Ratusan pelayat terus berdatang ke rumah duka tempat disemayamkannya jenazah Deddy Handoko Alimin di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru, Rabu (22/10). Selain dari para tokoh Riau juga tampak dari beberapa pengurus organisasi masyarakat dan organisasi olahraga.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Deddy Handoko Alimin tutup usia, Rabu (22/10) sekitar pukul 00.59 WIB di RS Awal Bros Sudirman, Pekanbaru. Sebelumnya, sekitar pukul 23.00 WIB, pria berusia 65 tahun ini dikabarkan mengalami sesak di dada yang diduga akibat serangan jantung.
Kondisinya yang menurun membuat keluarga dan orang dekat segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Meski sempat mendapat perawatan intensif dan pemompaan jantung, nyawa almarhum tak tertolong. Ia menghembuskan napas terakhir dengan tenang didampingi keluarga tercinta.
Darwin Handoko, putra kedua Deddy Handoko mengatakan, sang ayah meninggal dunia akibat serangan jantung. “Wafatnya pukul 00.59 WIB di rumah sakit Awal Bross akibat serangan jantung,” katanya.“Terima kasih yang sudah datang melayat, kami sangat menghargai semuanya,” tambahnya.
Pagi, jenazah almarhum dibawa ke rumah duka di Jalan Yos Sudarso, Rumbai Pesisir, Pekanbaru. Sejak pagi, rumah duka dipenuhi kerabat, sahabat, dan tokoh masyarakat yang datang memberikan penghormatan terakhir serta doa bagi almarhum.
Sesuai kesepakatan keluarga, jenazah Deddy Handoko akan dikremasi pada Ahad (26/10) besok. Rencananya pelaksanaan kremasi dilakukan pukul 16.00 WIB. “Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pelayat yang sudah datang,” ujarnya.
Beberapa pengurus organisasi masyarakat yang tampak melayat, di antaranya dari organisasi masyarakat Pemuda Pancasila. Kemudian juga tampak pengurus organisasi Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Riau. Para pelayat yang datang, dapat langsung melihat jenazah Deddy Handoko yang disemayamkan di ruangan A4.
Di dalam ruangan tersebut sudah ada keluarga jenazah yang mendampingi. Setelah melihat jenazah, para pelayat bisa duduk di depan ruangan persemayaman yang disiapkan. Terdapat banyak meja panjang dengan kursi plastik yang bisa digunakan para pelayat untuk menunggu sembari berbincang dengan pelayat lainnya.
Sejumlah tokoh di Provinsi Riau, di antaranya Wakil Gubernur Riau (Wagubri) SF Hariyanto juga tampak melayat. Selain itu, tampak hadir Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan serta beberapa pejabat di lingkungan Polda Riau lainnya.
Saat membuka kain penutup jenazah, Wagubri tak kuasa menahan air mata. Ia kemudian meminta tisu untuk mengusap air matanya. Wagubri SF Hariyanto mengatakan, sangat kehilangan sosok Deddy Handoko yang sudah ia kenal cukup lama.
Ia juga menyatakan bahwa sosok Deddy Handoko adalah orang baik dan senang membantu. “Saya merasa sangat kehilangan, saya kenal Deddy Handoko sudah cukup lama. Beliau orang baik,” ujarnya.
Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho juga menyampaikan duka cita mendalam. “Kita berduka atas kehilangan salah satu tokoh di Riau. Kami mendoakan almarhum ditempatkan di sisi terbaik Tuhan. Beliau adalah sosok yang baik, ramah, dan banyak berjasa,” ujar Agung Nugroho, Rabu (22/10).
Wako Agung menilai, Deddy Handoko merupakan figur yang dikenal luas karena kebaikan dan kontribusinya bagi daerah. Tak hanya sebagai pengusaha di bidang perkebunan kelapa sawit, almarhum juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan olahraga, serta memiliki dedikasi terhadap kemajuan Kota Pekanbaru.
“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada beliau atas dedikasi dan kontribusinya untuk Kota Pekanbaru. Beliau adalah tokoh yang patut dikenang,” tambahnya.
Mantan Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau periode 2019 - 2023 dan pengurus periode 2023-2025 Stephen Sanjaya juga mengungkapkan rasa belasungkawanya. Menurutnya, Deddy Handoko dikenal sebagai pribadi yang ringan tangan dan sangat senang membantu sesama yang membutuhkan.
“Saya jujur kaget mendengar berita duka ini. Beliau adalah sosok yang bukan hanya menjadi panutan bagi masyarakat Tionghoa tetapi juga rekan yang baik karena saya kerap berkomunikasi dengan beliau untuk membicarakan banyak hal,” ucapnya.
Nama Deddy Handoko Alimin dikenal luas di Riau berkat kiprahnya di sektor perkebunan kelapa sawit, dan hotel. Ia menjadi penggerak sejumlah perusahaan, di antaranya PT Sinar Peranap Perkasa (SPP) dan PT Teso Indah, yang beroperasi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Melalui perusahaannya, Deddy dikenal aktif mendorong kemitraan dengan masyarakat dan petani lokal. Ia juga membuka lapangan kerja baru, termasuk dengan mendirikan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di Kuantan Singingi (Kuansing) yang diresmikan pada 2024. Dia juga diketahui sebagai pemilik Hotel Grand Elite.
Di luar aktivitas bisnis, almarhum dikenal sebagai sosok dermawan dan peduli sosial. Saat banjir melanda Indragiri Hulu pada awal 2024, ia menyalurkan 3.500 paket sembako kepada warga terdampak. Sementara pada Iduladha 2025, ia menyalurkan 14 ekor sapi kurban untuk masyarakat dan petani di wilayah tersebut.
Pada awal tahun ini, tepatnya Ahad (23/3), Deddy Handoko sebagai Direktur Utama PT SPP mendampingi Bupati Inhu Ade Agus dan Wakil Bupati Hendrizal mengunjungi Desa Gumanti, Kecamatan Peranap untuk peresmian renovasi Masjid Al-Hijrah yang dibiayainya serta memberikan santunan bagi anak yatim dan masyarakat setempat.
Selain di dunia usaha, Deddy Handoko Alimin juga dikenal sebagai tokoh olahraga. Ia dipercaya memimpin Perbakin Riau untuk periode keempat. Di bawah kepemimpinannya, olahraga menembak di Riau semakin aktif dan produktif, dengan banyak atlet yang tampil di ajang nasional. Salah satunya menyumbang emas untuk Riau pada PON 2024 lalu.(sol/ali/ilo/das)
Editor : Bayu Saputra