PEKANBARU (RIAU POS.CO) -- Ada dugaan keluarga pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad telah menelantarkan pasiennya yakni Arazaqul (20), warga Mahato, Kabupaten Rokan Hulu. Arazaqul menjalani operasi pemanggilan pentil alat bantu makan di RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru.
Arazaqul hanya bisa mengkonsumsi susu melalui selang di kedalamannya. Tiga tahun terakhir ia tidak bisa makan lewat mulut, namun kini selang dipasang lagi. Terakhir, keluarga memutuskan untuk membawa Arazaqul ke RSUD Arifin Ahmad guna melepas alat bantu makan tersebut.
Keluarga pasien mengaku terkejut karena prosedur yang dilakukan berbeda dari kesepakatan awal. Sepakatnya hanya mengeluarkan alat bantu makan, tapi operasi yang dilakukan malah membedah lebih lebar.
Kondisi pasien semakin memprihatinkan. Luka bekas operasi disebut masih mengeluarkan darah dan nanah, sementara jahitan belum dilakukan. Meski masih merintih sakit, pihak rumah sakit disebut sempat meminta pasien untuk pulang.
Keluarga kemudian melapor ke bagian pengaduan masyarakat (Dumas). Namun, menurut keluarga, sejak kembali masuk ke ruangan pada Kamis (18/9/2025) kemarin, pasien tidak kembali mendapat penanganan medis yang layak.
Pihak keluarga mengeluhkan pasien tidak diinfus, tidak diberi obat, padahal pasien terus menahan sakit. Bahkan bantal dan selimut yang kami minta sejak kemarin pun belum diberikan.
Keluarga pasien menyatakan mengecewakan secara mendalam atas pelayanan RSUD Arifin Ahmad. Mereka menilai rumah sakit abai terhadap pasien kecil seperti Arazaqul. Pihak keluarga berharap pihak terkait bisa memberi perhatian atas kasus ini.
Persoalan adanya dugaan penelantaran pasien mendapatkan tanggapan dari Koordinator Hukum Humas dan Kemitraan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Irham, SH.
Menurutnya informasi adanya penelantaran tidak tepat, lantaran pihak RSUD telah berupaya untuk memberikan tindakan medis sesuai SOP yang ada. "Untuk operasi itu sudah melalui persetujuan keluarga, dan kita sudah lakukan dialog juga dan sesuai prosedur medis," ujar Irham.
Terkait informasi tak diberikan bantal serta selimut, ia menyebut Arazaqul (pasien) memang meminta untuk diberikan, namun menyampaikan kepada peserta magang sehingga tak sampai informasi yang diberikan.
"Kemarin memang pasien itu meminta bantal dan selimut, tapi bicaranya ternyata sama peserta magang, dan tidak menyampaikannya," sebutnya.
Namun, pihaknya memastikan tidak adanya penelantaran yang dilakukan rumah sakit. Saat ini kondisi Arazaqul sudah dalam keadaan baik. Selain itu, ia juga telah mendapatkan fasilitas perawatan yang mumpuni dari pihak rumah sakit. "Alhamdulillah sudah baik," ujar Arazaqul, Sabtu (27/9/2025).
Editor : Rinaldi