Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro menjelaskan, gajah bernama Tari tersebut ditemukan tergeletak tidak bernyawa oleh pengasuhnya sekitar pukul 8.00 WIB pagi.
"Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau luka dan juga tidak ada indikasi keracunan, itu laporan dokter hewan kita. Namun perutnya ditemukan dalam keadaan kembung, maka sesuai prosedur kita tetap harus pastikan penyebabnya hingga dilakukan nekropsi (bedah) untuk diambil sampel guna cek labor," ujar Heru.
Heru mengatakan, kematian anak gajah baru berusia 2 tahun 10 hari dengan berat 200 kg itu mendadak. Pengasuh atau mahout di lokasi tidak menemukan tanda-tanda Gajah Tari sakit. "Sore masih normal, saat dimasukkan ke kandang dia terlihat sehat," katanya.
Hanya saja Heru mengatakan, induk Tari yang bernama Lisa mengalami kesundulan, istilah Jawa untuk hamil sebelum waktunya. Jadi Tari masih disapih tapi ibunya sudah hamil. "Apakah ini berpengaruh, tapi dokternya bilang ada pengaruh," sebut Heru.
Seperti diketahui, Gajah Tari merupakan adik dari Gajah Domang, gajah yang menjadi ikon konservasi yang dipopulerkan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.
Tari merupakan anak gajah jinak bernama Lisa yang merupakan gajah Camp Flying Squad Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Lubuk Kembang Bunga. Camp ini berada di TNTN pada sisi Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Editor : Rinaldi