PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi Riau optimistis bahasa Indonesia dapat bersinar di kancah global.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Dr. Umi Kulsum SS MHum, saat menghadiri kegiatan kumpul akbar Komunitas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Provinsi Riau, di Kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau (UIR).
Acara yang ditaja oleh Balai Bahasa Provinsi Riau, FKIP UIR, dan APPBIPA Riau ini mengusung tema inspiratif: "Merajut Persahabatan antarBangsa di Bumi Lancang Kuning", Kamis (23/10/2025).
Dirinya mengapresiasi antusiasme pembelajar BIPA, khususnya di Riau yang merupakan cikal-bakal bahasa Indonesia. Ia menyoroti suksesnya Parade Budaya yang menampilkan keragaman busana dari berbagai negara.
"Kita optimistis bahasa Indonesia tidak hanya menjadi bahasa pengantar di sidang Unesco, tapi juga bahasa pengantar di badan-badan PBB lainnya," ujar Dr Umi Kulsum.
Selain itu, kegiatan yang turut melibatkan partisipasi luar biasa dari 47 negara ini diikuti peserta dari pengajar BIPA di Riau, serta ratusan mahasiswa dan siswa internasional dari berbagai institusi di Riau, seperti Unri, UIN Suska, UIR, Unilak, Umri, dan sekolah-sekolah lainnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan bimbingan teknis (bimtek) bagi 67 pengajar BIPA dengan narasumber Dr. Hj. Nuny Sulistiany Idris MPd dari UPI, parade budaya yang menampilkan busana dari berbagai negara, lomba-lomba kreatif seperti pantun, menyanyi, dan menari.
Ada juga pameran dan sesi permainan tradisional seperti engklek, congklak, dan gasing, bersamaan dengan Gebyar Bulan Bahasa Provinsi Riau, ditandai dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba.
Dekan FKIP UIR, Assoc. Prof. Dr. Miranti Eka Putri M.Ed., menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan Balai Bahasa Provinsi Riau memilih FKIP UIR sebagai tuan rumah. Ia menegaskan kesiapan FKIP UIR menjadi tuan rumah untuk program-program selanjutnya.
Dekan juga mengungkapkan bahwa cita-cita FKIP UIR untuk mendatangkan pemelajar dari lima benua kini terwujud melalui kegiatan BIPA.
"Selain belajar Bahasa Indonesia, para pemelajar ini tentu mempelajari berbagai hal di Riau, termasuk budaya Melayu Riau. Terkait hal itu, di Riau saat ini hanya di FKIP UIR yang ada program studi Seni Pertunjukan," ujarnya, sekaligus berharap kemitraan dengan Balai Bahasa terus berlanjut.
Sementara itu, Rektor UIR, Assoc. Prof. Admiral SH MH, yang memilih hadir pada pembukaan Kumpul Komunitas BIPA di tengah padatnya jadwal, menyampaikan bahwa kehadiran ini karena kegiatan BIPA adalah inti, di mana bahasa menjadi alat pemersatu.
Ia pun mendoakan Komunitas BIPA Riau untuk tetap eksis dan berterima kasih atas kepercayaan menjadikan UIR sebagai tuan rumah.
"Kami memilih hadir di FKIP karena inti acaranya Komunitas BIPA, di mana bahasa menjadi alat pemersatu bangsa. Tidak hanya berbicara dalam konteks Indonesia, tetapi kita berhasil mempersatukan berbagai bangsa tadi melalui Parade Kebudayaan," tegas Rektor UIR.
Editor : M. Erizal