Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Setelah Razia Tambang Emas Ilegal di Sungai Kuantan, Gubri dan Kapolda Akan Lanjutkan ke Sungai Indragiri di Inhu, Ini Hasil Tinjauan Lokasi Eks PETI

Desriandi Candra • Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:39 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Gubri Abdul Wahid, Bupati Kuansing H Suhardiman Amby dan Bupati Inhu Ade Agus Hartarto, melakukan peninjauan eks lokasi PETI Di Desa Pintu Gobang Kari
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Gubri Abdul Wahid, Bupati Kuansing H Suhardiman Amby dan Bupati Inhu Ade Agus Hartarto, melakukan peninjauan eks lokasi PETI Di Desa Pintu Gobang Kari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, didampingi Bupati Kuansing H Suhardiman Amby, Bupati Inhu Ade Agus Hartarto, Kapolres AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, Kamis (21/8/2015) turun ke eks lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah.

Lokasi ini, merupakan lokasi penertiban PETI pertama yang dilakukan Polda Riau bersama TNI, maupun Pemkab Kuansing. Di lokasi, tidak ditemukann lagi aktivitas penambangan.

Yang terlihat hanyalah bekas-bekas aktivitas PETI. Seperti dua kerangka rakit PETI, drum, maupun gundukan-gundukan tanah bercampur batu serta kolam bekas eks PETI yang masih berair.

Di sela-sela melakukan peninjauan itu, Gubri Abdul Wahid kembali mengapresiasi kinerja tim Polda Riau bersama tim gabungan lainnya yang sudah bekerja keras membersihkan semua aktivitas PETI di Kuansing. Mulai dari Hulu Sungai Kuantan sampai ke hilir Sungai Kuantan.

Dampak positif dari operasi PETI ini adalah air Sungai Kuantan sudah jernih dan bisa dimanfaatkan. Mulai hari ini, masyarakat yang semula melakukan aktivitas PETI berhenti. Pemerintah Provinsi Riau bekerja sama dengan pemerintah daerah, tengah menyiapkan wilayah pertambangan rakyat (WPR), dan izin pertambangan rakyat (ITR).

Ini dilakukan untuk melakukan penataan penambangan rakyat. Sehingga aktivitas PETI nanti tidak lagi merusak lingkungan dan mencemari sungai. "Kami melakukan ini, untuk penataan wilayah pertambangan rakyat. Kami siapkan wilayahnya, mengurus izinnya sehingga ekonomi masyarakat Kuansing yang menjadi usaha pertambangan tetap terjaga," ujarnya.

Aktivitas PETI yang dilakukan dengan menggunakan air raksa, sangat mencemari dan merusak. Operasi penertiban PETI ini, akan dilanjutkan ke wilayah Kabupaten Inhu. Sehingga sepanjang Sungai Indragiri ini bersih.

Apalagi soal penertiban penambangan ilegal termasuk PETI, juga menjadi instruksi Presiden Prabowo Subianto. Karena telah merugikan negara, daerah dan merusak lingkungan. Kedepan, dalam pengelolaan penambangan rakyat ini, pemerintah daerah akan melibatkan BUMN yang bergerak di bidang pertambahan, koperasi merah putih, koperasi-koperasi masyarakat serta lainnya. Sehingga tertata dan tidak merusak lingkungan.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan, dalam operasi PETI di Kuansing, Polda Riau dan jajaran termasuk TNI, sudah melakukan operasi di 53 titik, memusnahkan 234 rakit dongeng dan mengamankan 16 orang tersangka yang diamankan, baik oleh Polda maupun Polres Kuansing.

Selama penataan wilayah pertambangan dilakukan, maka lokasi-lokasi yang lalu menjadi status quo, tidak boleh dilakukan aktivitaa tambang lagi. Namun jika masuk kawasan WPR, maka akan ditata kelola dengan dikerjasamakan dengan BUMN pertambangan yang profesional.

"Jadi saya peringatkan untuk terakhir yang masih melakukan aktivitas PETI di sepanjang Sungai Kuantan dan Indragiri di Inhu, untuk berhenti. Karena kami bersama Kodim Inhu, akan melakukan operasi penertiban PETI dan penambangan liar yang merusak lingkungan," tegasnya.

Aktivitas penambangan emas tanpa izin yang omzetnya diperkirakan ratusan miliaran per bulan, tidak ada retribusi pada daerah, pajak maupun masyarakat. Polda akan melakukan penertiban PETI berkelanjutan meski pacu jalur usai. Bahkan dalam operasi PETI di Kuansing, bekerja sama dengan Polda Riau untuk memberhentikan PETI di Sumbar yang menjadi hulu Sungai Kuantan. "Dalam waktu dekat kita akan lakukan operasi PETI bersama Kodim di Inhu," ujarnya.

Bupati Kuansing H Suhardiman Amby komit mendukung dan berterimakasih pada jajaran Polda Riau yang telah berhasil memulihkan lingkungan, Sungai Kuantan kembali jernih.

Saat ini, Pemkab sudah menunggu seluas 14.000 hektare untuk WPR yang masih menunggu izinnya. "Nanti bila sudah disetujui, akan kita publis dimana saja WPR yang disetujui," ujar Suhardiman. Tetapi yang jelas, ia meminta mayarakat tidak lagi melakukan PETI dan menunggu WPR yang diusulkan keluar.

Bupati Inhu Ade Agus Hartarto pun siap dan mendukung rencana Polda Riau dan Kodim Inhu yang akan melakukan operasi PETI di Inhu. Pemkab Inhu pun tengah mengusulkan wilayah pertambangan rakyat. Tidak saja untuk PETI tetapi semua aktivitas penambangan rakyat.

Salah seorang warga Kuansing, Hendri mengpresiasi langkah polisi untuk memberantas PETI. "Saat ini air Sungai Kuantan sudah kelihatan lebih jernih," katanya.

Namun Hendri juga meminta, penertiban tidak saja dilakukan di tepi Sungai Kuantan. Di daratan juga terjadi aktivitas PETI. Ini lebih hebat lagi, pakai alat berat. "Tolong juga ditertibkan," ujarnya.

Editor : Rinaldi
#peti kuansing #sungai kuantan #tambang emas ilegal #Abdul Wahid #Lokasi peti #sungai indragiri #aktivitas peti #gubri #polda riau #inhu