PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di hampir sebagian wilayah di Provinsi Riau. Hingga kini, tercatat sejumlah lahan terbakar di 5 kabupaten/kota, termasuk Pekanbaru.
Informasi ini didasari data Karhutla dari BPBD Riau yang diterima Sabtu (19/7/2035). 5 kabupaten kota tersebut, yaitu Rokan Hulu (Rohul), Rokan Hilir (Rohil), Pelalawan, Kampar, dan ibu kota Provinsi Riau, yakni Pekanbaru.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edy Afrizal berujar, api masih belum dapat dipadamkan hingga Jumat sore. Tim Satuan Tugas Darat masih berupaya melakukan pemadaman.
Lanjut Edy, khusus di Rokan Hilir (Rohil), situasi sangat memprihatinkan, di mana kebakaran lahan terus berkobar sejak 14 Juli lalu. "Rohil termonitor (kebakaran lahan) sejak 14 Juli kemarin. Untuk luasan lahan belum diketahui berapa luasnya," sebutnya.
Termasuk luas lahan yang terbakar di setiap daerah yang terdampak, belum sepenuhnya terdata. Lantaran petugas masih memprioritaskan upaya pemadaman segera, khususnya di Rohil.
Lalu untuk Karhutla di Pekanbaru, telah ditangani oleh tim BPBD Kota. Karena Tim Satgas Darat tengah fokus di Kabupaten Rohil.
Sebelumnya, data Karhutla BPBD Riau mengungkap, mulai awal Januari 2025 hingga hampir 7 bulan ini, luasannya sudah mencapai 510 hektare. Karhutla paling luas sejauh ini ada di Kabupaten Kampar, 132 hektare dan Rohul 107 hektare.
Kemudian disusul Rohil seluas 54,2 hektare, Bengkalis 44,3 hektare, Siak 38 hektare, dan Kota Dumai 35 hektare. Karhutla juga melanda Kabupaten dan kota lainnya di Riau dengan luasan lahan yang terdampak bervariasi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya dalam penanganan dan pencegahan Karhutla.
"Kami sudah melaksanakan apel kesiapsiagaan Polda Riau dan jajaran, baik dari segi personel dan alat peralatan, sarana pendukung, transportasi," sebut Kombes Anom.
Ditambahkan dia, untuk memantau lokasi Karhutla, pihaknya memanfaatkan Dashboard Lancang Kuning yang beroperasi selama 24 jam, dan terhubung ke Polres dan Polsek jajaran.
"Selain itu juga Polda Riau melakukan kampanye proaktif untuk menumbuhkan kesadaran kolektif akan bahaya Karhutla dan upaya-upaya pencegahannya. Seperti jambore, fun run dan giat preemtif dan preventif lainnya," pungkasnya.
Editor : Rinaldi