Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Siswa SMK Swasta Kasih Maitreya Selatpanjang Ikuti Pajak Bertutur, Ini Penjelasan Kapala KP2KP Hendry

Wira Saputra • Kamis, 28 Agustus 2025 | 17:58 WIB
Siswa siswi SMK Swasta Kasih Maitreya mengikuti pajak bertutur yang diadakan oleh KP2KP Selatpanjang.
Siswa siswi SMK Swasta Kasih Maitreya mengikuti pajak bertutur yang diadakan oleh KP2KP Selatpanjang.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Rangkaian pelaksanaan Program Pajak Bertutur Direktorat Jenderal Pajak yang berlangsung secara serentak juga sampai di salah satu sekolah Kepulauan Meranti.

Rangkaian pelaksaan digelar oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bengkalis melalui Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Selatpanjang di SMK Swasta Kasih Maitreya.

Lisbet Suryani Pardosi, Kepala SMK Swasta Kasih Maitreya menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyambut baik pelaksanaan Pajak Bertutur tersebut.

"Kami berharap kegiatan positif ini dapat memberikan pengetahuan tentang pajak kepada para siswa dan siswi agar dimasa yang akan datang mereka dapat berkontribusi kepada pembangunan negara dengan cara membayar pajak," ujarnya, Kamis (28/8/2025).

Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Selatpanjang, Henry Rotuahman Manik SE MSi, mengatakan bahwa program ini merupakan upaya pemerintah untuk mengampanyekan inklusi kesadaran pajak dalam dunia pendidikan.

Selain itu juga sekaligus peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 dengan mengambil tema "Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju", dan tagline "Pajak Bertutur 2025 : Sehari Mengenal Selamanya Bangga".

"Makanya kami berharap generasi saat ini bisa mengenal pajak lebih dekat karena mereka adalah Generasi Emas Bangsa Indonesia dengan berbagai profesi dan pekerjaan mereka nanti di peringatan kemerdekaan Repubilk Indonesia ke-100 tahun," terangnya.

Dalam pemaparannya, berjudul "Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju" melalui jajarannya Wahyu Siddiq memaparkan pentingnya pajak untuk membangun Indonesia dan mengajak generasi muda SMKS Kasih Maitreya kelak tidak menjadi free rider. "Artinya mau menikmati fasilitas publik tapi tidak mau berkontribusi membayar pajak," harapnya.

Dari pantauan, materi disajikan dengan bahasa yang ringan sehingga peserta mudah mencerna dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pertanyaan yang diajukan juga membuktikan bahwa anak-anak Kasih Maitreya peduli dengan perkembangan perpajakan saat ini.

Mereka mengetahui adanya coretax dan menanyakan bagaimana perlakuan pajak terhadap pajak atas hibah dan warisan dan bagaimana mengajukan pembebasan pajak atas hibah dan warisan di dalam Coretax.

Wahyu menjelaskan bahwa hibah dan warisan tidak termasuk objek pajak sehingga dibebaskan dari pengenaan Pajak Penghasilan dengan syarat yang telah diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor : PER-8/PJ/2025.

"Jika semua persyaratan telah dipenuhi, maka terhadap permohonan wajib pajak akan diterbitkan Surat Keterangan Bebas (SKB) atau tidak perlu membayar Pajak Penghasilan. Pajak Bertutur diikuti kurang lebih 60 peserta itu dipandu oleh Willie," terangnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme para peserta, KP2KP Selatpanjang memberikan beberapa hadiah dan souvenir kepada peserta yang menjawab kuis dengan cepat dan benar serta yang aktif selama acara berlangsung.

"Semoga melalui Pajak Bertutur ini, SMK Swasta Kasih Maitreya Selat Panjang bisa menghasilkan generasi muda yang mengenal dan sadar pajak sehingga Pajak Semakin Kuat, karena Kalau Pajak Kuat, Indonesia akan Maju," tutup Henry.

Siswa siswi SMK Swasta Kasih Maitreya mengikuti pajak bertutur yang diadakan oleh KP2KP Selatpanjang.

Editor : Rinaldi
#dirjen pajak #pajak bertutur #taat pajak #generasi muda