PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Lintas Timur KM 50+700, Kabupaten Pelalawan menyebabkan 5 nyawa melayang pada Ahad (20/7/2025) malam. Kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan. Yakni sebuah truk tronton, mobil mini bus yang mengangkut 7 orang penumpang, dan sebuah mobil balak yang kelebihan muatan.
Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman mengatakan, dirinya langsung mendatangi lokasi untuk memastikan penyebab kecelakaan.
"Kemarin kami datang langsung ke lokasi," ujar Kombes Taufiq, Selasa (22/7/2025).
Hasil kunjungan dirinya dan sejumlah pejabat Ditlantas lainnya menunjukan bahwa truk balak yang menjadi penyebab utama jatuh korban dalam keadaan over dimensi dan over loading (ODOL). Taufiq kemudian menceritakan kronologis kejadiannya.
"Berawal dari sebuah truk tronton dengan nopol BH 8241 HM berhenti karena kehabisan bensin di bahu jalan sebelah kiri arah Pangkalankerinci. TKP jalan lurus agak menanjak, marka jalan utuh tapi tidak ada penerangan jalan," sebut Taufiq.
Ia melanjutkan, saat itu datang sebuah truk balak dengan Nopol BM 9887 AV yang dikemudikan Selamat dari arah Pangkalankerinci menuju Pekanbaru. Mobil tersebut hendak menyalib truk tronton yang tengah berhenti.
"Di situ ada sebuah dump truck yang tidak diketahui identitasnya dari arah Pekanbaru menuju Pangkalankerinci. Sehingga truk balak yang dikemudikan Saudara Selamat membanting stir ke kiri menabrak sisi kanan belakang truk tronton yang kehabisan bensin," tuturnya.
Dari peristiwa itu, truk balak yang tidak kuat menanjak dan bergerak mundur diduga rem blong menghantam sebuah mobil minibus dengan nopol D 1239 ZB yang membawa 7 penumpang.
Para penumpang terseret hingga ke dalam parit sebelah kiri dari arah Pangkalankerinci menuju Pekanbaru.
"Total korban sebanyak 5 orang meninggal dunia. Luka berat 2 orang dan luka ringan 2 orang," sambungnya.
Taufiq menambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan secara berkesinambungan. Nantinya, polisi akan merilis hasil dari penyelidikan tersebut apabila telah rampung dilakukan.(nda)
Editor : Edwar Yaman