Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Warga Diserang, BBKSDA Riau Sebut Lokasi Merupakan Wilayah Jelajah Gajah Sumatera asal Kampar

Hendrawan Kariman • Kamis, 30 Oktober 2025 | 17:35 WIB
Ilustrasi gajah sumatera
Ilustrasi gajah sumatera

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Buntut serangan Gajah Sumatera liar di Kelurahan Rantau Panjang, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, Kamis (30/10/2025) subuh, Balai Besar Konserasi Sumber Daya Alam (BBSKDA) Riau langung menurunkan pawang gajah (mahout) ke lokasi.

Hal ini untuk memastikan keberadaan gajah dan melakukan identifikasi. Sekaligus, Tim BBKSDA juga melakukan upaya mitigasi di lokasi yang berada di perkebunan sawit yang berbatasan langsung dengan wilayah hutan konservasi tersebut.

Kepala BBKSDA Riau Supartono menjelaskan, hasil analisa dan identifikasi awal, lokasi dan asal gajah liar sudah terpetakan. Adapun gajah yang menyerang pondok petani sawit itu adalah gajah liar asal Kampar.

Pada Kamis, 30 Oktober 2025 sekitar pukul 04.30 WIB di Kelurahan Rantau Panjang, Kecamatan Rumbai Barat, telah terjadi interaksi negatif antara manusia dan satwa liar yaitu Gajah Sumatera. Interaksi itu mengakibatkan satu orang mengalami luka berat pada bagian kepala.

"Berdasarkan data pergerakan gajah, lokasi kejadian merupakan lokasi pergerakan gajah liar yang merupakan kelompok gajah yang berada pada kantong atau sub populasi Petapahan," sebut Supartono.

Supartono mengatakan, Tim Mitigasi Konflik Satwa Liar dari Seksi Wilayah III BBKSDA Riau masih berada di lokasi. Tim ini akan terus melakukan pengecekan lapangan, serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintah setempat, aparat desa, dan masyarakat tempatan.

"Tim di lapangan berupaya mencegah terjadinya insiden serupa teruang. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan agresif atau provokatif terhadap gajah liar," ujarnya.

Supartono mengapresiasi warga cepat melaporkan kejadian ke BBKSDA Riau. Ia meminta masyarakat bersabar dan menahan diri, serta menyerahkan penangan gajah ini ke petugas di lapangan.

Seperti diketahui, sekawanan gajah liar menyerang sebuah rumah di jalan Ikan Arwana, RT 02/RW 02, Kelurahan Rantau Panjang, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru. Rumah itu didiami Sardo Purba dan keluarganya.

Berdasarkan informasi dari lokasi kejadian, sekawan gajah mulai mengelilingi rumah itu sekitar pukul 04.30 WIB. Ini bermula ketika penghuni rumah, Sardo Purba, mendengar ada suara yang berasal dari depan pintu rumah itu. Alangkah terkejutnya Sardo, ketika membuka pintu, ia melihat seekor gajah berdiri tepat di depan pintu rumahnya.

Seketika, Sardo langsung menutup pintu kembali. Ia kemudian bergegas membangunkan istri dan empat anaknya untuk lari dari pintu belakang rumah.

Saat berlari keluar dari rumah, ternyata ada gajah lain yang muncul dari balik pohon sawit yang berada di samping rumah tersebut. Pada saat itulah, salah seorang anaknya yang bernama Citra Purba yang berusia 8 tahun, terjatuh dan sempat diserang gajah hingga mengalami luka di bagian tubuhnya.

"Berdasarkan keterangan saksi, ada empat ekor gajah. Satu di depan, satu di samping kanan rumah sedang makan jagung, satu di belakang rumah dan satu ekor lagi yang tiba-tiba muncul dari balik pohon sawit," kata Supartono.

Beruntung, korban bisa diselamatkan, namun ia mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Editor : Rinaldi
#bbksda riau #gajah liar #Warga Diserang Gajah