PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Komisi Penyiaran Indonesai Daerah (KPID) Riau menekankan pentingnya lembaga penyiaran menayangkan konten budaya lokal. Apalagi setiap media, khususnya televisi, diamanatkan untuk melaksanakan hal tersebut.
Hal ini disampaikan Ketua KPID Riau Bambang Suwarno disela-sela kegiatan Sekolah Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran yang digelar di aula Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Riau (UIR), Rabu (22/10/2025).
Bambang, didampingi Koordinator Pengawasan Isi Siaran KPID Riau Ahmad Royhan Qodri menuturkan, lembaga penyiaran punya kewajiban kuota 10 persen konten lokal. Hal ini diharapkannya dapat diisi, terutama oleh televisi nasional, dengan tayangan kearifan dan budaya Melayu Riau.
''Siaran lokal jadi jangkar budaya lokal di daerah. Sayangnya di Riau siaran lokal itu belum maksimal, padahal sesuai undang-undang penyiaran, itu diatur 10 persen dari total siaran itu wajib siaran lokal,'' kata Bambang.
Minimalnya tayangan lokal akhir-akhir ini menurut Bambang tidak lepas dari biaya dan sumber daya. Maka lewat kerjasama KPID dan Fikom UIR, yang turut disahkan kemarin, disertai pula dengan Sekolah Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, dapat memecah isu tersebut.
''Kami mendorong siaran budaya lokal 10 persen ini agar terus dilaksanakan. Lembaga penyiaran kami dorong agar menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi. Sumber daya kita tidak kalah dalam kualitas, bahkan adik-adik mahasiswa bisa diberdayakan,'' terangnya.
Kegiatan yang digelar KPID di Fikom UIR itu dibuka Kepala Dinas Diskominfo dan Informatika Provinsi Riau Teza Darsa. Kegiatan turut dihadiri Wakil Rektor III UIR Dedi Purnomo Retno dan jajaran, Anggota Komisi I DPRD Riau Adi Darma Taufik.
Kegiatan ini selain diikuti puluhan mahasiswa Fikom UIR, juga diikuti para pimpinan dan awak media lembaga penyiaran di Riau. Kepala BPOM Riau Alex Sander menjadi pembicara pertama pada sekolah yang dimoderatori Wakil Ketua KPID Riau Mario Abdillah Khair tersebut.
Wakil Rektor III UIR Dedi Purnomo mengapresiasi KPID Riau menggelar kegiatan di UIR. Menurutnya, isu yang dibahas merupakan isu strategis di tengah dunia media yang makin dinamis saat ini.
''Ini merupakan isu strategis. Kami selalu siap menjadi mitra strategis untuk sama-sama mengoptimalkan masyarakat daerah dalam ekosistem penyiaran,'' sebut Dedi Purnomo.
Dedi berharap kegiatan yang digelar KPID Riau ini dapat melahirkan generasi muda penyiaran yang berintegritas. Terutama dalam perannya dalam memperkuat budaya Melayu Riau.
Editor : M. Erizal