PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, hingga saat ini masih terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah di Riau. Selain dilakukan oleh tim darat, pemadaman juga dilakukan menggunakan helikopter. Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, saat ini karhutla masih terjadi di Kabupaten Kampar, Pelalawan, Rokan Hulu (Rohul), Siak, Indragiri Hulu (Inhu), Rokan Hilir (Rohil) dan Kota Pekanbaru.
“Saat ini karhutla dilaporkan masih terjadi di tujuh daerah di Riau. Ada yang merupakan titik baru dan ada juga yang masih proses pendinginan,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, di Kabupaten Inhu, karhutla terjadi di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Karena di sekitar lokasi karhutla tidak ditemukan sumber air, pemadaman harus dilakukan dengan menggunakan helikopter water bombing.
“Di Inhu, karhutla terjadi di kawasan TNTN. Untuk melakukan pemadaman, harus menggunakan helikopter karena tidak ada sumber air di dekat lokasi,” ujarnya.
Namun demikian, saat ini karhutla di Riau dilaporkan masih dapat dikendalikan. Pasalnya, tidak semua karhutla terjadi di lahan gambut melainkan di tanah mineral sehingga lebih cepat dipadamkan.
48 Hotspot Terdeteksi di Riau
Kondisi suhu udara tinggi yang masih mendominasi di Provinsi Riau terus menimbulkan peningkatan titik panas di sebagian besar daerah. Kini terdapat total 48 hotspot (titik panas) Sabtu (1/11), dari sebelumnya hanya bekisar 18 titik panas.
Menurut Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Gita Dewi Siregar, berdasarkan citra radar cuaca BMKG Pekanbaru, total ada 361 titik panas di Pulau Sumatera yang terdapat di Provinsi Aceh 7, Bengkulu 56, Jambi 59, Lampung 2, Sumatera Barat 54, Sumatera Utara 17, Sumatera Selatan 95, Bangka Belitung 23 dan Riau 48.
Sementara sebaran titik panas di Provinsi Riau terdapat di Kabupaten Siak 7, Bengkalis 2,Pelalawan 9, Rokan Hilir 1, Rokan Hulu 9, Indragiri Hilir 2, Indragiri Hulu 1, Kampar 6 ,Kuantan Singingi 9, dan Kota Dumai 2 hotspot .
Sementara itu, secara umum kondisi cuaca di wilayah Provinsi Riau diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Namun kondisi ini tidak lantas membuat wilayah Riau diguyur hujan karena sejak pagi hari cuaca cenderung cerah hingga cerah berawan. Sementara pada siang hingga sore hari, cuaca cerah hingga cerah berawan, tetapi masih terdapat sedikit potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berpeluang terjadi di sebagian wilayah Inhil dan Pelalawan.
Pada malam hingga dini hari, cuaca di Provinsi Riau didominasi udara kabur hingga cerah berawan dengan potensi hujan intensitas ringan hingga sedang di kawasan Pelalawan, Meranti, Inhu, Dumai dan Pekanbaru. Suhu udara di Provinsi Riau diprakirakan antara 23-36⁰c dengan kelembaban udara antara 40-95 %. Arah angin berembus dari selatan menuju ke barat daya dengan kecepatan 10-40 km/jam. Tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau berkisar antara 0,50-1,25 meter atau dalam kategori rendah.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca yang terjadi di wilayah Riau. Masyarakat dapat mengupdate informasi seputar cuaca Provinsi Riau melalui instagram @infocuacariau, maupun melalui official whatsapp channel BMKG Riau,” tegasnya.
Satu Hektare Lahan di Kampar Terbakar
Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kampar, Sabtu (1/11) sore. Titik api terpantau di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar. Berdasarkan laporan harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan berhasil dipadamkan setelah upaya cepat dari tim gabungan.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Agustar melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra menyebutkan, lahan yang terbakar merupakan lahan mineral milik masyarakat seluas sekitar satu hektare dengan vegetasi berupa semak belukar. Jenis kebakaran yang terjadi adalah surface fire atau kebakaran permukaan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
“Satgas TRC Pusdalops PB BPBD Kampar bersama Dinas Damkar Kabupaten Kampar langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyekatan, pemadaman, dan pendinginan. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya,” ujar Adi Candra.
Dalam operasi pemadaman, tim menggunakan dua unit mobil pemadam, dua unit ministrike, dua selang isap berukuran 1,5 inci, 15 selang buang, dan dua unit nozel. Kondisi cuaca di lokasi saat kejadian dilaporkan cerah berawan.
Selain itu, berdasarkan data pemantauan udara pada pukul 08.00 WIB, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kabupaten Kampar tercatat pada angka 82 (kategori sedang) dengan parameter kritis PM2.5. Sementara, data satelit menunjukkan terdapat empat titik panas (hotspot) berstatus medium confidence yang tersebar di Kecamatan XIII Koto Kampar serta Kecamatan Tambang.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar.
“Mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan dan perubahan cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi lainnya,” imbau Adi Candra.
Hotspot Tiba-Tiba Muncul di Pekan Arba Tembilahan
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indragiri Hilir (Inhil) sigap padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, Sabtu (1/11).
Awalnya, petugas piket menerima laporan ada muncul titik api wilayah sekitar. Agar api tidak meluas, TRC BPBD langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman hingga pendinginan di lokasi karhutla.
Kepala BPBD Inhil, Raja Arliansyah, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Inhil, Ari Surya mengatakan bahwa personel gabungan dari TRC BPBD bersama warga sekitar turut turun langsung ke lapangan membawa sejumlah peralatan pemadaman.
“Koordinat lokasi kebakaran tercatat pada 0,3070° LS dan 103,1387° BT. Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan karena petugas masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan di titik kejadian,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus bersiaga menghadapi potensi kebakaran lahan yang dapat terjadi kapan saja, terutama di wilayah-wilayah yang rawan kebakaran.
“Kami tetap siaga dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun. Kewaspadaan dan kerja sama semua pihak sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.(sol/ayi/kom/*2/muh)
Editor : Bayu Saputra