PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid meninjau langsung aktivitas Pasar Induk AKAP yang ada di kawasan terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru, Selasa (2/9) malam. Pasar Induk AKAP selama ini dikenal sebagai satu di antara jantung pangan bagi pasar-pasar tradisional di Riau.
Dari tempat inilah aneka kebutuhan sayur-sayuran didistribusikan ke berbagai kabupaten/kota. tak heran bila Gubri memilih waktu malam untuk datang, sebab saat malam hari itulah arus logistik pangan berlangsung paling padat.
Dengan mengenakan pakaian santai, Gubernur Abdul Wahid berjalan menyusuri pasar. Ia menyapa pedagang, menanyakan langsung harga-harga, serta mencatat kendala yang mereka hadapi.
“Saya melihat harga-harga di Pasar Induk AKAP Pekanbaru. Alhamdulillah, semua tergolong stabil walaupun ada yang turun dan naik. Cabai naik, kol naik, tapi kalau kentang turun dan bawang sudah mulai turun,” ujar Gubri Abdul Wahid.
Dijelaskan Gubri, peninjauan ini bukan sekadar memantau stabilnya pasokan bahan pangan. Namun, juga memahami denyut nadi masyarakat yang setiap hari bergelut dengan harga.
“Untuk itu, saya meninjau dan tanya langsung apa saja kendala pedagang. Apakah pasokannya stabil? transportasinya gimana? Dan melihat kondisi situasinya. Rencananya pasar ini akan ditata kembali sebab ada keluhan masyarakat terkait tempatnya,” jelasnya.
Pasar Induk AKAP selama ini menjadi sorotan karena kondisi tata kelola dan fasilitas yang dirasa belum ideal. Banyak pedagang dan pembeli mengeluhkan infrastruktur area serta akses transportasi yang terkadang terhambat.
“Oleh karena itu perlu kita elaborasi. Supaya paling inti, transportasi tidak terhambat sehingga pasar induk bisa mensuplai ke pasar-pasar tradisional di Riau,” terangnya.
Rencana relokasi pasar pun ikut dibicarakan. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah menyiapkan lahan baru di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di Jalan Teropong.
“Harapan dengan nanti kalau memang fasilitasnya sudah memungkinkan bisa dipindahkan di sana, apa yang kurang coba kita sama-sama benahi supaya masyarakat bisa terbantu dengan adanya pasar ini,” lanjutnya.
Bagi pedagang, kabar pemindahan pasar tersebut menjadi angin segar. Meski ada rasa khawatir akan proses pemindahan, mereka berharap pemerintah benar-benar memperhatikan kebutuhan dasar. Mulai dari lahan yang memadai, akses jalan yang lancar, serta sarana pendukung lainnya.
“Kami senang Pak Gubernur datang langsung, kami bisa berbicara lepas. Tapi untuk pemindahan pasar, coba lihat ulang kembali Pak, bagaimana kelayakannya. Paling penting itu parkir karena mobil angkutan barang saja sudah berapa unit itu keluar masuk. Jangan nanti sampai menghalangi, yang ada malah bikin tidak nyaman,” tutur Andre pedagang cabai.
Sementara itu, Kepala Pasar Induk AKAP Pekanbaru Heri menerangkan, peninjauan tengah malam itu juga menjadi sinyal bahwa Gubernur Abdul Wahid serius menjaga kestabilan harga pangan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan pihak swasta.
“Barang-barang yang masuk di sini semuanya dari luar Riau, bahkan ada yang dari Pulau Jawa. Hadirnya Pak Gubernur tentu dapat mendengar aspirasi kami. Semoga kalau ada kendala kami bisa mengadu kepada pemimpin kami,” harapnya.(adv/sol)
Editor : Bayu Saputra