PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Upaya pelestarian Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Kabupaten Pelalawan terus berprogres. Saat ini Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) tengah memproses lahan sawit seluas 500 hektare (ha) yang diserahkan pengusaha Manaek Siaahan.
Komandan Satgas PKH Mayjen TNI Dody Tri Winarto menyebutkan, saat ini pihaknya sedang melakukan validasi terhadap kebun sawit yang berada di TNTN dekat Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan yang diserahkan Manaek Siaahan sejak pekan lalu.
Mayjen Dody mengatakan, penyerahan lahan tersebut secara administratif sudah selesai. Hanya saja, situasi di lapangan belum sepenuhnya kondusif.
‘’Pemilik sudah menyerahkan kepada kita berupa surat hibah dari batin diberikan ke dia. Mudah-mudah bisa diselesaikan secepatnya,’’ ujarnya, Senin (28/7).
Meski secara administrasi lahan tersebut sah menjadi milik negara, namun menurut Mayjen Dody penguasaan fisik belum dapat dilakukan.
Pasalnya, pada proses validasi awal, ternyata ada perbedaan antara hak kepemilikan dan penguasaan lapangan.
‘’Jadi ini treatment-nya berbeda dari penyerahan-penyerahan lahan sebelumnya. Dia (Manaek Siahaan, red) mempunyai hak kepemilikan, tapi (kebun) dikuasai oleh keluarganya,’’ jelas Dody.
Menurutnya, konflik keluarga menjadi hambatan utama dalam proses pemulihan kawasan tersebut.
Pasalnya Manaek sebelumnya telah menguasakan kebun tersebut ke anak dan menantunya.
‘’Yang jadi masalah, keluarganya pecah sama dia sehingga secara fisik dia tidak menguasai langsung. Ini yang perlu treatment, tapi secara administrasi itu sudah sah dimiliki negara,’’ paparnya.
Hasil pemeriksaan Satgas PKH, lahan 500 ha itu awalnya dikuasai berdasarkan surat hibah dari tokoh adat di Pangkalan Kuras kepada Manaek. Namun ia membaginya ke anak dan menantunya.
Mayjen Dody menegaskan, niat baik dari Manaek untuk menyerahkan kembali lahan tersebut patut diapresiasi, meski disertai harapan agar konflik keluarga juga bisa terselesaikan.
“Tapi beliau secara ikhlas mohon pada Satgas untuk dikuasai kembali oleh negara, dipulihkan kembali. Mudah-mudahan dengan itu, masalah keluarga bisa selesai,” ujarnya.
Satgas PKH berkomitmen untuk memulihkan lahan tersebut menjadi kawasan hutan konservasi. Harapan, dalam waktu dekat, masalah segera selesai dan kebun segera ditumbangkan.(end)
Editor : Arif Oktafian