Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Serasa Pulang ke Rumah, Siap Naikkan Level Kolaborasi Media, Bupati Siak Afni Z Kunjungi Redaksi Riau Pos

M Ali Nurman • Kamis, 14 Agustus 2025 | 11:08 WIB
Foto Bersama : Bupati Siak Afni Zulkifli (tiga kanan) foto bersama CEO Riau Pos Group Ahmad Dardiri (empat kanan), Direktur / Pemimpin Redaksi Riau Pos Firman Agus (dua kanan), Manajer Pemasaran Riau Pos Abdul Kadir Bey (kanan),  Manajer Umum Riau Pos Las
Foto Bersama : Bupati Siak Afni Zulkifli (tiga kanan) foto bersama CEO Riau Pos Group Ahmad Dardiri (empat kanan), Direktur / Pemimpin Redaksi Riau Pos Firman Agus (dua kanan), Manajer Pemasaran Riau Pos Abdul Kadir Bey (kanan), Manajer Umum Riau Pos Las

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Bupati Siak Afni Z berkunjung ke Redaksi Riau Pos, Rabu (13/8). Afni mengaku merasa seperti pulang ke rumah. Ya, kunjungan ini menjadi momentum nostalgia baginya, mengingat awal kariernya dimulai di dunia jurnalistik bersama Pekanbaru Pos, media yang tergabung dalam Riau Pos Group (RPG).

“Kalau ini kayak kembali ke ru­mah. Karena dulu saya kerja di sini. Hari-hari saya dulu ya di sini. Terakhir saya jadi pemimpin redaksi di Pekanbaru Pos. Jadi suasananya ya suasana rumah lah,” ujarnya di Lantai 3 Graha Pena Riau, Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, Rabu (13/8).

Kunjungan Afni disambut CEO RPG Ahmad Dardiri, Pemimpin Redaksi sekaligus Direktur Riau Pos Firman Agus, Wakil Pemred Riau Pos Eka Gusmadi Putra, Pemred Riau Televisi Heru Rinaldo, Penanggung Jawab Iklan Tengku Rasmin, Manajer Keuangan Riau Televisi Hidayat Algerie, Manajer Pemasaran Riau Pos Abdul Kadir Bey, dan Koordinator Liputan Riau Pos M Ali Nurman.

Afni mengatakan, tidak banyak yang berubah di lingkungan kerja tempatnya pernah berkarya tersebut. Ia masih bertemu kawan-kawan lama, rekan liputan yang dulu sama-sama melewati dinamika perkembangan media. “Tadi (Rabu, red) banyak sekali kami berkomunikasi. Saya katakan bahwa saya dari rumah yang sama. Jadi ke depan kita akan naikkan level kerja sama kita,” katanya.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah dan media tidak sebatas jual beli koran. Di Kabupaten Siak, media masuk ke dalam unsur pentahelix sebagai mitra yang terlibat dalam proses pengambilan kebijakan. “Artinya media, kawan-kawan media, terlibat di dalam pengambilan kebijakan. Jadi kita akan naikkan levelnya,” ucapnya.

Ia menegaskan, pengalamannya sebagai wartawan membuktikan profesi ini punya posisi strategis. “Dengan saya jadi bupati, itu juga bukti bahwa wartawan itu levelnya beda. Tapi wartawan yang mana? Tunggu dulu. Banyak juga kan oknum-oknum yang mengatasnamakan diri mereka wartawan. Kita akan memerangi yang seperti itu,” tegasnya.

Di era sekarang, kata Afni, siapa saja bisa mengaku wartawan bahkan menyerang lewat pemberitaan tanpa mematuhi UU Pers. “Apa-apa dibilang keterbukaan. Keterbukaan kan bukan berarti kebablasan. Tetap harus meletakkan 5 W 1 H dan konfirmasi sesuai undang-undang yang ada,” jelasnya.

Afni mengajak media menyusun konsep kolaborasi yang saling menguntungkan. “Saya sudah minta secara khusus agar nanti ada simposium atau rembuk pikir bersama. Dan saya siap dijadikan laboratorium untuk teman-teman media merumuskan bersama konsep kolaborasi,” ujarnya.

Ia menekankan, hubungan pemerintah daerah dan media ke depan bukan hanya pasang iklan atau jual koran. “Saya ingin levelnya dinaikkan. Mungkin di Riau, yang betul-betul latar belakangnya jurnalis dan jadi bupati baru saya. Kalau di Bengkalis, wakil bupatinya dulu dari Riau Pos juga,” katanya.

Momentum ini, lanjut Afni, penting untuk mematangkan konsep berpikir media. Ia mengajak insan pers mengingat peran besar mereka dalam sejarah kemerdekaan. “Ini mumpung mau 80 tahun Indonesia merdeka. Kemerdekaan Republik ini dulu juga dibantu peran serta kawan-kawan media. Kita kembalikan lagi historinya. Jadi back to history to glory. Jadinya bagaimana kemenangan pers itu bisa mewarnai pembangunan daerah. Terutama kami di Siak, tentu perlu kolaborasi dengan media,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan tentang kondisi Siak, Afni mengungkap tantangan terbesar adalah masalah keuangan daerah. “Sekarang kami fokusnya menata kelola keuangan dulu. Karena keuangan ini lagi dikelilingi utang-utang luar biasa. Jadi kami tidak mau berlama-lama mencicil sampai lima tahun. Kalau bisa secepatnya. Ini juga perintah agama, hal yang harus kita dahulukan adalah membayar utang,” ungkapnya.
Pembenahan keuangan berjalan paralel dengan perbaikan tata kelola pemerintahan. “Antara keuangan dan pemerintahan itu paralel jalannya. Nanti baru kita bicara program. Saya rasa program kami baru akan bisa lari kencang di tahun kedua,” jelasnya.

Untuk tahun ini, banyak anggaran tersedot membayar utang sehingga kemungkinan hanya tersisa sekitar Rp100 miliar–Rp200 miliar di APBD murni awal tahun depan. “Pokoknya kami minta pengertian dan kesabaran dari semua pihak dulu. Bahwa kami lagi menata apa-apa yang terjadi. Jadi ke depannya kita enak,” katanya.

Langkah ini, kata Afni, diambil demi meninggalkan warisan baik bagi penerusnya. “Saya ingin yang diwarisi itu yang baik-baik. Jadi siapa pun bupati Siak berikutnya itu juga bisa baik,” tegasnya.

Afni menegaskan, pemerintahannya tidak akan membawa tradisi dendam politik. “Kita profesional dengan standar kinerja. Nantinya akan ada kontrak kinerja. Untuk kepala dinas ada fit and proper test, assessment. Saya sampaikan pada jajaran, bapak harus berani menyampaikan pada pimpinan yang menyangkut kepentingan rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, gaya kepemimpinannya yang tegas berasal dari dua hal, yakni pengalaman membongkar masalah birokrasi dan latar belakang sebagai jurnalis. “Dengan saya seorang jurnalis itu, pisau analisa saya semakin tajam. Saya pernah liputan di Kantor Gubernur, di Polda, sampai DPR-RI. Saya jurnalis yang lebih suka feature, investigasi,” katanya.

Afni memaparkan, Pemkab Siak akan menjalankan konsep pentahelix yakni pelibatan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media untuk membangun daerah. “Semua kami berikan kesempatan termasuk media. Kolaborasi kita di Siak, kawan-kawan media ikut berpikir bersama kami. Teman media bukan hanya melakukan pemberitaan, tapi juga pengawasan. Saya tidak antikritik, tapi saya punya hak menjawab kritik dengan kinerja,” ujarnya.

Afni bahkan mewajibkan semua organisasi perangkat daerah (OPD) memiliki admin media sosial. “Medsos saya masih saya kelola dan bayar sendiri. Sekarang saya wajibkan semua OPD punya admin medsos,” ungkapnya.

Doa dan dukungan dari Riau Pos diberikan CEO RPG Ahmad Dardiri. Ia mendoakan agar Bupati Afni sukses memimpin Siak. “Kita berdoa agar Ibu Bupati bisa lancar menghadapi berbagai tantangan. Kami punya tanggung jawab moral untuk mengawal Ibu Bupati karena kita punya histori,” katanya.(ali)

Editor : Bayu Saputra
#bupati siak #Bupati siak afni #riau pos group