SELATPANJANG(RIAUPOS.CO) - Siapa sangka, lembaran Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kini jadi “primadona” baru di Kepulauan Meranti. Antusiasme warga, khususnya para pegawai PPPK paruh waktu, membuat Gedung Serbaguna Tantya Sudhirajati Polres Meranti mendadak berubah layaknya pasar rakyat: ramai, penuh antrean, tapi tetap tertib.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Fahroqi melalui Kasat Intelkam Iptu Roly Irvan, mengungkapkan lonjakan luar biasa tersebut jika dibandingkan hari biasa.
Dari pendataan mereka pada hari biasa hanya berkisar 20–30 orang datang mengurus SKCK, kali ini angka itu melesat bak roket. Seperti dua hari lalu itu naik 311 berkas, kemarin (16/9/2025) tembus 604 berkas.
Suasana pelayanan SKCK jauh dari kesan kaku. Empat loket pelayanan dibuka berjejer, mulai pos pengambilan formulir, pemeriksaan berkas, input data online, hingga penyerahan dokumen dan pembayaran resmi Rp30 ribu.
Tak berhenti di situ, Polres Meranti menambahkan sentuhan inovatif dengam layanan BPJS untuk yang bermasalah dengan aktivasi kartu, ada pula tenaga medis dari Puskesmas Alai siap memeriksa kesehatan pemohon yang tiba-tiba pusing saat antre.
Bahkan, masyarakat dimanjakan dengan snack, kopi, dan teh gratis di tenda yang sudah disiapkan. Ibu hamil, menyusui, serta penyandang disabilitas mendapat jalur prioritas—langsung dilayani tanpa antre.
“Pelayanan kita buat senyaman mungkin. Jangan sampai masyarakat datang dengan wajah tegang, pulang pun tetap tegang. Minimal, mereka pulang bawa SKCK dan senyum,” tambah IPTU Roly dengan nada santai.
Ramainya pelayanan SKCK ini juga tak luput dari pantauan Tim Evaluasi Biro Rena Polda Riau yang dipimpin AKBP Yesi Chandra Ayu. Mereka turun langsung meninjau untuk memastikan kualitas layanan publik benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan tambahan jam pelayanan hingga pukul 20.00 WIB, Polres Meranti membuktikan bahwa pelayanan publik bisa dibuat efisien, ramah, dan humanis.(wir)
Editor : Edwar Yaman