BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Kelas IIA Bengkalis menguatkan komitmennya dalam pembinaan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui penandatanganan kerja sama (MoU) dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Puspa Antariksa di Aula Lapas Bengkalis.
"Kerja sama ini kita lakukan untuk memperkuat sinergi dengan dunia pelatihan kerja untuk membekali keterampilan WBP menjelang masa bebas," ujar Kalapas Bengkalis Kriston Napitupulu, Rabu (8/0/2025).
Ia menyampaikan, bahwa MoU ini merupakan strategi pembinaan berbasis kemandirian yang menjadi fokus utama Lapas Bengkalis.
Program pelatihan yang dijalankan bersama LPK Puspa Antariksa akan menitikberatkan pada ketahanan pangan dan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
"Melalui kerja sama ini, Lapas Bengkalis bertujuan menciptakan sistem pembinaan yang lebih produktif dan berkelanjutan, tidak hanya membina mental dan spiritual warga binaan, tetapi juga membekali mereka keterampilan praktis agar siap bersaing di dunia kerja setelah bebas," jelasnya.
Ia menyebutkan, MoU ini merupakan bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2025 dan bertujuan melahirkan warga binaan yang produktif, mandiri, serta memiliki keterampilan untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Kegiatan tersebut, juga dihadiri Sekretaris Komisi II DPRD Bengkalis, Rindra Wardana alias Iyan Kancil, yang juga memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif pembinaan dari pihak Lapas.
Iyan Kancil menilai, kerja sama ini sebagai terobosan positif yang dapat meningkatkan kemandirian warga binaan dan membuka peluang bagi mereka untuk berkarya setelah kembali ke masyarakat.
"Kerja sama ini sangat baik dan patut diapresiasi. Melalui pelatihan dari LPK Puspa Antariksa, warga binaan dapat memperoleh keterampilan nyata yang bermanfaat untuk kehidupan mereka setelah menjalani masa pidana," jelas Iyan Kancil.
Editor : Rinaldi