PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebuah terobosan dalam pemberdayaan masyarakat dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Riau melalui Program Desa Binaan Pengembangan Usaha Sabun Eco Enzyme.
Kegiatan yang digelar pada Selasa, 14 Oktober 2025 di Gedung Serbaguna Desa Batu Belah, Kampar ini berhasil menyita perhatian 30 peserta dari kalangan PKK dan perangkat desa.
Tim pengabdian yang diketuai oleh Chairul, ST, MT dan didukung oleh sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu berhasil mentransformasi sampah organik menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan.
Program ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mengakselerasi pembangunan di daerah.
Sekretaris Desa Batu Belah Wahyu Afandi, S. Hut mengapresiasi inisiatif kegiatan ini.
"Melalui pelatihan ini, kami belajar mengubah sampah dapur yang selama ini terbuang percuma menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Ini merupakan solusi cerdas untuk masalah lingkungan sekaligus penguatan ekonomi keluarga," ujarnya
Chairul, ST, MT selaku ketua tim dalam pemaparannya menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam pengembangan UMKM.
"Era digital menuntut kita untuk berinovasi. Eco Enzyme yang merupakan hasil fermentasi bahan organik ini tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga peluang bisnis yang sustainable untuk ibu-ibu PKK," jelasnya.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung interaktif ini mencakup seluruh aspek usaha, mulai dari teknik produksi, manajemen mutu, hingga strategi pemasaran modern.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam setiap sesi, mulai dari praktik fermentasi hingga packaging produk.
Program strategis ini selaras dengan visi pembangunan Desa Batu Belah dan diharapkan mampu menciptakan pusat ekonomi kreatif berbasis lingkungan yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dengan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi lokal.(c)
Editor : Rindra Yasin