PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Riau. Hingga Ahad (9/11), tim gabungan masih berusaha memadamkan api yang membakar lahan di empat daerah yakni Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Indragiri Hilir (Inhil), Kampar, dan Siak.
“Karhutla saat ini masih terjadi di empat daerah, ada di Rohil, Inhil, Kampar, dan Siak. Tim gabungan juga masih terus melakukan pemadaman,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal, kemarin.
Lebih lanjut dikatakannya, karena kondisi cuaca di Provinsi Riau hingga saat ini masih tergolong panas, maka Status Siaga Darurat Karhutla masih dipertahankan hingga akhir November mendatang. “Ini agar penanganan Pemadaman Karhutla Masih Berlanjut di 4 Daerah terhadap karhutla bisa maksimal dilakukan,” ujarnya.
Hingga saat ini pihaknya mencatat, total luasan karhutla di Riau selama tahun 2025 mencapai 2.059 hektare (ha), tersebar di 12 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, juga tercatat sebanyak 525 fire spot atau titik api. Kemudian untuk hotspot tercatat sebanyak 3.125 titik. “Artinya semua daerah di Riau sudah terjadi karhutla,” ujarnya.
Secara rinci 2.059 hektare karhuta tersebut tersebar di Rokan Hilir 441 hektare, Kampar 338 hektare, Rokan Hulu 238 hektare, Kepulauan Meranti 205 hektare, Indragiri Hilir 156 hektare, Pelalawan 144 hektare, Siak 122 hektare, Bengkalis 110 hektare, Dumai 107 hektare, Indragiri Hulu 105 hektare, Pekanbaru 70 hektare, dan Kuantan Singini 18 hektare.
Untuk kondisi terkini, karhutla di Riau sudah dapat dikendalikan. Namun memang masih terdapat asap sehingga masih perlu dilakukan upaya pemadaman lebih lanjut. “Untuk apinya sudah dapat dikendalikan, namun memang masih ada asapnya. Karena itu upaya pemadaman masih akan terus dilakukan hingga benar-benar tuntas,” sebutnya.
Padamkan Kahutla di 4 Kecamatan di Bengkalis Satgas gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar dan masyarakat peduli api (MPA) melakukan upaya penanganan pemadaman karhutla yang terjadi di empat kecamatan di Bengkalis, yakni Kecamatan Bengkalis, Mandau, Bathin Solapan, dan Pinggir dalam seminggu terakhir.
Dari hasil pemantauan dan laporan dari personel Pusdalops-PB di lapangan, dua kecamatan yaitu Mandau dan Pinggir menjadi atensi khusus karena masih terpantau aktif dan kondisi cuaca yang cukup kering mempercepat proses penyebaran api.
Sampai Ahad (9/11), tim masih berjibaku melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi tersebut. Sementara itu, untuk dua kecamatan lainnya yakni Bengkalis dan Bathin Solapan, kondisi hotspot telah berhasil dikendalikan.
“Ya, saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan dan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul kembali,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkalis Drs Sufandi MP, Ahad (9/11).
Ia menyebutkan, seluruh personel Pusdalops-PB di lapangan tetap siaga penuh mengantisipasi potensi karhutla susulan, mengingat kondisi cuaca dan angin yang masih berpotensi memperbesar api.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak serta memantau kondisi hotspot melalui Aplikasi Sipongi dan BMKG sebagai langkah deteksi dini. Upaya pemadaman di lapangan juga dibantu oleh peralatan mesin pompa dan armada tangki air,” ujarnya.
BPBD Bengkalis juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan, baik untuk pembukaan lahan baru maupun aktivitas lainnya karena dapat memperburuk kondisi dan membahayakan keselamatan serta lingkungan sekitar.
Karhutla di Pujud, BPBD Kerahkan Personel Gabungan Karhutla muncul di wilayah Kepenghuluan Air Hitam, Kecamatan Pujud, Ahad (9/11). Lahan yang terbakar merupakan area perkebunan sawit di lahan gambut. Kondisi tersebut membuat api cepat merayap dan perlu penanganan ekstra. “Personel gabungan sudah dikerahkan untuk melakukan pemadaman,’’ ujar Kalaksa BPBD Rohil H Syafnurizal SE, Ahad (9/11).
Kendala dialami personel saat pemadaman karena kondisi akses jalan ke lokasi kebakaran yang cukup sulit dijangkau. Selain itu, hembusan angin cukup kencang membuat api cepat menyebar. Namun, api sudah dapat ditanggulangi dan dalam proses pendinginan.
Luasan areal terbakar masih belum bisa dipastikan mengingat kondisi atau peristiwa karhutla yang relatif baru terjadi. Namun diperkirakan tidak begitu luas karena api dapat dikendalikan dalam waktu yang tidak berapa lama.
“Mudah-mudahan tidak meluas dan dapat dikendalikan sepenuhnya,” kata Syafnurizal.
Karhutla Kembali Terjadi di Kampar Karhutla kembali melanda wilayah Kabupaten Kampar. Berdasarkan data terbaru, Ahad (9/11), tercatat dua peristiwa kebakaran lahan yang berhasil dipadamkan serta enam titik panas (hotspot) baru yang masih terpantau.
Kalaksa BPBD Kampar Agustar melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, satuan tugas (satgas) gabungan terus berupaya melakukan pemadaman di lokasi kebakaran dam berhasil menangani dua lokasi kebakaran lahan, meski di kedua titik tersebut masih terpantau sisa asap.
Kebakaran pertama terjadi di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo di atas lahan milik masyarakat seluas sekitar 4,11 hektare. Jenis lahan merupakan mineral gambut dengan vegetasi semak belukar, dan jenis kebakaran yang terjadi mencakup surface fire (di atas permukaan) serta ground fire (di bawah permukaan).
’’Petugas dari Satgas TRC BPBD Kampar bersama TNI, Polri, dan masyarakat telah melakukan penyekatan, pemadaman, dan pendinginan di lokasi,’’ ujarnya.
Sementara itu, kebakaran kedua terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare. Lahan yang terbakar juga merupakan mineral gambut milik masyarakat dengan vegetasi semak belukar. Satgas gabungan melakukan langkah cepat berupa penyekatan, pemadaman, dan pendinginan agar api tidak meluas.
Berdasarkan pemantauan satelit pada Ahad (9/11), , terdeteksi enam titik panas dengan tingkat kepercayaan medium di beberapa wilayah Kabupaten Kampar. Titik panas tersebut berada di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung, Desa Sungai Liti, Kecamatan Kampar Kiri, Desa Domo, Kecamatan Kampar Kiri, Desa IV Koto Setingkai, Kecamatan Kampar Kiri, Desa Balung, Kecamatan XIII Koto Kampar, dan Desa Binamang, Kecamatan XIII Koto Kampar.
Di tengah kondisi karhutla, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan di wilayah Kampar. Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar.(sol/kas/fad/kom)
Editor : Rindra Yasin