PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Antrean Biosolar belakangan kerap terlihat di beberapa SPBU di wilayah Pekanbaru dan di daerah lain di Provinsi Riau. Di beberapa SPBU, antrean tampak mengular hingga memakan badan jalan.
Dari pantauan Riaupos.co, sudah beberapa hari terakhir, setiap sore terjadi kemacetan di SPBU Jalan Arengka imbas dari mobil yang mengantre Biosolar hingga ke badan jalan.
Terkait hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar di wilayah Provinsi Riau tetap berjalan dengan baik dan terkendali.
Area Manager Communication, Relations and CSR, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan fenomena antrean kendaraan di sejumlah SPBU disebabkan oleh adanya penyesuaian kecukupan kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun.
"Penyesuaian kuota BBM yang ditetapkan pemerintah dilakukan supaya cukup sampai akhir tahun," ungkapnya.
Per hari Senin (3/11), stok BBM di Riau dipastikan aman. Untuk
stok Pertamax tercatat sebanyak 2.541 KL, Pertamax Turbo 3.164 KL, Pertalite: 14.694 KL, Biosolar 3.552 KL, Solar 10.276 KL dan Pertamina dex 1 KL.
Pertamina Patra Niaga terus melakukan pemantauan bersama tim operasional dan memastikan pasokan BBM subsidi tersalurkan sesuai alokasi kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Hingga saat ini, stok BBM subsidi jenis Biosolar di wilayah Riau berada dalam kondisi aman dan penyaluran tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
Menjelang akhir tahun, Pertamina bersama lembaga penyalur terus melakukan langkah pengendalian agar penyaluran BBM subsidi tetap sesuai dengan kuota yang ditetapkan pemerintah, sehingga ketersediaan energi bagi masyarakat dapat terjaga hingga akhir periode anggaran.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai peruntukannya dan tidak melakukan penimbunan. Apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut terkait ketersediaan produk BBM dan elpiji, dapat menghubungi Pertamina Call Center 135. (azr)
Editor : M. Erizal