PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menaikkan status Siaga Darurat Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau, menjadi tanggap darurat. Peningkatan status ini dikarenakan saat ini terjadi kenaikan kejadian karhutla dan sudah tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau.
Pengumuman peningkatan status tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid pada saat rapat evaluasi penanganan dan penegakan hukum karhutla di Gedung Daerah Riau, Selasa (22/7/2025).
“Pemerintah Provinsi Riau telah menaikkan status siaga darurat karhutla menjadi tanggap darurat. Peningkatan status tanggap darurat ini hingga 14 hari ke depan,” katanya.
Baca Juga: Bea Cukai Bengkalis Bersama Tim Mabes Polri Gagalkan Penyeludupan 27 Kg Sabu
Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya berharap dengan peningkatan status ini, penanganan karhutla di Riau dapat lebih cepat dilaksanakan. Karena dengan peningkatan status, bantuan dari pemerintah pusat bisa lebih banyak diberikan.
“Saat ini upaya pemadaman karhutla juga masih terus dilakukan. Pemerintah pusat juga sudah mengirimkan bantuan helikopter water bombing dan pesawat Operasi Modifikasi Cuaca ke Riau,” sebutnya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto mengatakan, untuk membantu pemadaman karhutla di Riau pihaknya juga akan menambah helikopter water bombing ke Riau. Termasuk juga pesawat operasi modifikasi cuaca.
“Kemudian Polres dan Kodim kami minta membentuk satgas darat yang terdiri dari 100 orang petugas. Mereka akan bertugas memadamkan karhutla yang dilengkapi dengan APD dan mesin pompa. Pemerintah juga akan memberikan bantuan uang operasional bagi para petugas tersebut,” ujarnya.(sol)
Editor : Edwar Yaman