JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Ada banyak keluarga penerima manfaat (KPM) mengeluh kartu keluarga sejahtera (KKS) milik mereka tidak menerima dana bantuan sosial (bansos) dengan angka yang telah ditetapkan.
Anehnya, KKS dari banyak KPM justru hanya bertambah tak lebih dari Rp100. Bahkan ada yang bertambah hanya Rp4, Rp6, hingga Rp12 sebagaimana diberitakan jawapos.com (radar bogor).
Tentunya kondisi ini sempat membuat gaduh karena tak seperti biasanya. Diketahui sejumlah jenis bantuan sosial (bansos) seperti PKH, BPNT tahap 4, hingga BLT Kesra sebesar Rp900 ribu sudah cair di sejumlah daerah.
Dana yang seharusnya didapat Rp900 ribu namun justru diterima di bawah Rp100 tentu membuat sejumlah penerimanya kecewa. Jumlah ini tentu saja tak mungkin bisa dicairkan apalagi ditukar untuk membeli makanan atau sembako.
Sebuah fakta pun terungkap, angka receh tersebut ternyata hanya salah satu metode verifikasi. Jadi ini bukan karena terjadi kesalahan atau data mengalami error.
Setelah proses verifikasi selesai dan angka unik tersebut benar-benar masuk ke rekening, maka tahapan selanjutnya adalah rekening KPM akan diisi penuh sesuai dengan angka yang telah ditetapkan pemerintah. Misalnya BLT Kesra sebesar Rp900 ribu.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut, jumlah penerima bansos saat ini paling banyak sepanjang sejarah, mencapai 35 juta. Seharusnya KPM pada penghujung tahun 2025 bisa mendapatkan dana bansos lebih besar dari biasanya. Pasalnya, sejumlah jenis bansos diberikan bersamaan dan dirapel untuk beberapa bulan.
Namun jika diketahui bansos yang diberikan digunakan di luar peruntukannya, KPM bisa dikeluarkan dari data penerima bansos. Itu artinya, pada periode selanjutnya tidak akan mendapatkan bantuan lagi dari pemerintah.
Para penerima bansos juga diminta bijak dalam menggunakan dana. Mensos menegaskan bahwa dana bansos tidak boleh digunakan untuk judi online, membeli rokok, narkoba, bayar cicilan utang, beli motor dll yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi