Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

PLG Sebanga Bengkalis Kian Terjepit: Lahan Menyusut, Habitat Gajah Sumatera Terancam

Evan Gunanzar • Sabtu, 29 November 2025 | 12:05 WIB
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono memberi makan gajah binaan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono memberi makan gajah binaan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga di Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau siang itu mendadak sibuk. Sejumlah gajah binaan sudah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni yang dijadwalkan tiba untuk melihat dan menindaklanjuti kondisi yang ada di kawasan LPG Sebanga ini.

Bagian depan kawasan PLG, Gajah Sella yang berusia 25 tahun bersama pawangnya mahout Edi sedang menikmati makanan buah-buahan, tak berselang lama gajah jantan Sarma dengan gadingnya yang besar juga ikut menyambut seolah memberi sambutan hangat kepada sejumlah pengunjung yang berada di kawasan itu.

Di bagian belakang PLG beberapa gajah masih ada yang sedang makan dan ada juga yang masih dimandikan oleh mahoutnya didekat pepohonan sawit yang berada berdampingan dengan PLG ini.

Bak pepatah, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, meski sudah dipersiapkan secara matang ternyata Menteri Kehutanan batal untuk berkunjung ke PLG Sebanga ini dikarenakan adanya kendala cuaca yang terjadi di perjalanan. Padahal kedatangannya sudah sangat dinanti oleh penghuni PLG untuk memberi kejelasan dan tidak lanjut bagaimana kedepannya PLG ini akan dapat semakin tumbuh dan berkembang.

Seperti yang diketahui, Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga ini didirikan pada tahun 1988 untuk menangani konflik gajah dengan manusia akibat menyusutnya habitat.

Disini Gajah liar yang berkonflik ditangkap dari hutan untuk diselamatkan kemudian dijinakkan, dan selanjutnya dilatih yang mana jumlah Gajah pada saat itu kurang lebih 30-40 ekor.

Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Gubernur KDH Tk. I Riau No. 387/VI/1992 tanggal 29 Juni 1992 PLG Sebanga memiliki area kawasan sekitar 5.873 hektar.

Namun pada tahun 1993 terjadi pembakaran PLG yang dilakukan oleh masyarakat sekitar, akibatnya PLG dipindahkan ke Desa Pinggir yang berlokasi di Suaka Margasatwa Balai Raja. kemudian pada tahun 1994 PLG dipindah ke Sialang Rimbun, Muara Basung.

Dikarenakan kondisi habitat di PLG Sebanga sebagian mengalami degradasi, maka pada tahun 2001 sebagian gajah di Pusat Latihan Gajah Sebanga, Riau ini pindah ke Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim yang berlokasi di Kecamatan Minas Kabupaten Siak.

Hingga pada tanggal 7 Desember 2016 adanya penetapan Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.903/MENLHK/SETJEN/PLA.2/12/2016 Tentang Kawasan Hutan Provinsi Riau seluas 5.732,76 hektar di kawasan LPG Sebanga ini.

Saat ini ada beberapa masalah yang menghantui kawasan PLG Sebanga ini, seperti penolakan pendirian PLG sebanga, kemudian minimnya lahan pengembalaan gajah yang disebabkan luasan kawasan ini yang semakin mengecil diakibatkan aktivitas penyerobotan lahan.

Menanggapi hal ini, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono mengatakan dari pemetaan yang dilakukan pihaknya, memang sebagian besar tutupan lahannya sudah berubah fungsi.

“Hasil pemetaan kita memang sebagian tutupan lahan sudah beralih fungsi menjadi kebun, ada ladang, ada sawit. Dari 5.700-an hektare tinggal paling 10 persen,” katanya kepada Riau Pos, Jumat (28/11/2025).

Hal ini menyebabkan minimnya lahan pengembalaan gajah, yang berdampak terbatasnya pakan gajah di alam.

Di PLG Sebanga ini, dipelihara 5 individu gajah jinak yang terdiri dari jantan Sarma usia 40 tahun, serta empat ekor betina diantaranya Rosa usia 29 tahun, Sela usia 25 tahun, Puja usia 21 tahun, Dora usia 15 tahun.

Sebelumnya ada enam individu gajah jinak dikawasan ini, namun baru-baru ini anak Gajah Sumatera bernama Laila yang berusia 1,6 tahun mendadak mati yang penyebabnya masih diselidiki.

Selain lima gajah binaan itu, masih terdapat puluhan gajah liar yang menjadikan kawasan tersebut sebagai habitatnya. Bahkan kawasan ini bisa disebut termasuk menjadi habitat besar di Riau

"Memang di Sebanga ini merupakan bagian dari kantong gajah Giam Siak, jadi lebih kurang gajah liar disini ada 56 ekor yang selalu bergerak dari Giam Siak ke Sebanga hingga Suaka Margasatwa Balai Raja," jelas Supartono.

Kondisi ini tentunya harus menjadi perhatian khusus dari pihak terkait untuk memastikan keberlangsungan PLG Sebanga dan perkembangbiakan habitat Gajah Sumatera yang berada di kawasan ini. (van)

 


[

Editor : Edwar Yaman
#PLG Sebanga Bengkalis #habitat Gajah Sumatera