Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tim PKM UIR Beri Pelatihan Teknologi Pengolahan Repu

Redaksi • Kamis, 4 September 2025 | 12:12 WIB
Tim Pengabdian Dosen UIR foto bersama peserta pelatihan teknologi pengolahan repu Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Meranti, Sabtu (30/8/2025).
Tim Pengabdian Dosen UIR foto bersama peserta pelatihan teknologi pengolahan repu Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Meranti, Sabtu (30/8/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Islam Riau (UIR) terdiri dari Assoc Prof Dr Ir H Agusnimar MSc, Dr Muhammad Hasbi MSi, Nursamsul SP MP, Dimas Prasetyo, Benaya Situmeang dan pendamping kegiatan Khairil Sadikin SPi dan M Azka Hidayatullah melakukan kegiatan pelatihan teknologi pengolahan repu (ampas sagu) di Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Sabtu (30/8).

Turut hadir Ketua BPD, pengurus BumDes, Ketua Koperasi dan Karang Taruna, Ketua PKK Kecamatan Tebingtinggi Barat dan Ketua PKK Desa Tanjung, serta anggota kelompok tani Lalang Berkah Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat.

Ketua Tim PKM UIR Assoc Prof Dr Ir H Agusnimar MSc mengatakan, judul kegiatan adalah, Penerapan Teknologi Tepat Guna Pemanfaatan Ampas Sagu (Repu) untuk meningkatkan livelihood Kelompok Tani Lalang Berkah Desa Tanjung Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini merupakan program pengabdian hibah Dikti yaitu program pengabdian pada masyarakat tahap II tahun 2025.

Tujuannya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Lalang Berkah tentang cara membuat pupuk bokashi dengan memanfaatkan repu yang melimpah di desa tersebut. Tim juga memberikan bantuan peralatan dan bahan untuk pembuatan pupuk bokashi kepada peserta pelatihan. ‘’Melalui pelatihan dan batuan peralatan tersebut diharapkan setiap anggota kelompok mampu memproduksi pupuk secara mandiri,’’ ujar Agusnimar.

Kepala Desa Tanjung Muhammad Anas SE I menyampaikan, faktor yang menjadi kendala dalam meningkatkan produksi adalah terbatasnya pupuk. ‘’Saya berharap UIR melalui dosen dan mahasiswanya bisa membuat berbagai pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat di sini,’’ aku Kades.

Kegiatan ini dibuka Camat Tebingtinggi Barat Muhammad Nazir SPd MSi. Camat mengatakan, Kecamatan Tebingtinggi Barat memiliki jumlah pabrik pengolahan sagu terbesar di Kabupaten Kepuluan Meranti. Repu yang dihasilkan oleh pabrik tersebut sangat banyak dan berkesinambungan untuk dijadikan bahan baku pupuk bokashi. Jika diolah dalam kapasitas yang besar dan berkesinambungan bisa menjadi sentral pupuk bokashi sagu. Ia berpesan peserta pelatihan agar serius dan menerapkan ilmu untuk meningkatkan produksi pertanian mereka.

Dalam pelatihan itu, pemateri Agusnimar mengatakan apabila pupuk berbahan baku repu bisa dikelola dan dikembangkan dengan baik bisa membuka peluang lapangan pekerjaan baru sebagai sumber livelihood untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di desa tersebut.

Sementara Nursamsul SP MP nenjelaskan, manfaat pupuk bokashi selain ramah lingkungan dan murah, memiliki banyak keunggulan seperti meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, unsur hara tanah, dan ketersediaan unsur hara. Selanjutnya Dr Muhmmad Hasbi MSi mengatakan, ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi penumpukan limbah pertanian sekaligus meningkatkan nilai guna. Memproduksi pupuk bokashi hingga siap dipasarkan diperlukan manajemen produksi dan pemasaran yang baik.

Pesera dibekali modul dan pelatihan penerapan teknologi tepat guna pembuatan pupuk bokashi.(nto/c)

Editor : Bayu Saputra
#pkk #uir #pkm uir