Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Titik Panas di Riau Terbanyak Kedua di Sumatera

Tim Redaksi • Rabu, 30 Juli 2025 | 12:00 WIB

Tim gabungan mempersiapkan peralatan saat akan memadamkan api dan melakukan pendinginan lahan yang terbakar di daerah Simpang Kanan, Rokan Hilir, Selasa (29/7/2025).
Tim gabungan mempersiapkan peralatan saat akan memadamkan api dan melakukan pendinginan lahan yang terbakar di daerah Simpang Kanan, Rokan Hilir, Selasa (29/7/2025).


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebaran hotspot atau titik panas di Pulau Sumatera masih terdeteksi hampir di seluruh provinsi, Selasa (29/7). Radar citra satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Syarif Kasim SSK II Pekanbaru mendeteksi sebaran titik panas terbanyak berada di Aceh yakni 115 titik.

Diikuti Riau dan Suma­tera Utara memiliki titik panas terba­nyak kedua yakni 45. Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Gita Dewi S mengatakan, titik panas lainnya tersebar di Sumatera Selatan 20, Jambi 14, Bangka Belitung  5, Lampung  4, Sumatera Barat 1. Total hotspot untuk wilayah Sumatera ada 249.

‘’Untuk Provinsi Riau, sebaran titik panas terbanyak masih ada di Kabupaten Rokan Hilir yakni 12, walaupun beberapa hari sebelumnya di kabupaten ini sempat menurun karena adanya potensi hujan. Lalu ada  Indragiri Hulu dengan 11 titik, Kepulauan Meranti 10, Pelalawan  9, Kota Dumai , Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dengan 1 titik panas,” jelasnya.

Meksipun begitu, BMKG Pekanbaru masih mencatat adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi di wilayah Riau. Di mana sejak pagi hari cuaca terpantau udara kabur cerah berawan tanpa potensi hujan.

Siang hingga sore hari cuaca berawan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar dan Kota Dumai.

Malam hari cuaca cerah berawan . Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kampar,  Rokan Hilir,  Kuantan Singingi,  Siak, Bengkalis, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru.

Dini hari udara kabur berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Siak, Kampar, Bengkalis, Indragiri Hilir, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru. ‘’Suhu udara berkisar antara 23.0–34.0 °C,’’ ujarnya.

 «Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir,  Kampar, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru pada sore atau malam dan dini hari,” tegasnya.

1,5 Hektare Terbakar di Desa Siabu
Kebakaran lahan kembali terjadi di Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Selasa (30/7). Sekitar 1,5 hektare lahan mineral gambut milik masyarakat dilaporkan hangus terbakar. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar Agustar melalui Kepala Seksi Logistik, Edison membenarkan kejadian tersebut.

Ia menjelaskan tim satgas gabungan telah dikerahkan untuk melakukan penyekatan dan pendinginan di lokasi guna mencegah meluasnya api. “Satgas gabungan sudah melakukan penyekatan dan pendinginan di lokasi kebakaran agar tidak merembet ke area lain. Lahan yang terbakar merupakan semak belukar, sehingga cepat dilalap api, apalagi ditambah cuaca panas hari ini,” ungkap Edison.

Edison mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang guna mencegah terjadinya karhutla lebih luas.

Di Meranti Meluas Drastis
Di Kepulauan Meranti, upaya pemadaman dan pendinginan karhutla yang di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat yang telah memasuki hari ke-10 belum juga selesai. Tim gabungan masih terus berjibaku dengan sejumlah tantangan baru.

Di hari ke-11 sejak kebakaran pertama kali terjadi, api yang sebelumnya sudah mulai mereda justru kembali membesar.  Angin kencang dengan kecepatan 8 kilometer per jam meniup bara di dalam gambut membuat api menjalar cepat membakar vegetasi semak belukar dan kebun warga.

Kebakaran yang semula hanya mencakup 50 hektare, kini meluas drastis menjadi lebih dari 110 hektare.  Bahkan, lahan kebun milik warga pun tak luput dari amukan si jago merah. Kebakaran kembali meluas 10 hektare sehingga total luasan terdampak kini telah menembus angka 120 hektare.

Apalagi kondisi cuaca memang tidak bersahabat. Angin kencang yang terus berhembus membuat upaya pemadaman semakin sulit. Tim gabungan kini difokuskan untuk melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada lagi bara yang tersembunyi di dalam lapisan gambut.

“Setelah berjuang memadamkan api yang kembali menyala, kini kita fokus pada pendinginan. Tantangan terbesar kemarin adalah mencari titik air. Tapi dengan adanya embung-embung yang telah dibuat, upaya pemadaman bisa lebih maksimal,” ujar Sekretaris BPBD Meranti Eko Setiawan, Selasa (29/7).

Perjuangan berat tersebut turut disertai oleh pesan moral yang kuat. Eko mengimbau keras masyarakat untuk tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. “Apapun alasannya, pembakaran lahan bukanlah solusi. Risiko dan dampaknya terlalu besar. Kita tidak ingin kebakaran seperti ini terus terjadi hanya karena kelalaian atau keputusan sesaat,” tegasnya.

Tanjung Peranap kini tak hanya menjadi medan pertempuran melawan api, tapi juga simbol kekuatan solidaritas. Di sini, petugas dan masyarakat berdiri bersama, saling bahu-membahu melindungi hutan, kebun, dan kehidupan dari ancaman yang membara.

Polisi Pasang Police Line
Polisi memasang plang police line di areal bekas kejadian karhutla di Dusun Pematang Kunyit, Kepenghuluan Bangko Permata, Bangko Pusako, Selasa (29/7). Ini sebagai tindak lanjut proses penegakkan hukum yang dilakukan polisi terkait dengan kejadian karhutla di tempat tersebut.

Tak hanya police line, polisi juga memasang plang berisikan peringatan yang bertuliskan bahwa area tersebut dalam proses penegakkan hukum dugaan tindak pidana melakukan pembakaran lahan dan atau mengerjakan, mengunakan, menduduki dan atau melakukan kegiatan perkebunan di dalam kawasan hutan tanpa izin yang sah.

Selanjutnya pada plang tersebut dituliskan juga “Dilarang melakukan kegiatan apapun di areal bekas terbakar”. Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni SIK MH bersama rombongan ke lokasi tersebut melakukan pemasangan plang dan police line di lahan dengan titik koordinat N: 1.88214 E : 100.67212, tersebut.

Kapolres juga membawa saksi ahli yang diminta untuk melakukan supervisi dan mengambil sampel tanah. Melalui Kasi Humas Polres Rohil Ipda Darlinson Sitorus SH, dijelaskan kegiatan ini sebagai bentuk tindak lanjut atas proses penegakkan hukum yang dilakukan.

“Kapolres beserta rombongan melakukan kegiatan turun ke lokasi terdampak karhutla dan mengambil sampel tanah untuk  mendapatkan hasil verifikasi dari saksi ahli bidang lingkungan hidup,” katanya.

Turut bersama Kasatreskrim AKP Putu Adi Juniwinata SIK MH, Kanit II Tipidter Ipda Ivan Bayu Aji STrk, saksi ahli Lingkungan Hidup Prof DR Bambang Hero Saharjo MAgr, Perwakilan Kepenghuluan Arya Dwi Pangga, Bhabinkamtibmas Bangko Permata Bripka Denny V Nainggolan SH dan Babinsa Bangko Permata Serda Kusnoto.

Terpisah, dalam beberapa hari terakhir titik api di Rohil sempat hilang karena turunnya hujan. Namun kemarin, Selasa (29/7) diketahui titik api kembali muncul di daerah Kecamatan Simpang Kanan. Hal itu dibenarkan Kalaksa BPBD Rohil Syafnurizal SE, di Bagansiapiapi. “Pagi, ada titik api di Kecamatan Simpang Kanan dan saat ini personel gabungan tengah melakukan pemadaman,” katanya.

Dia menambahkan, tim gabungan terdiri dari berbagai unsur, seperti BPBD, polisi, TNI, dan juga ditambah bantuan dari regu Basarnas. Menurutnya aksi pemadaman akan membutuhkan waktu yang tidak singkat mengingat situasi saat ini yang masih dalam kondisi kemarau dan juga angin yang kerap berhembus kencang.(ayi/fad/kom/wir)

Editor : Arif Oktafian
#titik panas #karhutla #riau #sumatera