ROKAN HILIR (RIAUPOS.CO) -- Harapan warga Desa Teluk Berembun, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), untuk memiliki akses air bersih secara mandiri kian mendekati kenyataan. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan menunjukkan komitmen penuh dengan menghadirkan program kemandirian air bersih melalui workshop pipanisasi yang bersifat edukatif, Selasa (9/9/2025).
Bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Riau, kegiatan yang digelar di kantor desa tersebut bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis. Seluruh penerima manfaat tampak antusias mengikuti jalannya workshop. Mereka adalah warga Desa Teluk Berembun yang berada dalam wilayah operasi PHR.
Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis, tetapi juga mengedepankan kolaborasi erat antara PHR, Dompet Dhuafa, dan pemerintah setempat, termasuk kepala desa serta perangkat kecamatan. Sinergi tersebut memastikan setiap tahapan, mulai dari geolistrik, pengeboran, hingga pipanisasi, berjalan secara efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Selain warga penerima manfaat, turut hadir perangkat desa yang diwakili oleh Bendahara Kepenghuluan Teluk Berembun, Neli Yana. Ia menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh atas terselenggaranya program ini.
"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT Pertamina Hulu Rokan atas bantuan program air bersih ini. Semoga semakin banyak warga kami yang terbantu. Kendala yang selama ini dialami oleh masyarakat alhamdulillah sudah bisa teratasi. Airnya juga sudah dicoba dan tidak ada kendala," ujar Neli.
Program Kemandirian Air Bersih ini merupakan wujud nyata komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebelum adanya program, warga Desa Teluk Berembun harus mengeluarkan biaya hingga Rp50.000 per tangki air bersih, yang hanya cukup untuk dua hingga tiga hari. Kini, beban ekonomi warga berkurang, sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan.
Antusiasme peserta juga terlihat ketika mendengarkan pemaparan dari Age Pranata, ahli sumur air bersih dan pipanisasi. Dalam sesi workshop, masyarakat dibekali pengetahuan tentang teknik pipanisasi yang efisien, cara mencegah kebocoran, serta pengelolaan penggunaan air agar tidak boros. Bekal ini dinilai sangat berharga sebagai modal bagi warga untuk mengelola sistem air bersih mereka sendiri di masa depan.
Manfaat program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada ketersediaan air bersih, tetapi juga memberikan dampak berlapis. Ketersediaan air akan mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, memperkuat sumber daya manusia, serta menumbuhkan kemandirian desa. Bahkan, ke depan terbuka peluang munculnya usaha baru yang berbasis pemanfaatan air bersih.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen PHR dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-6, yakni menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi berkelanjutan untuk semua.
Editor : Rinaldi