesuai alur dan patut sudah dilalui. Namun Pak SF Hariyanto menyatakan dia sedang sibuk dan pada saat hari penabalan Datuk Seri Setia Amanah beliau berada di luar kota,” ujar Datuk Seri Marjohan Yusuf.

Menurutnya, LAMR telah mengirimkan undangan resmi dan bahkan sempat bertanya langsung kepada SF Hariyanto. “Jawaban beliau hanya mengatakan bahwa dia sibuk, sedang berada di luar kota,” tambahnya.

Datuk Seri Marjohan meminta masyarakat agar tidak berspekulasi berlebihan dan memahami situasi tersebut. “Bagi saya, berat mata memandang, lebih berat badan yang memikul,” ujarnya bijak.

LAMR memastikan, gelar adat untuk SF Hariyanto tetap akan diberikan sesuai ketentuan adat Melayu Riau apabila waktunya sudah memungkinkan.(sol)

Editor : Bayu Saputra
#gelar adat #gubernur riau #lamr