Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Terkait Bonus Atlet PON, Ini Kata Kadispora Riau Erisman Yahya

Dofi Iskandar • Minggu, 13 Juli 2025 | 22:23 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya

PEKANBARU (RIAU POS.CO) - Terkait pemberian bonus untuk atlet dan pelatih peraih medali di ajang PON Aceh-Sumut 2024 lalu, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau telah menyiapkan anggaran untuk pemberian bonus tersebut.

Tetapi, muncul persoalan karena atlet dan pelatih peraih medali di PON Aceh-Sumut tersebut menolak. Mereka tidak mau menerima bonus yang telah disiapkan Pemprov Riau karena dianggap bonus lebih kecil dari angka maksimal yang ada di dalam Pergub.

Kadispora Riau, Erisman Yahya juga menegaskan bahwa tidak pada tempatnya menyalahkan Gubri Abdul Wahid, karena besaran bonus diputuskan pada masa Gubri sebelumnya.

“Besaran bonus PON itu kan dialokasikan pada APBD Tahun Anggaran 2025 yang disahkan sebelum Bapak Abdul Wahid menjabat. Jadi tidak pas kalau beliau yang disalahkan,” tegas Kadispora Riau, Erisman Yahya, Ahad (13/7/2025).

Erisman Yahya menjelaskan bahwa awalnya Dispora mengusulkan total anggaran untuk bonus itu Rp40 miliar. Namun menjelang pengesahan APBD Tahun Anggaran 2025 dipangkas menjadi Rp25 miliar karena mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah yang turun drastis.

Seperti diketahui, APBD Riau Tahun Anggaran 2024 sekitar Rp11,02 triliun. Sementara APBD Tahun Anggaran 2025 turun drastis menjadi sekitar Rp9,2 triliun.

“Ini belum ditambah defisit yang luar biasa pada APBD 2025 ini. Jadi beban keuangan tentu makin berat,” ungkap Erisman Yahya.

"Kami Dispora Riau siap saja mencairkan kalau atlet dan pelatih peraih medali PON itu berkenan menerima itu. Bukan kami tidak mau mencairkan, tetapi kan mereka yang tidak mau menerimanya atau menolaknya," ungkap Ersima Yahya lagi.

Dijelaskannya, pada 15 April 2025 lalu sebenarnya telah dilakukan pertemuan dan pembahasan terkait masalah bonus dengan peserta antara lain pelatih PON Aceh-Sumut, KONI Riau, perwakilan NPC, dan atlet serta pelatih Pra Popnas.

Dengan hasil kesepakatan pada saat itu pelatih dan atlet di bawah NPC dan Pra POPNAS berkenan menerima bonus sesuai anggaran yg tersedia di DPA Dispora.

Tetapi para pelatih dan atlet di bawah KONI yang meraih medali di PON Aceh-Sumut belum berkenan menerima dan akan memperjuangkan untuk penambahan pada APBD-P 2025.

"Kami sudah menyampaikan agar mereka bisa menerima ini dulu, jika nanti keuangan Pemerintah Provinsi Riau membaik, maka akan diajukan lagi penambahan anggaran. Untuk saat ini segitu baru yang ada kemampuan keuangan Pemprov Riau. Apalagi saat ini kan Pemprov Riau tengah mengalami defisit anggaran yang luar biasa," katanya.

Ia menambahkan, sementara atlet dan pelatih peraih medali pada ajang Paralympic Games, Peparnas dan ⁠Pra Popnas mau menerimanya. Sehingga yang mau menerima tersebut yang baru dicairkan. Sementara yang atlet dan pelatih peraih medali di PON Aceh-Sumut tidak berkenan menerimanya.

"Iya kalau mereka tidak mau menerima, ya kami harus mau gimana lagi. Kami sudah sampaikan bahwa keuangan Pemprov Riau saat ini tengah mengalami defisit. Kami sudah sampaikan bahwasanya terima dulu yang ada, nanti jika keuangan Pemprov Riau membaik tidak menutup kemungkinan akan ditambah lagi,"pungkasnya.(dof)

Editor : Edwar Yaman
#Bonus atlet pon riau #atlet pon #kadispora riau #erisman yahya #Gubri abdul wahid #defisit anggaran #bonus atlet