PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ratusan petani yang tergabung ke dalam koperasi unit desa (KUD) Makarti Jaya, mitra binaan PTPN IV PalmCo di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau, resmi mengantongi sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
Sertifikasi berstandar internasional ini tercatat sebagai yang perdana diterima petani sawit mitra PTPN IV PalmCo, sub holding perkebunan sawit di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero).
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengapresiasi keberhasilan koperasi tani yang berlokasi di Kabupaten Rokan Hulu tersebut. Ia menyebut, pencapaian ini merupakan sejarah baru dalam upaya memperkuat petani mitra melalui kemitraan yang positif dalam perkebunan kelapa sawit nasional.
“Selamat kepada bapak, ibu KUD Makarti Jaya. Ini bukanlah titik akhir, melainkan sebuah langkah awal yang strategis, bahwa kita siap berkontribusi memperkuat sawit Indonesia memenuhi standar keberlanjutan global,” katanya di Pekanbaru, Rabu (1/10).
Jatmiko yang juga merupakan Bapak Mitra Petani Plasma tersebut mengakui tidak mudah untuk memperoleh sertifikasi dan memenuhi segala ketentuan yang telah ditetapkan. Namun, komitmen dan persistensi serta persiapan yang matang, serta asistensi dari PTPN IV Regional III, seluruh persyaratan dapat dipenuhi.
Untuk itu, ia mengatakan bahwa tantangan bisa diselesaikan dengan kerjasama tim dan keuletan seluruh pihak. Dia yakin, bahwa keberhasilan ini akan menjadi pengalaman penting bagi PTPN IV PalmCo untuk dapat memperluas akses sertifikasi serupa kepada para petani mitra di masa mendatang.
“Pencapaian KUD Makarti Jaya menjadi bukti nyata dan blueprint bahwa kemitraan yang sinergis antara PTPN IV dan petani mampu menghasilkan produk berstandar tinggi. Ke depan, komitmen kami untuk tumbuh dan berkembang bersama petani mitra akan semakin dikuatkan, tidak hanya untuk sertifikasi, tetapi juga dalam intensifikasi, peningkatan kapasitas, dan penguatan kelembagaan,” tuturnya.
Lebih jauh, Jatmiko menjelaskan bahwa sertifikasi tersebut akan membuka kesempatan besar pagi petani untuk tidak hanya membuktikan diri sebagai petani yang fokus pada sustainability, namun juga menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan. Hal itu dikarenakan sawit petani bersertifikasi RSPO akan memperoleh insentif dari sisi harga jual. “Dan akhirnya, tujuan besar kami untuk meningkatkan kesejahteraan bapak ibu petani mitra bisa tercapai,” tuturnya.
Sertifikasi RSPO tersebut diserahkan PTPN IV PalmCo diwakili Kepala Divisi PSR dan Plasma PTPN IV PalmCo Abdul Muthalib kepada para petani mitra yang diwakili pengurus KUD Makarti Jaya di Kantor KUD Makarti Jaya, Tapung, Rokan Hulu, Riau, awal pekan ini.
Region Head PTPN IV Regional III Ahmad Gusmar Harahap mengatakan, sertifikasi tersebut diperoleh usai melalui proses panjang sejak Oktober 2024 dengan melibatkan peran aktif 300 petani anggota koperasi yang mengelola perkebunan seluas 731 hektare hingga memenuhi standar global untuk praktik kelapa sawit berkelanjutan.
“Sejak tahun lalu, rekan-rekan petani KUD Makarti Jaya mendapat bimbingan langsung dari tim kita di PTPN IV Regional III. Tahapannya memang panjang dan menyita waktu serta energi, tapi Alhamdulillah semuanya dapat dilalui satu per satu,” papar Gusmar.
Setelah menyelesaikan audit eksternal pada akhir Mei 2025, KUD Makarti Jaya akhirnya dinyatakan lulus dan berhak atas sertifikasi yang menjadi pengakuan internasional terhadap praktik berkelanjutan mereka.(ifr)
Editor : Bayu Saputra