Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bintang Emas Cahaya Intan Juara Baru Pacu Jalur 2025

Desriandi Candra • Senin, 25 Agustus 2025 | 11:51 WIB
Gubernur Riau  Abdul Wahid menyerahkan trofi bergilir Menteri Pariwisata dan trofi tetap kepada perwakilan Jalur Bintang Emas Cahaya Intan, Desa Tanjung, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi di Taman Jalur, Telukkuantan, Ahad (24/8/2025).
Gubernur Riau Abdul Wahid menyerahkan trofi bergilir Menteri Pariwisata dan trofi tetap kepada perwakilan Jalur Bintang Emas Cahaya Intan, Desa Tanjung, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi di Taman Jalur, Telukkuantan, Ahad (24/8/2025).

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Juara baru pacu jalur tradisional di Tepian Narosa Telukkuantan terjawab, Ahad (24/8). Jalur Bintang Emas Cahaya Intan 2023 dari Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) keluar sebagai juara Pacu Jalur 2025 setelah di final mengalahkan jalur tangguh Kabupaten Indragiri Hulu, Tuah Datuk Keramat Imbang di Alam.

Bukan mudah untuk mengalahkan Tuah Datuk Keramat Imbang di Alam. Jalur asal Inhu ini memberikan perlawanan yang sengit. Bahkan sempat memimpin di pancang pemisah ketiga. Tetapi anak pacuan Bintang Emas Cahaya Intan tidak gentar. Bahkan anak pacuan Bintang Emas Cahaya Intan seperti mendapatkan tenaga hingga semakin cepat melesat membelah sungai Kuantan sepanjang 1 kilometer (km) itu. 

Riuh sorak-sorai ratusan ribu penonton terdengar lantang di sepanjang arena memberikan semangat pada jalur asal Kabupaten Kuansing itu. Bagi Bintang Emas Cahaya Intan, perpacuan jalur ini merupakan “hidup mati” dan marwah masyarakat Kuansing yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan pacu jalur yang sudah mendunia itu.

Dengan perjuangan keras dan semangat juang yang tinggi anak pacuan, akhirnya Tuah Datuk Keramat Imbang Di Alam asal Inhu ini dipaksa menyerah dan mengakui kecepatan anak pacuan Bintang Emas Cahaya Intan yang menggunakan kostum kuning ini. Dengan begitu, Bintang Emas Cahaya Intan keluar sebagai juara baru di Tepian Narosa.

Sementara itu, perpacuan perebutan juara III dan IV antara Jalur Panglima Rimbo Piako Inhu dengan Jalur Buayo Danau Desa Bandar Alai Kari Kecamatan Kuantan Tengah Kuansing juga tidak kalah seru dan menegangkan. Emosional pendukung juga terlihat di sepanjang lomba.

Beberapa penonton yang melihat, bahkan rela berendam di dalam sungai Kuantan.  Namun akhirnya, juara III berhasil diraih Panglimo Rimbo Piako dan Buayo Danau Desa Bandar Alai Kari Kecamatan Kuantan Tengah berada di posisi IV. 

Sementara untuk penentuan peringkat jalur lainnya, dilakukan pencabutan undian peringkat oleh perwakilan jalur di tribun finish. Hasilnya, peringkat V-XV adalah Singa Ngarai Kecamatan Benai, Nago Sati Kecamatan Kuantan Mudik, Untung Bertuah Inhu, Ghajo Siluman Sungai Tonam Inuman, Limbago Sati Rantau Kecamatan Kuantan Tengah, Samurai Jopang Bukik Tatunggang Kuantan Tengah, Panglimo Tasik Indang Bunian Inhu, Toduang Biso Rimbo Piako Kecamatan Kuantan Mudik, Tuah Kalajengking Muda Indragiri 2024 Inhu, Sang Ratu Helmina Hulu Kuantan, dan Pulau Bertuah Inhu.

Tahun ini, total hadiah yang disiapkan mencapai Rp853.500.000. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kuansing Drs Darwis MM didampingi Sekretaris Panitia Pacu Jalur Ahmad Herry menjelaskan hadiah itu bersumber dari APBD Kuansing Rp493.500.000 dan APBD Provinsi Riau Rp360.000.000.

Dari besaran total hadiah itu, juara I berhak mendapat hadiah berupa uang pembinaan Rp150 juta, piala bergilir Menteri Pariwisata RI, piala tetap, piagam, tonggol juara, bonus dari Wapres Gibran Rakabuming Raka berupa sepasang kerbau, dan satu ekor sapi dari Rumah Makan Sederhana.

Juara II diberikan Rp130 juta ditambah piala tetap, tonggol juara, piagam, ditambah bonus dari Wapres Rakabuming Raka satu ekor kerbau betina dan satu ekor sapi dari rumah makan Sederhana. Untuk juara III mendapatkan Rp115 juta, piala tetap, tonggol juara, piagam, bonus dari Wapres Gibran Rakabuming Raka berupa satu ekor kerbau betina ditambah bonus dari Brand Ajaib Rp10 juta.

Juara IV mendapatkan Rp95 juta ditambah piala, piagam dan tonggol juara. Juara V diberikan Rp80 juta, piala, piagam, dan tonggol juara. Juara VI diberikan Rp65 juta ditambah piala, piagam, dan tonggol juara. Juara VII mendapatkan Rp45 juta ditambah piala, tonggol juara, dan piagam.

Sedangkan juara VIII diberikan Rp35 juta ditambah tonggol juara, dan piagam. Juara IX diberikan Rp27,5 juta ditambah tonggol juara dan piagam. Juara X mendapatkan Rp23,5 juta ditambah tonggol juara, dan piagam. Kemudian, peringkat XI sampai XV, masing-masing berhak mendapatkan Rp17,5 juta, piagam, dan tonggol juara. 

Bupati Kuantan Singingi H Suhardiman Amby memberikan apresiasi kepada semua peserta yang sudah menjaga ketertiban, keamanan, dan menyukseskan tradisi dan budaya ini.  Apalagi, Kuansing dan Inhu sama-sama berada dialiran sungai yang sama, Sungai Indragiri. ‘’Pacu jalur bukan soal kalah dan menang tetapi yang paling penting adalah sportivitas dan menjaga silaturahmi,’’ ujarnya.

Begitu pula Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto yang menyaksikan final pacu jalur tribun finish. “Ini adalah budaya kita. Siapa pun yang menang adalah hal yang biasa. Sebaliknya, mari kita rajut silaturahmi ini lewat tradisi dan budaya pacu jalur,” ujarnya.

Melly Mike Bertemu Dikha
Kedua “kawan lama” itu saling bersalaman dan berpelukan, sebelum kemudian Melly Mike, rapper asal Amerika Serikat, menghadiahi sang teman Rayyan Arkan Dikha, bocah asal Kuantan Singingi (Kuansing) satu unit Nintendo.

“Saya sangat senang bisa bertemu dengan Dikha, dan kami akan naik boat (jalur atau perahu, red) nanti bersama,” ungkap Mike, yang melejit lewat lagu “Young Black & Rich”, di sela acara sambutan kedatangannya di Telukkuantan, Ahad (24/8).

“Kawan lama” harus diberi tanda kutip karena meski mereka sudah lama kenal, bahkan pernah berkolaborasi di TikTok keduanya belum pernah bertemu langsung. Baru sebatas di dunia maya.

Mike, yang mulai dikenal lewat “Murder on My Mind” tiba di Telukkuantan disambut di rumah dinas Bupati Kuansing Suhardiman Amby. Ikut menyambut Gubernur Riau Abdul Wahid dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.

Mike mengisi acara puncak penutupan Festival Pacu Jalur 2025. Festival ini menyedot perhatian seiring populernya pacu jalur dengan aksi Dikha (11), sebagai tukang tari perahu, yang turut memunculkan istilah “aura farming”.

Kalau diterjemahkan bebas, aura farming berarti seseorang yang kharismatik atau melakukan sesuatu yang dianggap keren secara berulang-ulang. Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo, jalur atau perahu tempat Dikha menjadi tukang tari memang sudah tersisih.

Tapi, daya tariknya tetap menjadi magnet yang membuat banyak orang berdatangan menyaksikan festival tahunan tersebut. Meski sebenarnya, di luar Dikha, banyak tukang tari lain yang juga punya aura kebintangan.

Jadi Duta Dunia Pacu Jalur
Melly Mike bersama Rayyan Arkan Dikha dan artis kondang Iyet Bustami membuat heboh dan menghipnotis ribuan masyarakat Kuansing pada puncak penutupan Pacu Jalur 2025 di Taman Jalur Telukkuantan, Ahad (24/8) malam.

Melly Mike dengan iringan musik rap-nya yang viral itu, semula tampil sendiri. Dengan gayanya yang khas menirukan gaya aura farming pacu jalur yang dibawakan Dikha, membuat para penonton berteriak histeris dengan menyebut nama sang penyanyi.

Di panggung yang gemerlap itu, Melly Mike beberapakali memanggil Dikha. Tak, lama kemudian, King Aura Farming Rayyan Arkan Dikha pun tampil. Bocah laki-laki yang masih duduk di kelas V SD itu, menggunakan baju setelan jeans yang bertuliskan Dikha.

Dikha dan Melly Mike pun berduet. Melly Mike menyanyikan lagu Young Black and Rich. Sementara Dikha melakukan aksi tarian jalur Aura Farming. Iyet Bustami dengan lagu hitsnya juga membuah heboh.

Di malam penutupan, Gubri Abdul Wahid, Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Wakapolda Riau Brigjen Pol Jossy Kusumo, Wabup H Muklisin, dan Ketua DPRD H Juprizal SE MSi menganugerahkan Melly Mike sebagai Duta Pacu Jalur Dunia.

Pria asal Amerika Serikat itu dinilai telah banyak andil menjadikan pacu jalur terkenal ke belahan dunia. Penobatan Melly Mike sebagai Duta Pacu Jalur Dunia ditandai dengan penyerahan piagam dan pengalungan kalungan.

Melly Mike di hadapan ribuan masyarakat Kuansing serta para tamu undangan merasa bahagia. Masyarakat Kuansing telah menyambutnya seperti bagian dari keluarganya.

Dia menganggap Kuansing, Riau dan Indonesia seperti rumahnya. “Saya rasanya ingin kembali kesini nanti,”ujar Melly Mike yang disambut hangat masyarakat Kuansing yang hadir.(das) 

Editor : Arif Oktafian
#Pacu Jalur 2025 #Bintang Emas Cahaya Intan 2023 #juara