PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - MarkPlus Institute resmi membuka Indonesia Marketing Festival (IMF) 2025 di Kota Pekanbaru melalui Pekanbaru Marketing Festival 2025 yang diawali dengan program Campus Day di Universitas Riau.
Memasuki tahun ke-13, IMF terus menjadi ajang strategis yang mempertemukan pelaku bisnis, akademisi, industri, dan pemerintah dalam merespons dinamika pemasaran nasional di tengah percepatan transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (AI).
Pekanbaru dipilih sebagai kota pembuka karena kekayaan sejarah, semangat kewirausahaan, dan komunitasnya yang kuat, menjadikannya representasi ideal kolaborasi antara nilai lokal dan kesiapan menghadapi masa depan.
Dengan tema “Sustainable Marketing in the AI Era”, IMF 2025 mendorong peran aktif generasi muda dalam membentuk lanskap pemasaran yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Acara dibuka Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Universitas Riau Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil yang menekankan pentingnya pendidikan yang berdampak, berorientasi pada kebermanfaatan dan penggunaan AI yang efisien dalam menjalani kegiatan perkuliahan, juga menjadi bekal untuk menghadapi dunia profesional.
“Tentunya dengan pengetahuan dan kompetensi mengenai AI, selain dalam kegiatan perkuliahan, juga akan menjadi modal dalam dunia kerja nantinya setelah selesai menempuh pendidikan,” ungkap Sofyan.
Selain itu, juga ada kata sambutan oleh Firdaus SPd MPd, Kapokja Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah XVII, yang menekankan pentingnya pendidikan berdampak dan menggabungkan AI dengan kemampuan para mahasiswa untuk masa depan.
Rangkaian Campus Day IMF Semarang juga menghadirkan sesi Diplomat Success Challenge by Wismilak Foundation bersama Alvon Yulius, Founder Avara Custom Indonesia selaku bagian dari Diplomat Entrepreneurs Network yang menceritakan kisah Avara Custom Indonesia serta mengajak peserta melihat kegagalan sebagai proses pembelajaran dan menjadikan AI sebagai mitra dalam menemukan solusi terbaik dalam menciptakan produk.
“Satu key factor yang penting dalam produk adalah bagaimana produk kita bisa menyelesaikan masalah. Bagaimana cara menciptakan solusi yang mampu menyelesaikan masalah melalui produk kita?,” ujar Alvon.
Product Manager Bantex Agustina Feronika dalam sesinya juga memaparkan, sebagai salah satu produsen terkemuka di bidang peralatan kantor dan sekolah, Bantex siap mendukung perjalanan akademik dan profesional mahasiswa melalui rangkaian produk berkualitas yang beragam dan fungsional.
Sesi utama dalam Campus Day IMF Semarang ditutup Dimas Soerojo, Chief Business Executive MarkPlus Institute, melalui paparan bertajuk “Marketing Pathways: What’s Hot?”. Sesi ini membedah dinamika industri pemasaran terkini, keterampilan masa depan yang dibutuhkan, serta peluang karir yang terbuka lebar di tengah era disrupsi teknologi.
“Melalui MarkPlus Institute dan Indonesia Marketing Festival 2025, kami bertujuan untuk mendorong mahasiswa tidak hanya agar siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu berpikir secara kreatif dan memahami peran mereka dalam ekosistem digital yang terus berkembang. AI bukan untuk ditakuti, melainkan dimanfaatkan secara cerdas,” jelas Dimas.
Melalui inisiatif ini, MarkPlus Institute menegaskan peran sebagai katalisator yang menjembatani dunia pendidikan dan industri profesional, membekali generasi muda yang tidak hanya adaptif secara teknologi, tetapi juga visioner dalam membangun karier, serta siap menjadi agen perubahan yang relevan dan berdampak.(azr/rls)
Editor : Rindra Yasin