PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Status Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau diperpanjang hingga 14 hari ke depan. Keputusan ini diambil karena kondisi cuaca yang masih memasuki musim kemarau dan karhutla yang masih melanda di beberapa daerah di Riau.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan, sebelumnya Status Tanggap Darurat Karhutla ditetapkan sejak 22 Juli lalu dan berakhir pada Senin (4/8).
Perpanjangan status tanggap ini bertujuan agar penanganan karhutla bisa lebih diintensifkan. “Setelah melakukan rapat koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta pihak terkait lainnya, maka kami memutuskan untuk memperpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla selama 14 hari ke depan,” ujarnya, Selasa (5/8).
Lebih lanjut dikatakannya, keputusan ini juga didasarkan pada laporan dari BPBD kabupaten/kota yang mencatat bahwa kebakaran masih terjadi di daerah Rokan Hilir, Kampar, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Siak.
“Meskipun beberapa daerah di Riau sempat diguyur hujan, namun intensitasnya belum cukup signifikan untuk memadamkan seluruh titik api, terutama di lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan secara tuntas,” ujarnya.
Perpanjangan status ini memungkinkan seluruh instansi terkait untuk tetap mengerahkan sumber daya secara maksimal, baik melalui jalur darat maupun udara. Helikopter water bombing, pasukan pemadam gabungan, dan patroli udara akan terus diintensifkan demi mencegah meluasnya kebakaran.
“Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran saat membuka lahan berkebun dan tetap waspada terhadap potensi kebakaran, mengingat kondisi cuaca yang masih berisiko tinggi,” imbaunya.
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto mengatakan, untuk membantu pemadaman karhutla di Riau pihaknya juga akan menambah helikopter water bombing ke Riau, termasuk juga pesawat operasi modifikasi cuaca.
“Polres dan Kodim, kami minta membentuk satgas darat yang terdiri dari 100 orang petugas. Mereka akan bertugas memadamkan karhutla yang dilengkapi dengan APD (alat pelindung diri) dan mesin pompa. Pemerintah juga akan memberikan bantuan uang operasional bagi para petugas tersebut,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Riau diduga kuat akibat ulah manusia. Hal tersebut diketahui saat ia melakukan peninjauan lapangan menggunakan helikopter di empat daerah yang sedang mengalami karhutla. Yakni Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Dumai.
Kepala BNPB pun meyakini dugaan kuat tampak kebakaran tidak bersumber dari faktor alam semata. “Sepintas terlihat bahwa api muncul secara terpisah di berbagai lokasi yang berbeda jauh, terutama di sekitar areal perkebunan kelapa sawit. Ini menunjukkan kuat dugaan bahwa kebakaran ulah manusia,” katanya.
Karena itu diharapkan seluruh unsur pemerintah, baik pusat maupun daerah, sepakat untuk tidak membiarkan kejadian ini terus berlanjut. Langkah-langkah strategis pun langsung diambil untuk memadamkan api dan mencegah meluasnya kebakaran.
“Saat ini, pemerintah terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan penanggulangan karhutla berjalan efektif. Kemudian juga tidak menimbulkan dampak berkepanjangan bagi masyarakat dan lingkungan,” sebutnya.
163 Titik Panas di Riau
Meskipun hujan disertai angin kencang mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Riau, namun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru mendeteksi ratusan hotspots atau titik panas masih, Selasa (5/8).
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Yudhistira M mengatakan, sebaran titik panas di Provinsi Riau masih yang terbanyak di Pulau Sumatera. Berdasarkan data pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru, total ada 230 titik panas di wilayah Sumatera. Dari jumlah ini, 163 berada di Riau.
Sisanya tersebar di Sumatera Utara 36, Sumatera Barat 18, Jambi 6, Aceh 4, Sumatera Selatan 2, dan Bengkulu 1. “Titik panas di Riau tersebar di Kabupaten Rokan Hilir 89, disusul Bengkalis 41, Kota Dumai 13, Indragiri Hilir 12, Siak 7, dan Indragiri Hulu 1,” jelasnya.
Sementara itu untuk prakirakan cuaca di Provinsi Riau sejak pagi hari cuaca terpantau udara kabur berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragirin Hilir, Indragiri Hulu, dan Kota Dumai.
Untuk cuaca di Riau, siang hingga sore hari didominasi cerah berawan tanpa adanya potensi hujan. Namun pada malam hari cuaca cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, dan Siak.
Dini hari udara kabur berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Siak, Kampar, dan Kota Dumai. “Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Bengkalis, dan Rokan Hilir pada malam atau dini hari,” tegasnya.
Pangdam I BB Tinjau Karhutla Rohil
Panglima Komando Daerah Militer (Pandam) I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto mengunjungi Rokan Hilir (Rohil), Selasa (5/8). Pangdam disambut Wakil Bupati (Wabup) Rohil Jhonny Charles BBA MBA bersama dinas terkait dari pemerintah daerah.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pangdam Mayjen TNI Rio Firdianto dan juga Danrem Brigjen Sugiyono ke Rohil. Ini merupakan bentuk perhatian yang diberikan bagi daerah ini,” kata Jhony Charles.
Wabup Jhonny Charles juga mendampingi kegiatan yang dilakukan jajaran TNI selama berada di Rohil, termasuk peninjauan lokasi terjadinya karhutla dan berdialog dengan masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Rohil berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan guna mewujudkan stabilitas yang kondusif bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan,” katanya.
Wabup mengatakan karhutla di Rohil memang menjadi perhatian berbagai pihak. Hal itu dibuktikan dengan turunnya Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI beberapa waktu lalu. Ia menegaskan, pemerintah daerah telah mengambil langkah sesuai dengan prosedur yang diperlukan dalam menyikapi kejadian karhutla tersebut. “Kami tetap optimis seluruh kejadian karhutla dapat ditanggulangi,” katanya.
Diketahui salah satu titik lokasi yang menjadi perhatian dari kunjungan pangdam adalah di wilayah Kecamatan Kubu Babussalam. Di sini memang sempat terjadi peristiwa karhutla yang cukup luas, setidaknya lebih dari 100 hektare telah terbakar.
Meskipun pada saat itu tidak ada lagi api yang menyala, namun bekas-bekas sisa kebakaran masih jelas. Asap tipis masih menyebar di tengah hembusan angin yang cukup kencang. Pangdam menyempatkan diri melakukan aksi pemadaman sebagai bentuk aksi nyata dan dukungan moril terhadap kegiatan pemadaman yang telah dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh personel gabungan selama ini.
“Terkait kunjungan ini, saya diperintah langsung dari Panglima TNI AD atas arahan Presiden,” kata Pangdam kepada media. ‘’Sesuai dengan arahan dari Presiden agar turun langsung ke lapangan dan memastikan bahwa penanganan karhutla di Riau telah berjalan baik,’’ tambahnya.
Dalam rangkaian memastikan penanganan itu, dirinya telah berkoordinasi dengan BNPB pusat dan pihak terkait, menyikapi optimalisasi penanganan karhutla yang telah dan sedang dilakukan sehingga diharapkan dapat berjalan lebih optimal lagi. Dirinya menegaskan agar penanganan yang sedang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan tuntas.
Pangdam juga mengajak agar tidak ada lagi aksi pembakaran lahan. Sementara terkait dengan penanganan karhutla, terdapat sebanyak 920 personil TNI yang disebar ke seluruh wilayah di Riau yang terdapat kejadian karhutla, untuk di Rohil sendiri sekitar 120 orang. “Alhamdulillah, dengan jumlah yang sudah tersebar itu bisa mengcover seluruh wilayah, dalam melakukan penanganan karhutla,” kata Mayjen Rio.
Pangdam I/BB juga menyampaikan seluruh elemen pemerintahan, baik dari tingkat kementerian, provinsi, maupun kabupaten, memberikan dukungan penuh terhadap upaya penanggulangan karhutla. Menurutnya, sebagian besar karhutla yang terjadi di Riau diduga kuat akibat ulah manusia. Karena itu, dirinya menekankan pentingnya langkah penegakan hukum dan edukasi masyarakat.
Diterangkan lagi untuk luasan lahan yang terbakar di Rohil sejauh ini lebih dari 1.000 hektare. ‘’Terima kasih kepada semua unsur yang terlibat selama ini, mulai dari TNI, Polri, BNPB pusat, BPBD Riau, BPBD Rohil, begitu juga Menggala Agni, unsur pemerintahan terkait serta Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam penanggulangan karhutla,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Rohil H Syafnurizal SE menyebutkan titik api telah berkurang sejak adanya turun hujan dalam beberapa hari belakangan. Terlebih hujan pada Senin (4/8) dan Selasa (5/8) yang cukup deras di sejumlah kecamtan di Rohil. “Alhamdulillah dengan turunnya curah hujan semalam, maka titik api tinggal dua lagi yaitu di perbatasan Kecamatan Kubu dan Balai Jaya,” katanya.
Menurutnya dengan kehadiran Pangdam I BB menjadi stimulus semangat bagi tim gabungan yang bertugas melakukan penanganan karhutla. “Saat ini tinggal di dua titik saja lagi, dan kami yakin tidak berapa lama lagi akan tuntas,” katanya.
15 Hektare Terbakar di Desa PekanTua
Petugas terus berupaya melakukan pemadaman karhutla di Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (4/8). Saat ini kurang lebih 15 hektare lahan di lokasi tersebut yang terbakar, cuaca panas disertai angin kencang menyebabkan petugas kesulitan dalam melakukan pemadaman.
Kapolres Inhil AKBP Faoruk Oktora SIK melalui Kapolsek Kempas Iptu Danu Hidayat mengatakan saat ini pihaknya bersama tim gabungan sedang berupaya melakukan proses pemadaman. Dikatakannya, saat ini cuaca panas ditambah angin kencang membuat petugas kesulitan karena api terus bergerak mengikuti arah angin. “Ada kurang lebih 15 hektar lahan yang terbakar,” jelas Iptu Danu.(sol/ayi/fad/*2)
Editor : Arif Oktafian