PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kabut asap tebal kembali menyelimuti Kota Pekanbaru dan membuat kualitas udara menjadi buruk dan tidak sehat bagi masyarakat rentan, Kamis (24/7/2025). Pantauan Riaupos.co, di aplikasi data website pengukur indeks kualitas udara iqair.com terlihat kualitas udara tidak sehat dengan indeks di angka 118.
Angka tersebut tercatat cukup tinggi yang menunjukkan kualitas udara di Kota Pekanbaru sedang tidak sehat, khususnya untuk kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Adapun polutan utama pencemaran udara, yakni particulate matter (PM) 2.5, yang merupakan partikel halus yang berukuran 2.5 mikrometer atau kurang dalam diameter, dan merupakan jenis polusi udara yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.
Konsentrasi PM2.5 yang ada saat ini 7.3 kali nilai panduan PM2.5 tahunan WHO, yakni di angka 42,6 mikrogram per meter kubik, namun pada nilai panduan tahunan PM2.5 WHO hanya 5 mikrogram per meter kubik. Dalam aplikasi tersebut juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi agar mengurangi aktivitas outdoor atau di luar ruangan, menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara liar yang kotor, menyalakan penyaring udara, serta menggunakan masker jika tetap ingin berkegiatan di luar, khususnya bagi kelompok sensitif.
Menurut Forecaster On Duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Gita Dewi S keberadaan kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru dan daerah Riau lainnya disebabkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belakang ini terjadi baik di Provinsi Riau sendiri maupun provinsi lainnya di Pulau Sumatera. Di mana berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru total titik panas (hot spot) wilayah Sumatera kembali mengalami peningkatan. Yaitu berkisar 621 yang tersebar di berbagai provinsi.
Yang paling banyak di Riau 207 titik panas, disusul Sumatera Utara dengan 188 titik panas, Aceh 68 , Jambi 49, Sumatera Selatan 46, Sumatera Barat 27, Bangka Belitung 18, Lampung 8, Bengkulu 7, dan Kepulauan Riau 3.
"Untuk Provinsi Riau sendiri titik panas terbanyak ada di Kabupaten Rokan Hilir 110 titik panas. Berikutnya Rokan Hulu 63 titik panas, disusul Pelalawan 20, Bengkalis 6, Siak 6, dan Kampar 2," jelasnya.
Sementara itu, untuk prakirakan cuaca di Provinsi Riau sejak pagi hari cuaca terpantau udara kabur cerah berawan tanpa adanya potensi hujan. Namun siang hingga sore hari cuaca cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kampar dan Rokan Hulu.
Malam hingga dini hari udara kabur cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Siak, Pelalawan, Kota Pekanbaru dan Kota Dumai.
Suhu udara di Riau diperkirakan berkisar 23.0 – 35.0 °C dengan kelembapan udara berkisar 45–97 %, Angin: Tenggara–Barat /10–30 km/jam. Prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau berkisar antara 0.5–1.25 meter(rendah).(ayi)
Editor : Edwar Yaman