PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kepolisian Daerah (Polda) Riau mulai melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai. Jumat (3/10), Tim Bidang Laboratorium Forensik bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto mengatakan, tim di lapangan masih melakukan pengamatan umum dari jarak kurang lebih radius 100 meter dari bagian yang terbakar. “Itu karena di TKP masih berlangsung proses sterilisasi,” ungkap Kombes Anom, Jumat (3/10).
Dikatakan dia, pemeriksaan langsung di TKP akan dilakukan setelah dipastikan steril dan aman untuk dimasuki. Kepastian ini menunggu arahan dari internal Pertamina. “Tunggu dari tim internal Pertamina baru bisa olah TKP langsung. Sementara itu ,tim bisa melaksanakan pengumpulan data teknis terkait TKP kebakaran, di luar radius 100 meter,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Pertamina menegaskan, proses investigasi penyebab terjadinya kebakaran masih terus berlanjut, termasuk investigasi terkait berapa total kerugian materil. Hal itu dibenarkan Area Manager Communication, Relations and CSR Kilang Pertamina Dumai, Agustiawan.
Pihaknya masih menunggu hasil investigasi terkait hal tersebut. “Untuk total kerugaian materil saat ini masih proses investigasi. Belum ada konfirmasi dari finance kami” ujarnya saat dikonfirmasi Riau Pos, Jumat (3/10).
Di samping itu, pihaknya mengaku juga insiden tersebut tidak menyebabkan kerugian dari segi materil di masyarakat. Dalam hal ini yang dimaksud adalah kerugian berupa kerusakan bangunan atau rumah akibat ledakan dan kebakaran.
Hingga saat ini kegiatan operasional di kilang dikatakannya berjalan normal dan lancar. Pihaknya masih terus mensuplai BBM (bahan bakar minyak) seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan didukung oleh kilang-kilang lainnya.
“Dengan dukungan kilang-kilang lain di seluruh Indonesia, kami memastikan tidak ada gangguan suplai untuk masyarakat. Stok dan distribusi BBM tetap berada pada level aman,” lanjut Agustiawan.
Pertemuan Terbuka
Warga Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur menggelar pertemuan bersama manajemen PT KPI(Kilang Pertamina Indonesia) RU II Dumai dan Pemerintah Kota (Pemko) Dumai. Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto didampingi Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Dumai Agustiawan, dan General Manager PT KPI RU II Dumai Iwan Kurniawan.
Terlihat rapat bersama warga sempat memanas karena warga merasa tidak aman berdampingan dengan area Kilang Pertamina RU II Dumai yang terbakar. Rio, perwakilan warga Tanjung Palas mengungkapkan, saat ini ada warga yang masih mengalami trauma dan memerlukan bantuan kesehatan.
Untuk itu, diharapkan Pertamina bisa memfasilitasi warga yang membutuhkan bantuan. “Kami minta Pertamina bisa membuat Posko Pengaduan Dampak ledakan. Jadi dengan adanya posko ini, masyarakat bisa mengadu secara langsung terkait dampak ledakan,” ungkapnya.
Tidak itu, Rio meminta Pertamina bisa menyiagakan tiga ambulans di kawasan Tanjung Palas, terutama di kawasan ring 1, mengingat masih ada warga tertutama lansia yang terdampak akibat ledakan.
Bukan hanya itu, terkait perluasan buffer zone untuk RT 02 diharapkan menjadi perhatian mengingat dampak ledakan dirasakan langsung oleh masyarakat di RT ini. “RT 02 Tanjung Palas tidak masuk dalam perluasan buffer zone, jadi Kami minta dengan adanya kejadian ini bisa menjadi perhatian serius,” ungkapnya.
Menanggapi permintaan masyarakat tersebut, Genaral Manager PT KPI RU II Dumai Iwan Kurniawan akan segera menindaklanjuti. “Kami memohon maaf atas kejadian ini, dan Kami akan berkoordinasi untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” sebutnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto mengaku akan tetap memberikan dukungan kepada warga. Bagi yang memerlukan fasilitas kesehatan pihaknya sudah instruksikan Dinas Kesehatan untuk membantu warga yang terdampak.
“Kami juga meminta kepada warga untuk tetap menjaga suasana kondusif karena dengan kondisi yang kondusif permasalahan akan cepat selesai,” ujarnya.(nda/azr/rio/das)
Editor : Bayu Saputra